Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Tuan Pemalas dan Nona Pemberani


__ADS_3

assalamualaikum.


Kembali lagi bersama Rafizqi.


Mohon maaf sebelumnya, siapa tau ada yang mau mampir di karya terbaru Author ya! Author mau promosi nih, jika kalian berkenan mampir ya dan tap tombol Favorit.


Cuplikan novel. 🌺🌺🌺


Pemeran utama:


🌺 Zia Mauria Aspila


🌺Hidden Wirasta


____________________________________


London's,


Pagi hari disebuah Mension besar keluarga Wirasta.


Nampak seorang pria paruh baya berdiri di depan sebuah pintu ruangan persegi. Pintu yang terbuka membuatnya sedikit menghela nafas kasar.


"Anak ini selalu saja bangun kesiangan" Gerutunya kesal sembari masuk kedalam kamar.


"Hidden. Cepat bangunlah, kapan kau akan berubah!" Pekik tuan Wirasta dengan menarik selimut yang masih menempel di tubuh kekarnya itu.


Hidden sedikit menggeliat, lalu menatap pria yang berdiri di ujung bibir tempat tidurnya, "Apa Dady?" Tanyanya dengan suara yang masih serak khas bangun tidur.


"Apa kau tidak ingin bekerja. Sudah berapa hari kau hanya tidur di kasur ini tanpa melakukan apapun" Pekik Tuan Wirasta lagi yang mulai semakin kesal.


"Untuk apa aku bekerja Dady. Bukankah kita sudah kaya. Biarkanlah aku tidur lebih dulu"


Tuan Wirasta nampak semakin menggeram, rahang bawahnya semakin mengeras karena menahan amarah kepada anaknya itu.


"Cepat bangun! Bagaimana nasib mu nanti jika sudah menikah" Teriak Tuan Wirasta.


"Akhhhhhh"


Tuan Wirasta meringis dengan memegang dadanya yang terasa sesak. Menghadapi anak seperti Hidden memang harus memiliki ekstra kesabaran. Namun kali ini Tuan Wirasta benar-benar sudah kehilangan kesabaran.


Hidden yang mendengar ringisan sang ayah, segera ia mendongak menatap ayahnya.


"Dady, Dady. Ada apa?" Tanya Hidden khawatir yang sudah menghampiri ayahnya.

__ADS_1


Hidden terlihat memapah ayahnya menuju sebuah kursi panjang yang ada di kamarnya. Lalu memberikan segelas air kepada sang ayah.


"Akhhhh sakit sekali. Kenapa kau selalu saja membuat aku semakin repot. Kapan kau akan menggantikan Dady di perusahaan sepenuhnya jika dirimu saja terus seperti ini" Ujar Tuan Wirasta dengan ekspresi yang masih kesal.


Hidden hanya terdiam, sejenak ia menatap wajah ayahnya dengan dalam.


"Kenapa harus aku? Kenapa tidak kak Andrea saja yang menggantikan Dady" Ucap Hidden kemudian.


Tuan Wirasta menatap anaknya itu sejenak, lalu seketika mendaratkan sebuah pukulan ke kening Hidden sehingga membuat Hidden meringis karena merasa sakit.


"Dady. Sakit"


"Apa kau sudah kehilangan kewarasan. Andrea kakak mu itu adalah perempuan, apa kata rekan bisnis Dady jika nanti malah anak perempuan Dady yang akan menggantikan Dady di perusahaan. Lalu, kamu akan menjadi gelandangan pada akhirnya karena tidak mau di suruh bekerja" Pekik Tuan Wirasta dengan sangat kesal.


"Bersiap-siaplah. Dady tunggu sepuluh menit lagi di bawah. Jika tidak selesai sampai pada waktunya, maka bersiap-siaplah untuk menjadi gelandangan setelah ini" Ujar Tuan Wirasta serius yang sudah berdiri meninggalkan anaknya itu.


"Dady? Apa kau tega mengusir aku dari rumah ini?" Teriak Hidden. Namun teriakan itu sama sekali tidak di gubris oleh ayahnya.


**


Sementara ditempat lain.


Seorang wanita berdiri dengan wajah yang penuh dengan kemarahan.


"Duduk dulu Zia. Ayah belum selesai berbicara" Bujuk Tuan Brouwno.


Tangan Zia yang di tarik oleh ayahnya, dengan terpaksa ia kembali duduk di kursi samping ayahnya.


"Pria ini bukan orang sembarangan. Dia merupakan anak teman ayah. Mereka juga dari keluarga terpandang. Namanya adalah Hidden Wirasta. Ayah sudah sepakat akan menjodohkan kamu dengan anak teman ayah. Umur mu juga sudah cukup untuk menikah, jadi ayah mohon kamu jangan menolak!"


"Ayah tau ini sangat mendadak. Tapi ini demi kebaikan kamu, ayah takut jika nanti ayah tidak bisa melihat kamu menikah. Apalagi dengan keadaan ayah yang sudah sering sakit-sakitan"


"Kamu mau kan?" Tanya Tuan Brouwno lagi dengan penuh harap.


Zia masih diam. Seakan enggan untuk menjawab pertanyaan ayahnya itu.


"Zia! Kamu mendengarkan ayah kan?" Tanya Tuan Brouwno lagi dengan sedikit menggoyangkan tubuh Zia, sekedar untuk menyadarkan Zia yang terlihat melamun.


Zia kembali menatap sang ayah, tatapannya kali ini terlihat begitu dingin, "Maaf ayah, Zia tidak ingin menikah. Apalagi Zia tidak tau asal-usul pria itu" Ucap Zia dingin. Lalu berdiri dan hendak pergi dari sana.


"Zia!" Pekik Tuan Brouwno. Seketika menghentikan langkah Zia.


"Jika kau menolak perjodohan ini, maka semua aset perusahaan akan papa ambil kembali dan kamu jangan harap untuk menikmatinya sepeserpun" Ancam Tuan Brouwno.

__ADS_1


Zia terlihat menaikkan sebelah alisnya, lalu berbalik kepada sang ayah.


"Zia tidak akan takut" Balas Zia dengan berani.


Tuan Brouwno terlihat menggeram menatap Zia dengan sorot mata tajam.


"Pengawal! Tangkap Kurung Zia sekarang" Titah Tuan Brouwno kepada pengawalnya.


Zia menatap tajam kepada beberapa pengawal yang sudah mengepung dirinya.


Dan perkelahian pun terjadi disana. Zia sang wanita tangguh dengan bela diri yang ia kuasai di atas rata-rata, tentu tidak mudah bagi pengawal itu untuk menangkapnya.


Hanya dengan anggukan kepala, seseorang yang ada di ujung ruangan itu mengeluarkan sebuah pistol bius. Hanya dengan sekali tancap saja, maka orang itu akan langsung pingsan.


Cap..


Zia merasakan sesuatu yang salah telah terjadi pada tubuhnya. Seketika tubuhnya melemah, pandangannya perlahan seakan menghitam. Dan Bruakkkk.......


Zia jatuh pingsan setelah beberapa saat sebuah benda berbentuk panjang itu menancap kepada kakinya.


Tuan Brouwno tidak lupa, bahwa anaknya ini adalah seorang wanita yang tidak mudah ditaklukkan hanya dengan sebuah kata-kata.


Dengan begini, mau tidak mau dia harus memaksa Zia untuk menikah bersama pria pilihannya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Cari dengan judul yang sama ya!


...Author: Rafizqi...


Judul: Tuan Pemalas dan Nona Pemberani

__ADS_1



__ADS_2