Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Pasrah


__ADS_3

🌹Pasrah


"Kak Alira" Ucap Aliya dengan lirih, Aliya sudah mengingat semuanya dan meneteskan air matanya ketika mengingat semua kejadian yang menimpa dirinya selama ini, serta cintanya kepada Reihan.


Aliya menatap nanar kakaknya, kebencian serta perubahan sikap dan perbuatan yang kakaknya lakukan saat ini sungguh tidak terduga, seperti yang Aliya tatap saat ini bukanlah Alira yang dulu.


Sementara Reihan masih terpaku akan keterkejutan yang selama ini tidak pernah iya sangka-sangka tentang rencana yang sudah Heru dan Alira susun untuk menghancurkan dirinya.


Suasana menjadi begitu hening, pikiran yang berlari entah kemana, mencoba mencerna akan peristiwa yang terjadi sekarang.


"Sekarang kita kembali pada pembicaraan kita tadi, tentang syarat yang akan kami berikan" Ucap Heru memecah keheningan.


Reihan tersadar dan mengangkat kepalanya menatap tajam kepada Heru dan Alira, "Ternyata aku salah telah membiarkan kalian hidup dengan nyaman selama ini" Balas Reihan meringai.


Heru dan Alira menyernyitkan sebelah alisnya, "Nyalimu kuat juga ya, apa kamu tidak takut jika kami melakukan sesuatu" Balas Heru sedikit menekan keadaan.


"Cih, Sampah seperti kalian tidak ada apa-apa nya" Balas Reihan mendecah jijik.


Heru menatap tajam kepada Reihan, "Bunuh dia" Heru memerintahkan anak buahnya menyerang Reihan.


10 orang anak buahnya maju mendekati Reihan secara bersamaan.

__ADS_1


"Kak jangan lakukan itu kak" Pinta Aliya menangis memohon kepada Alira Namun Alira tidak memperdulikan Aliya.


Semua anak buah Heru menyerang Reihan dengan sangat brutal, sehingga Reihan kewalahan menghadapi mereka semua.


Reihan menyerang mereka satu persatu dan menghindari serangan yang ingin meneranginya secara tiba-tiba, karena ini adalah cara satu-satunya untuk melawan dan mengalahkan mereka semua.


Heru dan Alira hanya duduk menyaksikan perkelahian itu.


Disaat Heru dan Alira lengah, mami sedikit menyenggol Aliya dengan kakinya. Setelah Aliya melihat kesisi mami, mami menunjukan sebuah gunting tua yang sudah berkarat dengan mulutnya yang tergeletak dibawah bangku Aliya dekat kakinya.


Aliya melihat kearah yang mami tunjuk, Aliya mengambil gunting itu dengan kakinya, sedikit menggesernya kepada mami.


Ketika mereka berdua masih asyik menyaksikan perkelahian Reihan dan anak buahnya, mami dengan gerakan cepat menunduk mengambil gunting tua itu.


Sementara Reihan masih berkelahi dengan sangat brutal, satu persatu anak buah Heru sudah Reihan tumbangkan.


Hingga akhirnya Reihan sudah menumbangkan mereka semua, dengan napas yang terengah-engah Reihan mengusap keningnya yang berkeringat dengan lengannya.


Sebuah tepukan tangan meluncur begitu saja dari tangan Heru, "Wahh, aku tidak menyangka kamu bisa beladiri dan mengalahkan mereka semua" Ucap Heru


"Cih, aku tidak membutuhkan pujian mu, sekarang lepaskan Aliya dan juga ibuku" Balas Reihan.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan melepaskan Aliya dan juga ibumu. Tapi sebagai gantinya adalah dirimu" Ucap Heru meringai dengan sudah mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya kepada Reihan.


Aliya dan mami yang melihat itu membelalakkan matanya dengan mulut menganga.


Sementara Reihan masih diam ditempatnya, dan melihat Aliya dan mami dengan wajah pasrahnya dengan sedikit menganggukkan kepalanya kepada Aliya seraya memberikan sebuah senyuman tipis kepada Aliya.


"Baiklah, berjanjilah jika kalian akan benar-benar menepati janji kalian. Setelah kalian membunuhku, lepaskan Aliya dan juga ibuku" Ucap Reihan pasrah.


Aliya menggeleng dengan mata membulat sempurna.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.


Terimakasih ❤️


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga

__ADS_1


__ADS_2