
🌹Salah Paham
"Bikin malu saja, memangnya anak kecil, jam segini sudah mengantuk. Jangan-jangan kamu cemburu ya sama Sarah" Ucap mami, merasa tersinggung disaat seperti ini Aliya malah menguap didepan semua orang.
"Tidak mami, aku hanya sedikit mengantuk saja" Balas Aliya
"Kalau begitu kamu kembali saja dulu kerumah, Roi antar Aliya kerumah ya. Aku akan menyusul nanti setelah Sarah sadar" Ucap Reihan.
"Reihan lebih memperhatikan Sarah dibanding aku" Batin Aliya, dengan langkah sedikit berat meninggalkan Reihan disana.
Mami sudah duluan masuk kedalam ruangan IGD, mami mengelus lembut pucuk rambut Sarah.
"Mami janji akan menganggap kamu seperti anak mami sendiri Sarah, mami hanya mempunyai Reihan satu-satunya. Dan mami juga tidak memiliki anak perempuan, jadi mami akan menganggap kamu anak mami" Ucap mami dengan lirih. Namun masih bisa Sarah dengar walaupun matanya masih tertutup.
Tidak berapa lama, Reihan pun masuk. Suara derup langkah kaki nya sangat Sarah kenal.
Reihan sudah berdiri disamping ranjang Sarah. "Mi, Sarah belum bangun" Tanya Reihan, mami hanya menjawab dengan kepala menggeleng.
Sarah sungguh pandai berekting, bagaimana tidak? Pingsannya yang iya sengaja, mampu iya tahan hingga kerumah sakit. Tentunya dengan persiapan seorang Dokter bayaran dong.
"Untung saja aku sudah mengurus semuanya dengan Dokter Budi, aku yakin sekali Reihan pasti akan membawaku kerumah sakit miliknya ini jadi aku mempersiapkannya dengan baik" Batin Sarah.
Sarah mulai membuka matanya perlahan, dia memutar bola matanya melihat disekeliling.
__ADS_1
"Reihan, hik.....hik....hik" Sarah menangis dipelukkan Reihan. Reihan membalas pelukan Sarah.
"Tenanglah, kamu jangan sedih lagi. Sekarang kita pulang ya" Sarah hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
Kini Sarah sudah dibawa pulang, dengan duduk bersampingan dengan Reihan. Sarah menggelayut manja memeluk lengan Reihan sambil memejamkan matanya.
Mami yang duduk didepan tersenyum tipis melihat kemesraan Sarah dan Reihan melalui kaca spion depan mobil.
Setelah sampai dirumah, Aliya malah menunggu didepan rumah. Hal itu malah membuat Reihan marah kepadanya.
"Kenapa tidak tidur, bukankah kamu tadi mengantuk" Tanya Reihan dengan sorot mata tajamnya.
"Setelah dirumah, aku merasa tidak mengantuk lagi"
"Bukan begitu mami"
"Diam Aliya, sekarang kamu masuk kekamar" Bentak Reihan menggema disana, Aliya dengan rasa takut melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya.
"Aku tidak berbohong, aku memang mengantuk tapi aku sengaja menunggu Reihan dan yang lainnya" Batin Aliya, dengan langkah yang berat dan deraian air mata mengiringi langkah nya.
Reihan memapah tubuh Sarah menuju kamar, "Rasanya, sangat bersalah jika aku tidak memperhatikan Sarah saat ini. Apa lagi dengan kondisinya dan kehilangan kedua orang tuanya juga berhubungan dengan ku" Batin Reihan, sambil memandang wajah pucat Sarah.
"Kamu istirahat ya, kau pergi dulu" Ucap Reihan, ketika Sarah sudah berbaring dikasur miliknya.
__ADS_1
"Tunggu" Reihan menghentikan langkahnya ketika Sarah memegang tangan Reihan.
"Temani aku tidur dulu, setelah itu baru kamu pergi" Sambung Sarah
"Baiklah" Reihan mengelus lembut pucuk rambut Sarah
Sudah 2 jam Reihan menemani Sarah, namun Reihan tidak juga keluar. Apa yang dia lakukan?
Sementara Aliya, mondar-mandir membawa kegelisahan dihatinya.
"Kenapa Reihan lama sekali, apa dia marah padaku? Atau jangan-jangan dia masih dikamar Sarah?"
Aliya mencoba keluar untuk mencari kebenaran..
"Kebetulan ni ketemu Bik Ina, aku tanya sama dia aja" Ucap Aliya menghampiri Bik Ina.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga