
🌹Terungkap 1
Sudah satu bulan lamanya, Aliya masih tidak sadarkan diri, terbaring koma di ranjang rumah sakit.
Reihan dan juga mami selalu berada disamping Aliya dan merawatnya dengan baik. Sementara Kairo, masih fokus menyelidiki dan mencari informasi mengenai Kecelakaan Aliya.
Diruangan khusus, Kairo masih mengotak-atik dagunya menatap tajam kearah seorang pria yang berada didepannya.
"Katakan padaku, siapa yang sudah menyuruhmu menabrak Nyonya Sonia" Tanya Kairo dengan wajah seriusnya. Nampak pria itu masih bungkam, dia sama sekali tidak ingin berbicara.
"Hmmm, sepertinya kamu masih bersikeras menutup mulutmu itu ya" Ucap Kairo Tersenyum tipis dengan wajah meringainya.
"Tidak apa jika kamu ingin terus diam seperti ini, tapi apa kamu akan terus bungkam setelah melihat ini" Sambung Kairo lagi sedikit dengan senyuman liciknya.
"Roi, bawa kesini" Teriak Kairo memerintahkan Roi.
Roi masuk keruangan itu dengan sudah membawa seorang wanita dan juga seorang anak kecil seumuran 6 tahun, dengan tangan mereka yang sudah terikat.
"Papa, papa" Panggil anak kecil itu, seraya menangis memanggil papanya yang juga terikat dengan tali disebuah bangku.
Pria itu meneteskan air mata, melihat anak istrinya juga ikut terlibat didalam keadaan ini.
"Bagaimana? Apa kamu akan terus bungkam? " Tanya Kairo
__ADS_1
Namun pria itu juga masih bungkam, dia hanya terus menangis melihat anak dan istrinya itu.
"Jika kamu mau berbicara, maka aku akan melepaskan anak dan istrimu. Aku tidak akan menyakiti mereka" Ucap Kairo lagi, sedikit meyakinkan pria itu. Pria itu sedikit menoleh, dengan mata penuh harap.
"Berbicaralah" Seru Kairo lagi, dan masih sabar menunggu laki-laki itu berbicara.
"Berjanjilah padaku bahwa kalian akan menjaga anak dan istriku dan membawa mereka jauh dari kota ini" Ucap pria itu, penuh harap.
"Ok, deal. Aku akan menjaga mereka, kamu jangan takut" Ucap Kairo kembali meyakinkan pria itu.
"Yang menyuruhku adalah tuan Jorhan Pratama" Ucap pria itu. Dengan wajah menunduk.
"Roi" Panggil Kairo
"Iya tuan" Balas Roi dan beralih mendekati Kairo.
"Baik tuan" Roi sedikit menunduk memberi hormat dan berlalu pergi dengan membawa kedua orang itu.
Masih diruangan yang sama,
Kairo kembali duduk mendekati pria itu.
"Apa kau tau, apa motif dia ingin mencelakai keluarga Anggara" Tanya Kairo lagi kepada pria itu.
__ADS_1
"Maaf tuan, saya tidak tau" Jawabnya
Kairo nampak menyernyitkan sebelah alisnya, dan kembali bertanya.
"Lalu kenapa kamu mau disuruh untuk membunuh keluarga Anggara, bukankah kamu tau siapa Reihan Anggara itu? Dia lebih kejam dari seekor harimau, sekali saja dia tau. Maka kamu akan mati dalam sekejap" Jelas Kairo dengan wajah seriusnya.
Ya, memang saat ini Reihan belum diberitahu perkembangan penyelidikan ini. Karena Kairo hapal betul bagaimana sifat Reihan, jika itu menyangkut orang-orang yang Reihan sayangi, Reihan tidak akan segan-segan membuat orang itu menangis darah dan membuat mereka menderita hingga tidak sanggup untuk hidup lagi.
"Maafkan saya tuan, itu karena saya sudah terikat dengan tuan Jorhan. Jika saya tidak menurutinya, maka keluarga saya akan menderita" Jelasnya dengan wajah sesalnya.
"Jadi begitu, baiklah. Bekerja samalah dengan kami, maka kami akan menjamin keselamatan dirimu dan keluargamu" Ucap Kairo sedikit menepuk pelan bahu laki-laki itu. Nampak pria itu tersenyum bahagia mendengar perkataan Kairo.
Setelah berbincang-bincang dengan pria itu, dengan strategi penangkapan Jorhan. Kairo kini sudah kembali ke dalam ruangannya.
Sebelum memberitahu Reihan, Kairo akan menyiapkan segala sesuatunya agar Reihan tidak bertindak gegabah.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga