Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Peraturan Baru


__ADS_3

🌹Peraturan Baru


Sore harinya, Reihan masih didalam ruangan kerjanya.


"Pak Jaya, suruh Aliya keruang kerja sekarang" Reihan matikan telepon rumahnya yang khusus memanggil pelayan.


Pak Jaya berjalan menuju kamar Aliya.


Tok


Tok


Tok


Aliya membuka pintu, "Ada apa Pak Jaya" Tanya Aliya yang sudah diambang pintu.


"Tuan memanggil anda nona, silahkan keruang kerjanya" Ucap Pak Jaya


"Baik, pergilah aku akan kesana" Ucap Aliya


Aliya pun berjalan menuju ruang kerja Reihan, sementara Pak Jaya kembali kedapur untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Tok


Tok


Tok


Aliya mengetuk pintu, "Masuk" Seru Reihan dari dalam.


Aliya mulai membuka pintu perlahan, "Silahkan duduk" Ucap Reihan kembali


Aliya pun duduk berhadapan dengan Reihan disofa. "Ada apa tuan memanggil saya" Tanya Aliya membuka suara.


Reihan menyodorkan sebuah kertas yang sudah diberi Map bewarna merah.


"Baca ini" Perintah Reihan


Aliya menuruti saja, iya mulai membuka Map itu dengan wajah penuh tanya.


"Apa ini, aku jadi hawatir" Batin Aliya


Setelah membuka Map itu dan membaca isi dari sebuah kertas itu satu persatu poin-poin tentang aturan baru yang dibuat Reihan. Betapa terkejutnya ia.


"Apa-apaan ini, aturan macam apa ini" Batin Aliya masih fokus membaca hingga akhir.


Isi peraturan itu



__ADS_1


Setiap perkataan suami harus dipatuhi. Dan Setiap perkataan suami selalu benar.




Lakukan kewajiban mu sebagai seorang istri, mengurus segala keperluan suami.




Salami tangan suami disaat mau pergi.




Cium kening dan pipi setiap ingin pergi.




Lakukan kewajiban di atas ranjang, jika suami memerintah.






Jangan bertanya, jika suami memerintah.




Jika suami melakukan kesalahan, kembali kepoin pertama.




"Apa yang nomor empat juga harus dilakukan?" Tanya Aliya


"Apa kau tidak membaca dengan jelas, coba baca nomor enam dengan keras" Perintah Reihan


"Jangan bertanya jika suami memerintah" Jawab Aliya dengan polosnya.

__ADS_1


"Itu jawaban nya" Jawab Reihan


"Apa, jadi aku tidak bisa bertanya sedikit pun" Batin Aliya menatap dengan sorot mata tajam


"Kau tidak setuju" Tanya Reihan meringai


"Tidak tuan, maafkan saya" Jawab Aliya pasrah.


Aliya berpikir, jika dia tidak menurut itu akan berdampak buruk untuknya dan keluarga nya.


"Kau boleh pergi, mulai besok lakukan kewajiban mu" Ucap Reihan, Aliya hanya mengangguk dan berlalu pergi dengan wajah sedikit masam.


.....,,,,,********


Reihan berjalan ke taman dengan senyuman mengembang diwajahnya, para pelayan yang ada didekat sana menatap heran sekaligus kagum dengan ketampanan saat Reihan tersenyum.


"Sudah sekian lama, baru kali ini aku melihat senyuman diwajah tuan Reihan. Yang terlihat sangat tulus" Batin Pak Jaya tersenyum manis, yang baru selesai mengarahkan para pelayan baru dirumah Reihan.


"Kalian boleh pergi, bekerjalah sesuai dengan arahan saya tadi" Ucap Pak Jaya kepada para pelayan baru.


"Baik Pak" Ucap mereka semua serempak.


"Selamat pagi, tuan Reihan" Sapa salah satu pelayan perempuan disana, Reihan hanya sedikit menoleh.


"Sombong banget sih, emang ya orang kaya kayak gitu" Gerutunya kesal


"Permisi tuan, saya mau kerja dulu" Ucap pelayan perempuan itu lagi berpamitan.


"Pergilah" Jawab Reihan ketus, Reihan sangat malas berbicara dengan orang yang tidak penting baginya.


Reihan duduk disebuah bangku yang biasa iya duduki ditaman, sambil menikmati pemandangan dan sesekali menyeruput secangkir teh.


"Ehem ehem" Sebuah deheman muncul begitu saja.


Reihan sedikit menoleh kearah suara, "Risa" Lirih Reihan


Risa mulai duduk disamping Reihan.


"Senyum-senyum sendiri, ada apa" Tanya Risa sembari dengan senyumnya yang manis.


"Nggak ada" Jawab Reihan


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga

__ADS_1


__ADS_2