
🌹Kekecewaan Reihan
Didalam kamar, Reihan membanting pintu itu dengan kasar.
Aliya terperanjat mendengar suara pintu yang tiba-tiba terdengar sangat keras.
Reihan berjalan masuk kedalam kamar, "Sayang ada apa" Tanya Aliya bingung melihat ekspresi wajah Reihan yang menakutkan.
"Kenapa kau begitu cemburu, hingga mengatakan Sarah kalau dia berbohong kepadaku" Ucap Reihan dengan suara yang meninggi.
"Ta-tapi aku berbicara yang sebenarnya" Ucap Aliya terbata-bata.
"Lalu menurut mu, Sarah sengaja melakukan semua ini hingga kematian kedua orang tuanya yang iya syukuri begitu? Agar bisa mendekatiku. Bukankah kau juga merasakan kesedihan disaat kamu kehilangan ayahmu, lalu apa Sarah tidak merasa sedih? Dan memanfaatkan ini semua. Cemburu mu itu sungguh tidak beralasan" Begitulah kata-kata yang Reihan simpulkan dan lontarkan untuk Aliya.
Mata Aliya sudah berkaca-kaca mendengar perkataan Reihan, "Aku tidak berbohong Reihan, tapi kata-kata mu sungguh menyudutkan aku. Aku sangat sedih atas meninggalnya ayahku, tapi Sarah berbeda. Dia berbohong" Batin Aliya
"Kenapa kamu diam, bukankah yang aku katakan itu benar. Tidak ada seorang anak tidak sedih disaat mereka ditinggalkan sendirian di dunia ini" Ucap Reihan
"Ahhhh, kau merusak suasana hatiku hari ini. Karena kamu, aku mengingat kembali kesalahan keluarga mu pada ku" Sambung Reihan kembali, mendecah kesal.
"Maafkan aku" Ucap Aliya yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Maaf, maaf dan maaf yang selalu kamu ucapkan" Reihan melempar jasnya kasar ketempat tidur.
__ADS_1
"Aliya, apa kamu secemburu itu kepada Sarah? Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku hanya mencintai kamu, tapi kenapa kamu seperti ini" Sambung Reihan kembali
"Aku tidak cemburu, yang ku katakan memang benar ada nya" Balas Aliya
"Berhenti mengatakan itu Aliya, ahhhh" Teriak Reihan menggema disana, seketika membuat Aliya terperanjat dan ketakutan.
Reihan berlalu pergi dari sana meninggalkan Aliya. Aliya yang merasakan lemah sekujur tubuhnya, ambruk begitu saja kelantai dengan bertumpukan kedua lututnya.
"Kenapa Reihan semarah itu kepadaku" Ucap Aliya dengan lirih dengan mata yang sudah berlinang air mata.
Sementara diruangan lain, Reihan duduk disebuah bangku kerjanya dengan tangannya memegang sisi depan kepalanya dan memijatnya pelan.
Reihan melihat sebuah foto yang terpasang didepan matanya.
"Ayah kenapa aku tidak bisa melupakan luka yang aku rasakan ini? Aku begitu sakit mengingat kejadian yang mengerikan itu. Disisi lain aku mencintai Aliya, namun disisi lain ketika aku mengingat ayahnya aku menjadi sangat marah padanya" Ucap Reihan dengan lirih memandang wajah ayahnya difoto yang iya pegang.
Reihan mengambil handphone miliknya, menghubungi seseorang.
"Halo tuan"
"Roi, siapkan tempat untukku"
"Baik tuan"
__ADS_1
"Lima belas menit lagi aku akan menyusul mu kemobil"
"Baik tuan"
Reihan mematikan teleponnya, tidak menunggu lama Reihan masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri dan mengganti baju.
Setelah selesai, Reihan keluar dari ruangan kerjanya dengan baju yang sudah rapi dan wangi.
"Reihan mau kemana malam-malam begini" Batin Sarah, memandang penuh selidik.
Reihan berjalan menuju mobil mewahnya, sementara Sarah melihat dari balik pintu.
Setelah mobil Reihan melaju, Sarah dengan langkah seribu berlari menuju mobil miliknya dan melajukan mobilnya mengikuti Reihan.
Setelah lama didalam perjalanan, terlihat mobil Reihan berhenti disebuah Diskotik langganannya.
"Reihan pergi kesini, kenapa?" Tanya Sarah kepada dirinya sendiri.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga