
🌹Mencari Tau Kebenaran 1
Reihan membanting kasar pintu kamarnya, "Cih, perempuan seperti apa dia, bersikap seperti itu kepada suaminya. Apa dia sudah mulai berani melawanku, atau mungkin dia ingin menipu ku, sama seperti yang keluarganya lakukan kepadaku dulu" Gerutu Reihan kesal, dengan wajah penuh amarah.
Tidak berapa lama, Aliya datang kedalam kamar dengan membawa sepiring nasi untuk Reihan. Karena tadi Reihan tidak sempat makan, jadi Aliya membawakan makanan untuk Reihan kedalam kamar.
"Ngapain kamu" Tanya Reihan ketus.
Aliya tersenyum manis, "Aku bawakan makanan" Ucap Aliya masih dengan senyuman manisnya menghampiri Reihan.
"Aku sudah kenyang, sebaiknya kamu bawa pergi saja makanannya" Reihan benar-benar marah dan kesal, sehingga melihat wajah Aliya pun dia tidak mau.
"Benarkah? Jika aku yang menyuapi kamu, apa kamu akan menolak juga" Ucap Aliya mulai menggoda suaminya.
Reihan mulai menatap wajah Aliya, "Aku tidak mau"
"Hmmmm, Jika aku mencium mu, apa kamu juga akan menolak" Tanya Aliya dengan manja.
"Kenapa kamu jadi baik sekarang, bukankah tadi kamu senang bersama Kairo" Balas Reihan ketus
"Kairo itu memang menyenangkan, tapi lebih menyenangkan lagi jika aku bersama dirimu" Gaya bicara Aliya terdengar sedikit manja.
"Apa kamu cemburu" Tanya Aliya lagi, sedikit mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Ahhh tidak, aku tidak cemburu" Balas Reihan dingin.
"Benarkah?, jika begitu tidak apa-apa kan jika........" Ucapan Aliya sudah terpotong, karena jari telunjuk Reihan sudah menempel dibibir Aliya.
"Jangan bicara lagi, aku akan makan" Ucap Reihan.
Aliya tersenyum senang, lalu menyuapi Reihan dengan hati-hati. Namun wajah Reihan masih menunjukan kemarahannya, dengan raut wajah yang menggemaskan bagi Aliya.
Setelah selesai makan, Reihan langsung tidur dengan membelakangi Aliya. Sebenarnya ada rasa sedikit sedih dengan sikap Reihan yang kembali dingin ini, namun Aliya tepiskan rasa sedihnya itu dengan menyemangati dirinya sendiri.
"Tenang Aliya, kamu harus semangat. Semua ini tidak akan lama, setelah Reihan tau yang sebenarnya maka aku akan kembali seperti biasanya bersama kamu" Begitulah kata-kata yang Aliya ucapkan didalam hatinya.
Pagi harinya, Kairo berkemas-kemas dengan pakaian yang sangat rapi dengan balutan jas yang bewarna Silver dan dalaman kaos putih yang terlihat pres ditubuhnya. Membuat mata menjadi segar dan terpesona akan ketampanannya.
"Tante, Kairo pergi dulu ada urusan" Kairo berpamitan kepada mami, dan mencium pucuk tangan mami dan belum sempat mami menjawab Kairo sudah berlalu pergi dari sana. Dengan sedikit berlari kecil.
Tanpa menunggu lama, Kairo berangkat sangat pagi sekali. Sehingga sarapan pagi pun iya lewatkan begitu saja.
Kini hanya tinggal mereka berempat yang duduk di meja makan untuk sarapan.
Terlihat Aliya dan Reihan sejak tadi tidak berbicara sedikitpun, hanya suara sendok yang saling berbenturan disana.
"Apa mereka bertengkar? Ahh itu juga bagus untuk mereka, dengan begitu aku akan lebih mudah lagi mendekati Reihan" Batin Sarah memandang mereka secara bergantian dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Reihan berlalu pergi begitu saja. Sementara Aliya juga pergi, tapi tidak mengikuti Reihan, dia malah pergi kekamar.
Awalnya Reihan hanya ingin sedikit merajuk, agar Aliya meminta maaf kepadanya. Tapi melihat Aliya yang malah berbalik mengabaikannya, membuatnya sangat marah dan kesal.
Ketika menyadari Aliya tidak mengikutinya, Reihan berbalik badan, Ternyata Aliya sudah pergi menaiki tangga.
"Dia yang salah, tapi aku yang gelisah. Bagaimana sih" Gerutu Reihan dalam hatinya, menatap tajam kearah Aliya.
Sementara mami dan juga Sarah, memandang heran, dengan Reihan yang tidak juga pergi itu.
"Rei kenapa" Tanya mami
Reihan tidak menjawab, tanpa menatap mami yang bertanya dia pergi begitu saja.
"Anak yang aneh, ditanya malah pergi begitu saja" Gerutu mami kesal yang diacuhkan oleh anaknya itu.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga