
🌹Gedung tua
Disebuah gedung, tepatnya sebuah gedung tua yang telah gagal proyek.
Reihan berjalan dengan gayanya yang Cool, sedikit melonggarkan dasinya dengan melihat disekeliling tempat itu dengan wajah dinginnya.
Kini Reihan sudah berada didepan sebuah ruangan yang dijaga oleh 4 orang pengawal, yang badannya cukup besar dan berotot serta wajahnya yang terlihat menyeramkan.
Reihan nampak biasa-biasa saja ketika salah satu pengawal itu menghadang Reihan tepat didepannya.
Walaupun tubuh mereka jauh lebih besar dari dirinya, sedikitpun tidak membuat Reihan gentar ataupun takut.
"Minggir" Ucap Reihan dingin.
"Hahahah, lawan aku dulu baru kamu bisa pergi" Ucapnya dengan sombong, sambil tertawa meremehkan.
Reihan melayangkan tatapan tajamnya kepada orang yang berada didepannya, sementara orang yang Reihan tatap malah tertawa geli dan menatap Reihan dengan wajah meremehkan.
"Ayo lawan aku jika kamu berani" Ucap pria itu lagi, mengayunkan tangannya kedepan dan kebelakang sembari menyuruh Reihan maju untuk melawannya.
Reihan nampak menyunggingkan senyuman devilsnya. Reihan berjalan dengan santai mendekati pria itu, Reihan mengayunkan tangannya dan dengan langkah cepat Reihan langsung memukul pria itu dibagian wajah pipi sebelah kanan.
Nampak pria itu memegang pipinya yang dipukul oleh Reihan, dia begitu marah, karena dirinya yang berlagu sombong tadi tidak bisa menangkis serangan Reihan.
__ADS_1
Dengan tatapan tajam, pria itu maju dengan kecepatan tinggi dan ingin memukul balik Reihan.
Namun Reihan dengan langkah cepat, menghindari pukulan pria itu dan berbalik Reihan menyerang pria itu dengan memukul belakang pria itu dengan sikunya, Sehingga pria itu mengerang kesakitan.
Tiga orang lainnya menatap Reihan dengan tajam.
"Cih," Salah satu pria bertubuh kekar itu meludah kesisi kirinya, sembari memberi kode dengan matanya kepada dua temannya untuk menyerang Reihan secara bersamaan.
Reihan memasang kuda-kuda, dengan tetap fokus kepada tiga pria tadi yang sudah mengelilingi dirinya.
Tiga pria itu menyerang Reihan secara bersamaan, serangan demi serangan mereka berikan. Namun tidak menyentuh sedikitpun tubuh Reihan.
Setelah selesai bermain-main, kini giliran Reihan menyerang mereka bertiga satu persatu.
Kini ke empat orang itu tumbang tidak berdaya, Reihan mendekati salah satu pria itu yang terlihat masih belum pingsan.
Reihan menarik kerah baju pria itu dengan kuat, sehingga wajahnya dan wajah pria itu sedikit dekat.
Dengan tatapan mematikan, Reihan mengeraskan cengkraman tangannya sehingga pria itu hampir tercekik.
"Uhuk uhuk uhk" Pria itu terbatuk-batuk karena kesulitan bernafas.
"Dimana kalian mengurung istriku" Teriak Reihan menggema disana. Dan tatapan tajamnya seperti menusuk mata pria itu.
__ADS_1
"Di-dia didalam" Jawabnya dengan terbata-bata.
"Dimana kuncinya" Bentak Reihan
"Disitu" Tunjuk pria itu kepada salah satu temannya yang sudah lebih dulu pingsan.
Reihan kembali menyunggingkan senyuman devilsnya, satu pukulan kembali melayang diwajah pria itu, sehingga pria itu pingsan dan tidak berdaya.
Reihan berdiri, lalu menghampiri pria yang ditunjuk oleh pria yang dipukulnya itu.
Setelah mengambil kuncinya, Reihan kembali berdiri dengan sedikit merapikan jas hitamnya, dan berjalan mendekati pintu.
Setelah membuka pintu itu, Reihan menangkap sosok Aliya dan juga mami yang terduduk disebuah bangku dengan tangan dan kaki sudah terikat dengan tali, serta mulutnya yang juga ditutup dengan lakban hitam.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga