Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Batalnya Pernikahan Reihan


__ADS_3

🌹Batalnya Pernikahan Reihan


Didepan televisi, Aliya mengepal tangannya erat dengan mata yang tidak tertahankan akan tumpahnya kristal bening dipipinya. Perasaan yang tidak bisa dibohongi, ingin rasanya menjerit sekencang-kencangnya ketika melihat sang suami ingin menikahi wanita lain. Namun apa daya seorang Aliya, hanya seorang istri sebagai pembalasan dendam. Dengan perasaan kecewa, dan juga kesal akan perasaan yang kian datang diwaktu yang tidak tepat.


"Andai saja aku tidak mencintainya lebih dulu, mungkin aku tidak sesakit ini" Batin Aliya


Kini detik-detik pernikahan itu akan segera dimulai, Reihan sudah berpegangan tangan bersama penghulu Untuk melakukan ijab Kabul.


"Saya terima nikahnya Sarah binti Abdul Aziz dengan seperangkat alat sholat dan sebentuk cincin berlian diba........."


"Tunggu" Teriak seseorang, seketika Reihan menghentikan ucapannya.


"Mas Bram" Ucap Sarah dengan lirih, Sementara Reihan hanya diam. Reihan sebenarnya tidak berharap pernikahan ini akan segera terjadi.


"Ada apa mas" Tanya Sarah bingung dengan kakaknya yang tiba-tiba menghentikan acara pernikahannya.


"Sarah, sebaiknya kamu batalkan dulu pernikahan ini" Ucap Bram.


"Tapi kenapa kak" Sarah benar-benar tidak habis pikir, baru saja beberapa minggu yang lalu Bram mendesak Sarah untuk segera menikah dengan Reihan tapi kini malah iya juga yang menghentikannya.


"Mama sama papa kecelakaan, pesawat yang ditumpangi oleh mereka terjatuh kelaut" Jelas Bram yang sudah meneteskan air mata.

__ADS_1


Semua tamu yang berada disana, beserta para awak media merasa kaget sekaligus merasa iba atas musibah yang terjadi saat ini.


"Apa, mas becanda kan" Sarah benar-benar merasa tidak ingin percaya, namun dirinya juga baru sadar bahwa kedua orang tuanya tidak kelihatan dari tadi pagi. Mungkin karena saking bahagianya, sehingga lupa yang lebih beharga kini sudah lebih dulu tiada.


"Mas tidak bohong Sarah" Ucap Bram, Sarah melihat mata Bram yang penuh kejujuran. Walaupun Bram sering bercanda, namun Sarah sangat mengenal kakaknya itu disaat Bram berkata jujur kepadanya.


"Mama, Papa, hik hik hik" Sarah menangis dipelukkan Reihan, Reihan saat ini juga tidak tega melihat musibah yang menimpa Sarah. Hingga akhirnya iya sendiri memutuskan memeluk Sarah, agar Sarah bisa lebih tenang.


Sementara Aliya, terbakar api cemburu disaat melihat Reihan sendiri yang memeluk Sarah. Ya walaupun sakit, Aliya mencoba untuk tetap sabar. Karena Sarah juga sedang dilanda musibah.


Di aula pernikahan, Reihan maju kedepan dengan memegang sebuah makropon.


"Perhatian untuk semuanya" Ucap Reihan, seketika semua tamu beserta awak media melihat kearah Reihan.


Kini Sarah juga sudah mengganti pakaiannya, menunggu Reihan di didalam mobil bersama sekertaris Reihan dan calon ibu mertuanya.


Didalam kamar, "Sayang aku pergi dulu ya, jaga dirimu baik-baik. Aku akan pergi kebandara melihat perkembangan disana, aku akan segera pulang" Ucap Reihan mengecup kening Aliya lembut, yang sudah mengganti pakaiannya.


"Hati-hati suamiku" ucap Aliya, sedikit tersenyum tipis. Walaupun terasa menyakitkan, Aliya tetap saja sabar.


Didepan rumah, Reihan berjalan sedikit berlari menuju mobil.

__ADS_1


"Sudah lama menungguku" Tanya Reihan, ketika mendapati wajah mami dan Sarah yang menatapnya tajam.


"Kenapa lama sekali, jangan bilang kamu masih berpamitan dengan wanita murahan itu" Tanya mami ketus


"Mi, bisa gak sih jangan ngomong gitu tentang Aliya" Bela Reihan yang tidak terima mendengar hinaan Mami kepada istrinya.


"Terserah kamu saja, mami tidak perduli tentang Aliya" Jawab mami masih menatap Reihan dengan sorot mata tajam.


Sementara Sarah hanya diam saja mendengarkan perdebatan Reihan dan ibunya itu.


"Sudah jalan cepat" Perintah Reihan kepada Roi


Setelah mengakhiri perdebatan itu, kini Roi sudah melajukan mobilnya menuju Bandaran.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili

__ADS_1


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2