Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Ekstra chapter 3


__ADS_3

Semoga, kalian selalu dipenuhi kasih sayang oleh semua orang. Begitulah yang Aliya ucapkan didalam hatinya.


Beberapa hari kemudian,


Sampailah pada waktunya pelaksanaan waktu syukuran dirumah Aliya.


Nampak semua orang dalam suasana bahagia, serta tidak lupa juga tamu-tamu yang datang itu menghampiri Aliya dan Reihan sekedar untuk menyapa mereka dan sang buah hati.


Rumah Reihan kali ini nampak sangat ramai, karena tidak sedikit orang yang dia undang untuk datang ke acara syukuran anaknya itu.


"Aldo, Alvin, makin embul aja ya pipinya" Sapa Dokter Risa kepada si bayi kembar, yang baru datang ketempat acara.


Aliya dan Reihan hanya tersenyum bahagia.


Setelah para tamu sudah berdatangan, acara syukuran pun dimulai, dengan diiringi berzikir yang dipimpin oleh seorang ustadz yang sangat terkenal di kotanya.


Setelah berzikir selesai, dilanjutkan lagi dengan berbagai doa-doa yang ustadz itu bacakan secara bersamaan dengan tamu-tamu yang mengikutinya.


Setelah acaranya berakhir, Reihan beserta Aliya membagikan sebuah amplop langsung kepada anak-anak yatim disana.


Berbagai ucapan terima kasih serta doa mereka panjatkan untuk Reihan dan Aliya.


Dua orang yang selalu memberikan sedekah kepada anak yatim setiap minggunya.


Disaat acara sudah akan berakhir, Kairo celingak-celinguk melihat kesana-kemari seperti mencari seseorang.


Kairo sudah mengelilingi rumah, namun tidak menemukan orang yang dia cari.

__ADS_1


Sampailah matanya tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk dibangku taman samping rumah.


Kairo mendekati wanita itu, "Ternyata kamu disini" Suara Kairo mengagetkan Alira yang sedang duduk dibangku.


Alira menoleh ke arah Kairo yang masih berada dibelakangnya.


"Iya kenapa" Tanya Alira


"Gak kok, kamu ngapain disini" Tanya Kairo balik. Dan duduk di samping Alira.


"Gak apa-apa" Balas Alira singkat.


"Apa kamu ada masalah" Tanya Kairo lagi.


"Tidak ada" Balas Alira


Alira sedikit menatap Kairo dengan dalam, lalu berpindah menghadap ke depan lagi dengan wajah dinginnya.


"Setelah aku melihat kebahagiaan Aliya dan Reihan, aku sadar dan aku begitu menyesali perbuatan ku dulu. Seharusnya aku tidak menjadi jahat, yang paling aku sesali adalah, aku telah membuat Heru meninggal" Jelas Alira dengan sorot mata sedihnya.


Kairo memegang bahu Alira dengan lembut, dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Kamu jangan sedih, kematian Heru adalah takdir. Jangan menyalahkan diri kamu" Ucap Kairo dengan lembut.


"Tapi, jika saja,,,,," Ucapan Alira sudah terpotong.


Karena Kairo sudah mencium bibir manis Alira dengan lembut.

__ADS_1


Alira tertegun, dia hanya diam mematung dan ada rasa tidak percaya akan sebuah ciuman yang mendarat di bibirnya itu.


Kairo melepaskan ciumannya, "Maafkan aku" Ucap Kairo, namun Alira masih saja terdiam dengan wajah masih nampak keterkejutan nya.


Alira merasakan dadanya yang berdegup kencang, "Ada apa ini, kenapa aku merasakan hal yang sama seperti saat aku bersama Heru" Batin Alira.


Kairo nampak hawatir akan Alira yang tidak memberikan respon apapun terhadap nya.


"Alira, Alira, kamu tidak apa-apa kan" Ucap Kairo dengan sudah menggoyangkan tubuh Alira dengan kedua tangannya.


Alira tersadar, dan menatap wajah Kairo.


"Aku tidak apa-apa" Jawab Alira dan berlalu pergi dari sana dengan sudah berlari kecil.


"Alira" Panggil Kairo, namun Alira tidak menggubrisnya. Dan tetap berlari menjauh dari sana.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.


Terimakasih ❤️


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili


- Cinta Segi Tiga

__ADS_1


- Queen of death


__ADS_2