
🌹Morning Sickness
Pagi hari yang cerah, dengan matahari yang menjulang tinggi keatas.
Reihan mengusap pelan pelupuk matanya, "Aliya masih belum bangun" Ucapnya lirih, dan bangun dari tempat tidur.
Reihan pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara Aliya masih tertidur pulas disana.
Setelah selesai mandi, Reihan keluar dan pergi kekamar ganti.
"Bagaimana bisa Aliya tidak juga bangun, biasanya dia yang paling duluan bangun" Ucap Reihan heran.
"Sayang, bangun, sudah pagi nih" Ucap Reihan lagi, dengan sedikit menggoyangkan tubuh Aliya.
Aliya hanya menggeliat, tanpa membuka matanya.
"Huhhh, percuma juga membangunkannya" Reihan mengecup kening Aliya dan pergi keluar begitu saja dengan pakaian yang sudah rapi.
"Tuan" Seru Roi, sekertaris nya. Yang sudah menunggu didepan pintu kamar Reihan.
"Ada apa? Biasanya kamu hanya menunggu di mobil" Tanya Reihan heran.
"Tuan perusahaan kita sedang ada masalah, itu sebabnya saya cepat-cepat kesini dan menghampiri tuan" Jelas Roi
"Ayo kita langsung berangkat saja" Ucap Reihan, mereka berdua langsung pergi kekantor begitu saja tanpa sarapan pagi.
Di kantor,,,,,,,,
Reihan sudah duduk dikursi kejayaannya, yaitu kursi seorang CEO sekaligus seorang Presdir PT. Media Jaya.
Dengan berbagai tumpukan berkas, yang akan iya periksa. Sudah membuat iya lebih dulu merasa pusing.
"Bagaimana perkembangan terakhir" Tanya Reihan, masih dengan berkas yang iya baca.
__ADS_1
"Sistem keamanan perusahaan ini sudah dibobol, dan setengah saham perusahaan hilang" Jelas Roi.
"Apa? Setengah?" Bentak Reihan
"Bagaimana ini bisa terjadi" Sambung Reihan lagi penuh emosi dengan memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Menurut analisa saya, sepertinya ada orang dalam tuan yang membuat kekacauan ini. Tetapi itu belum pasti juga, karena masih dalam pemeriksaan lebih lanjut" Jelas Roi lagi.
"Cepat cari orang itu, dan bawa kesini" Ucap Reihan dengan wajah menyeramkan.
"Ba-baik tuan" Balas Roi.
Uwekkkk Uwekkkkk
"Tuan, apa tuan sakit" Tanya Roi hawatir, ketika melihat Reihan yang mau muntah.
"Mungkin hanya masuk angin, karena dari pagi saya belum makan. Kamu jangan hawatir" Ucap Reihan, masih memegang kepalanya yang semakin pusing.
"Jangan, siapkan saja makanan untuk ku dan panggil Dokter Risa" Perintah Reihan
Tanpa membantah, Roi langsung mengerjakan apa yang Reihan perintahkan.
Tidak menunggu lama, Dokter Risa pun datang.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" Seru Reihan, yang sudah berbaring di sofa panjang dikantornya.
Risa masuk kedalam, setelah mendengarkan suara Reihan.
__ADS_1
"Rei, kamu sakit" Tanya Risa hawatir.
"Gak tau, aku merasa pusing dan mual" Jelas Reihan
"Sini aku periksa dulu" Ucap Risa, Reihan hanya mengangguk, karena rasa mual dan pusingnya ini Reihan merasa sangat terganggu. Hal seperti ini juga jarang iya rasakan.
Dokter Risa memeriksa Reihan dengan alat-alat medisnya, dan bertanya-tanya sedikit dengan apa yang Reihan rasakan saat ini.
"Menurut pemeriksaan ku, aku rasa kamu baik-baik saja. Tekanan darahmu normal, lambung mu juga normal, semuanya normal" Jelas Risa
"Lalu kenapa aku sangat merasa mual dan pusing, ditambah lagi masalah kantor sungguh membuat kepalaku hampir pecah" Gerutu Reihan
"Atau jangan-jangan......."
"Jangan-jangan apa?" Tanya Reihan penasaran, ketika Dokter Risa dengan sengaja menggantung kata-katanya.
"Jangan-jangan Aliya hamil" Ucap Dokter Risa
"Apa? Hamil?" Reihan benar-benar terkejut, sekaligus senang juga jika itu benar.
"Iya hamil" Ucap Risa lagi
"Jika itu benar tentu aku merasa bahagia, tapi apa hubungannya denganku jika Aliya hamil" Tanya Reihan bingung
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1