
🌹Pemakaman
Hari ini, adalah hari yang amat memilukan bagi Sarah yang tidak akan iya lupakan.
Ambisinya untuk mendapatkan cinta Reihan, sehingga membuat dirinya memutuskan untuk mengikuti mami ke Indonesia ternyata telah merampas nyawa kedua orang tuanya.
Sarah merasa sangat sedih dan marah pada dirinya sendiri, sehingga iya bertekad untuk mendapatkan Reihan seutuhnya.
"Kepergian mama sama papa tidak akan aku sia-siakan, aku harus mendapatkan Reihan seutuhnya" Batin Sarah, sambil memandang peti jenazah kedua orang tuanya yang tersusun rapi diruang tangah rumah Reihan.
Tepat pada pukul 17.56, jenazah kedua orang tuanya Sarah sudah dibawa dan dimakamkan di tempat pemakaman khusus Keluarga Anggaran.
Reihan memandang sendu sebuah makam yang bertuliskan Wisma Anggara yang merupakan ayah dari Reihan sendiri.
"Ayah, maafkan aku. Aku tidak bisa lagi membalaskan dendam kepada keluarga Hendra, karena aku sendiri sudah mencintai anaknya. Ya, dia adalah Aliya. Wanita yang berada disamping ku ini, dia adalah wanita yang baik ayah, dia wanita yang sangat aku cintai" Batin Reihan, dengan raut wajah kesedihan. Sambil merangkul lembut bahu Aliya yang berada disampingnya itu.
Aliya yang merasakan sentuhan lembut serta mata yang sudah berkaca-kaca pada Reihan, Aliya malah merasakan sebuah kegetiran.
"Reihan, maafkan kesalahan Keluargaku, Aku tau berat bagimu untuk memaafkannya, dan berat juga bagimu untuk membenciku kembali yang sebagai anak seorang penipu yang kau benci sampai saat ini. Pak Wisma, aku mohon restui kami dan maafkan semua kesalahan Keluargaku" Batin Aliya, sambil memandang wajah sedih Reihan.
__ADS_1
Tidak beberapa lama, acara pemakaman pun selesai. Sarah yang sejak tadi memandang tajam kepada Aliya, kini mulai melancarkan aksinya kepada Reihan.
Sarah berjalan mendekati Reihan dengan tangisannya yang dibuat sesedih mungkin "Reihan" Ucap Sarah dengan lirih memegang kepalanya, namun tubuhnya sudah jatuh ambruk ke tubuh Reihan.
Reihan langsung menangkap tubuh Sarah, "Sarah, Sarah" Panggil Reihan kesekian kalinya, namun Sarah sudah tidak sadarkan diri.
Reihan menggendong tubuh Sarah menuju sebuah mobil dengan wajah hawatir, Reihan membaringkan tubuh Sarah dibangku belakang dengan berbantalkan kakinya.
"Roi cepat bawa kerumah sakit, Aliya cepat masuk" Reihan benar-benar hawatir, Sementara Aliya memandang wajah Reihan dengan dalam.
"Kau begitu hawatir padanya, ya Allah aku sangat takut jika nanti Reihan juga mencintai Sarah. Sewaktu-waktu aku merasa sangat dicintai oleh kamu, namun diwaktu lain aku merasa takut akan kepergian kamu" Ucap Aliya dalam hatinya. Dan duduk dibangku depan bersama Roi.
Bahkan Aliya tidak mempunyai selera untuk berbicara lagi kepada Reihan. "Reihan bahkan tidak berbicara kepadaku" Batin Aliya,
Sementara Reihan semata-mata hanya menghawatirkan Sarah, ya walaupun Sarah ingin menjadi istri Reihan tapi Reihan sebenarnya hanya menganggap Sarah sebagai adiknya. Ukhh, sakit juga ya kalau dicuekin. begitulah yang Aliya rasakan.
Setibanya dirumah sakit, Reihan kembali menggendong tubuh Sarah menuju sebuah tandu untuk membawa Sarah keruangan IGD.
Sarah ditangani oleh Dokter disana, Reihan nampak mondar-mandir disana. Sementara mami dan juga Bram datang menyusul.
__ADS_1
Aliya sejak tadi hanya memperhatikan wajah kehawatiran Reihan kepada Sarah tanpa mau berbicara sedikitpun. "Kenapa hatiku begitu sakit, melihat suamiku menghawatirkan wanita lain" Batin Aliya
Dokter keluar dari ruangan IGD, "Bagaimana dok" Tanya Reihan antusias.
"Tidak ada yang perlu di hawatirkan, nona Sarah hanya sedikit syok dan kecapekan saja. Nanti saya beri resep obat yang harus nona Sarah minum. Saya permisi dulu" Ucap Dokter sembari tersenyum manis kepada Reihan.
Reihan beserta yang lainnya menghela nafas lega, "Syukurlah Sarah tidak kenapa-kenapa" Ucap mami, wajah yang tadinya tegang kini terlihat sedikit guratan senyum dibibir mereka semua.
"Huuuuahamm" Kenapa aku mengantuk, padahal baru juga malam" Batin Aliya, sementara mami memandang tajam kepada Aliya.
"Bikin malu saja, memangnya anak kecil, jam segini sudah mengantuk. Jangan-jangan kamu cemburu ya sama Sarah" Ucap mami, merasa tersinggung disaat seperti ini Aliya malah menguap didepan semua orang.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga