
🌹Keracunan
Reihan menatap tajam kearah pria itu, jiwa membunuhnya muncul begitu saja setelah melihat siapa orang yang berada didepannya itu.
"Bram" Ucap Reihan dengan sorot mata tajam.
Pria itu bernama Bram, yang tidak lain adalah kakak kandung dari Sarah.
Bram yang tadinya menunduk, kini menegakkan kepalanya dan memandang Reihan dengan senyuman gelinya.
"Ternyata kamu yang sudah membuat perusahaan ku kacau akhir-akhir ini" Ucap Reihan dengan sedikit tertawa meremehkan.
"Cih, jika memang aku, lantas kamu mau apa" Jawab Bram sedikit mendecah jijik.
"Hahaha ternyata kamu besar nyali juga ya" Ucap Reihan sambil tertawa puas disana.
"Jika tidak besar, mana mungkin aku bisa melakukan ini" Jawab Bram
Reihan berjalan mendekati Bram, dengan tatapan tajam membunuhnya.
Bram yang melihat itu tidak merasa takut sama sekali, iya malah tersenyum tipis seperti begitu menantang Reihan.
"Katakan padaku siapa yang bersamamu melakukan semua ini, kamu pasti dibantu oleh seseorang. Jika kamu memberitahuku, aku akan mengampuni nyawamu." Ucap Reihan yang sudah mendekatkan wajahnya didepan wajah Bram.
"Cuihhhhh, kamu kira aku sebodoh itu" Ucap Bram yang langsung meludahi wajah Reihan.
Roi yang melihat itu begitu geram, hingga iya sendiri mendekati Bram dengan mengarahkan sebuah pistol dikepala Bram.
Bram nampak hanya tertawa puas, tidak ada rasa takut sama sekali. Roi yang melihat itu semakin geram, dan jarinya sedikit lagi akan benar-benar menembak kepala Bram.
"Jangan dulu" Ucap Reihan, Yang langsung menghentikan Roi.
__ADS_1
Roi langsung menarik kembali pistol yang tertempel dikepala Bram.
"Hahaahaha, kenapa tidak jadi. Bunuh saja aku" Ucap Bram masih tertawa puas disana.
Reihan nampak diam, sambil memandang wajah Bram.
"Sepertinya kekerasan bukanlah cara yang terbaik untuk menggertaknya, aku harus mencari jalan lain" Batin Reihan
"Roi ayo kita pergi dulu" Ucap Reihan, dan Roi hanya mengangguk dan mengikuti Reihan keluar dari ruangan itu.
Setelah berada diluar, Reihan duduk disebuah sofa yang sudah disiapkan untuk dirinya.
"Roi, cari informasi tentang orang terdekat Bram dan bawa dia kesini" Perintah Reihan dan Roi hanya mengangguk mengiyakan.
Dua hari kemudian...,...
"Tuan, saya sudah menemukan informasi tentang orang terdekat Bram. Dan dia juga ada di Indonesia, dia juga merupakan pacar Bram" Jelas Roi didepan meja kerjanya Reihan dikantor.
"Baik tuan" Balas Roi, dan hendak pergi.
Namun belum sempat Roi pergi, sebuah suara dering handphone miliknya menghentikan langkahnya.
Nampak sebuah nama yang tidak asing tertera dilayar handphone miliknya.
"Halo"
,,,,,,,,,,,,
"Apa?" Roi benar-benar terkejut, sementara Reihan memandang Roi penuh tanya dan rasa penasaran.
Setelah Roi mematikan teleponnya, Reihan langsung membuka suara.
__ADS_1
"Ada apa" Tanya Reihan
"Bram sudah mati tuan" Jelas Roi dengan wajah takutnya.
"Apa? Ayo kita kesana" Ucap Reihan dan langsung menuju ketempat tujuan dimana tempat Bram disekap.
Setelah sampai pada tujuannya, Tepatnya didalam ruangan itu.
Sosok Bram sudah tidak bernyawa dengan seluruh kulitnya yang membiru.
Roi dengan sigap memeriksa disekitar tubuh Bram, karena dari ciri-ciri tubuh Bram menunjukan bahwa dirinya seperti keracunan.
Roi nampak membelalakkan matanya, mengedarkan pandangannya kepada sebuah jarum kecil menempel di tekuk belakangnya.
"Tuan" Panggil Roi sambil menunjuk kebenda itu.
Setelah melihat kearah yang Roi tunjuki.
Reihan menatap tajam kearah para penjaga yang bertugas menjaga Bram. Para penjaga itu nampak menundukan kepalanya, tidak berani menatap Reihan yang nampak sangat marah itu.
"Dari mana saja kalian, kenapa sampai seperti ini" Teriak Reihan menggema disana.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1