
🌹Makan Malam Yang Panjang
Malam harinya, Aliya menuruni tangga bersama Reihan.
Kali ini Aliya sedikit ada jarak diantara mereka, raut wajah Aliya pun sedikit dingin dan tanpa ekspresi.
Reihan duduk dimeja makan, sementara Aliya duduk diantara Reihan disisi kirinya dan juga Kairo disisi kanannya.
Kairo tersenyum ramah kepada Aliya, sementara Aliya juga membalas senyuman manisnya kepada Kairo.
"Hai, Kairo" Tegur Aliya
"Hai"
Sarah yang menyernyitkan sebelah alisnya, menatap Aliya dan Kairo penuh dengan rasa heran. Namun dia tepiskan karena dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan disaat Aliya sedang lengah.
"Sejak kapan mereka sangat akrab" Batin Sarah.
"Reihan ini makanannya" Sarah menyodorkan sebuah piring yang sudah dia beri nasi dan juga sedikit daging dan sayuran.
Tanpa menjawab, Reihan mengambil makanannya begitu saja pemberian Sarah dengan terus menatap Aliya dan Kairo. Sarah merasa sangat senang, ini pertama kalinya bagi Sarah, Reihan mau mengambil pemberian darinya.
"Kairo apa kamu mau aku ambilin" Tanya Aliya ramah.
"Boleh" Balas Kairo sedikit tersenyum manis.
Mami hanya fokus makan saja, dia tidak peduli tentang Aliya dan siapa yang dia layani saat ini.
__ADS_1
Sementara Reihan masih menatap mereka dengan tajam, gemuruh dihatinya mulai bergemuruh seperti tidak biasa terbendung.
Kairo sedikit menyenggol kaki Aliya, dan mengedipkan matanya. Rencana kita berhasil, begitulah kira-kira yang Kairo sampaikan dengan matanya.
Aliya tersenyum manis, dan mulai melancarkan aksinya.
"Kairo apa ini cukup" Tanya Aliya dengan manja.
"Huh baunya sangat harum dan enak, apa kamu yang memasak? Jika seperti ini aku jadi betah nih disini" Balas Kairo, Aliya tersenyum senang kepada Kairo.
"Syukurlah jika begitu" Ucap Aliya
"Aliya, apa kamu mau aku suapin" Tanya Kairo.
Reihan semakin membelalakkan matanya, "Kairo, jaga sikapmu. Aliya, sini biar aku saja yang menyuapi mu" Ucap Reihan
"Bukankah kamu sudah memiliki Sarah" Tanya Kairo sinis.
"Aliya adalah istriku, dan kamu tidak berhak mengatur ku" Ucap Reihan dengan suara meninggi kepada Kairo, tanpa menjawab Sarah.
Reihan benar-benar tidak peduli dengan keberadaan Sarah saat ini. "Aliya, sini kita makan dikamar saja" Ajak Reihan
"Pak Jaya" Panggil Reihan, Pak Jaya yang sejak tadi berdiri dibelakang Reihan, sedikit jauh kebelakang dekat dapur.
Pak Jaya berlari kecil menghampiri Reihan,
"Pak Jaya Siapkan makanan untuk kami" Perintah Reihan, Pak Jaya hanya mengangguk.
__ADS_1
"Ayo Aliya" Ajak Reihan lagi
"Tapi aku mau makan disini saja" Ucap Aliya.
"Baik jika itu mau mu, kalau begitu pastikan semua makanan ini kamu makan dan kamu habiskan. Jika perlu, aku sendiri yang akan menyuapi mu. Bagaimana?" Ucap Reihan, menatap tajam Aliya.
"Tenang Aliya, aku akan membantumu. Perutku ini cukup kuat kok untuk makan ini semua" Jawab Kairo semakin bersemangat, dan menyemangati Aliya.
Aliya tersenyum senang, sementara Reihan semakin geram. "Aliya, kamu berani menentang ku. Jika kamu tetap disini aku akan menikahi Sarah besok" Ucap Reihan sedikit mengancam Aliya.
"Hah, itu kabar yang bagus dong" Balas Aliya tersenyum senang.
Sarah dan mami dan tidak menyangka dengan jawaban Aliya, ya walaupun senang juga dengan keputusan Reihan.
Reihan malah semakin geram, "Reihan, kamu tidak bercanda kan, Aliya juga senang kok jika kita secepatnya menikah" Ucap Sarah dengan manja dan menggelayut di lengan Reihan.
Bukannya merasa senang, Reihan malah semakin kesal dan marah. Reihan menghempas kasar tangan Sarah, sehingga Sarah hampir saja terjatuh.
"Menikah saja sendiri" Reihan berlalu pergi dari sana, dengan membawa kekesalannya.
Sarah yang mendapatkan perlakuan kasar Reihan, menatap sedih kepada mami. Berharap mami membela dirinya.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga