
🌹Awal Kehancuran Aliya
Setelah mendengar ketukan pintu, Reihan yang tadinya sudah berbaring ditempat tidur dengan terpaksa harus bangun untuk membuka pintunya.
"Sarah kau kesini" Tanya Reihan bingung, namun masih menyipitkan matanya karena penglihatannya sedikit buram akibat minuman yang iya minum tadi.
"Iya aku kesini, bukankah kau yang menghubungiku dan menyuruhku kesini. Jika tidak, mana mungkin aku bisa tau kamu disini" Ucap Sarah dengan manja.
"Benarkah" Reihan sedikit berpikir, namun Reihan tidak mengingat apapun perihal menyuruh Sarah ke hotel.
Tanpa berpikir panjang, Sarah nyelonong masuk begitu saja.
"Hei Sarah, awwww" Reihan memegang kepalanya yang semakin sakit, lalu ambruk kelantai.
Ternyata obat yang manager itu masukan kedalam minuman Reihan, akan semakin bereaksi setelah Reihan lebih banyak bergerak.
"Reihan" Sarah berlari kecil menghampiri Reihan, dan membawanya kekasur hotel itu.
Tubuh Reihan terlalu berat, sehingga Sarah kewalahan membawa Reihan ke atas kasur.
Setelah sampai didekat kasur itu, Sarah kehilangan keseimbangan. Sehingga dirinya dan juga Reihan jatuh tepat diatas kasur itu secara bersamaan.
"Aliya" Ucap Reihan dengan lirih.
Sarah tertegun mendengar perkataan Reihan, ada rasa sakit yang mendalam dihatinya ketika Reihan menyebut nama Aliya dan hanya mengingat Aliya walaupun disaat seperti ini.
Tanpa berpikir panjang, Reihan langsung bereaksi dikasur itu. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Sarah melayani Reihan layaknya suami istri walaupun hatinya sedikit sakit.
__ADS_1
Sementara ditempat lain, Aliya mondar-mandir seperti setrika didalam kamar miliknya.
"Kenapa Reihan belum pulang" Batin nya, sesekali melihat kearah pintu dengan perasaan yang cemas.
Tubrakkkkk
"Haaaaah" Aliya begitu terkejut ketika mendengar suara sesuatu yang jatuh. Hingga membuatnya hampir melompat.
Aliya melihat disekeliling, ternyata sebuah foto pernikahan yang terbingkai diatas meja tempat tidurnya terjatuh.
Aliya berlari kecil menghampiri foto itu, "Kenapa foto ini bisa jatuh, perasaan ku menjadi tidak enak. Dimana kamu Reihan, semoga kamu baik-baik saja" Ucap Aliya dengan lirih masih memegang sebuah foto pernikahannya bersama Reihan. Baru saja Reihan meletakan foto itu dikamar mereka kemarin, tapi sekarang foto itu tiba-tiba jatuh dan pecah.
Pagi harinya, Reihan bangun sedikit menggeliatkan tubuhnya dan mengusap lembut pelupuk matanya.
Reihan seperti mendengar suara seseorang menangis disamping nya, lalu menoleh kearah suara.
"Hah apa ini? Kenapa kita seperti ini"
"Apa maksudmu, kau sudah menodaiku. Terlebih lagi aku belum menikah denganmu,,,, hik hik" Ucap Sarah yang sudah menangis histeris.
"Sarah berhentilah menangis"
"Bagaimana aku bisa berhenti, kamu harus bertanggung jawab Reihan. Dan kamu harus menikahi aku secepatnya" Bentak Sarah.
Reihan memegang kepalanya, dan menjambak rambutnya sendiri. "Apa yang aku lakukan ini, Aliya maafkan aku" Batin Reihan
"Apa kamu tidak ingin bertanggung jawab" Ucap Sarah lagi.
__ADS_1
"Tidak, bukan seperti itu. Ayo sebaiknya kita pulang dulu dan kita selesaikan semuanya" Ucap Reihan, Sarah mengangguk mengerti.
Setelah membersihkan diri, mereka berdua pulang kerumah dengan dijemput oleh Roi.
Roi menatap heran, ketika melihat Sarah bersama dengan Reihan keluar dari hotel itu.
"Tuan anda bersama nona Sarah" Tanya Roi
"Iya, ayo kita pergi kerumah" Balas Reihan
Setelah Reihan dan Sarah masuk kedalam mobil, Roi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah.
Aliya yang terus merasa hawatir, ternyata menunggu Reihan didepan pintu rumahnya sejak tadi.
Setelah melihat mobil Reihan akan memasuki halaman rumah, sedikit senyuman terlukis diwajah Aliya.
Namun senyumannya tiba-tiba saja menghilang, setelah melihat Sarah juga keluar dari mobil yang sama dengan Reihan.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1