
🌹Salah Tembak
"Baiklah, berjanjilah jika kalian akan benar-benar menepati janji kalian. Setelah kalian membunuhku, lepaskan Aliya dan juga ibuku" Ucap Reihan pasrah.
Aliya menggeleng dengan mata membulat sempurna.
"Tidak, jangan lakukan itu" Teriak Aliya sekeras mungkin.
"Kak, jangan lakukan ini. Jangan membuat kesalahan lagi, mungkin semua ini sudah takdir kita kak" Sambung Aliya lagi.
"Diam kamu Aliya, kamu tidak mengerti apa-apa" Bentak Alira.
"Aku mencintai Reihan kak" Ucap Aliya dengan sangat lantang. Seketika Alira menoleh ke arah Aliya dengan tajam penuh amarah.
"Apa maksudmu, dia sudah membuat kita hancur kenapa kamu mencintai dia" Bentak Alira dengan geram.
"Reihan tidaklah jahat seperti yang kalian lihat, dia adalah pria yang baik kak. Hanya saja rasa sayangnya terhadap kakak dulu dan juga ayahnya yang sudah meninggal karena ayah sudah membuat Reihan menuju jalan yang salah. Aku mohon jangan lakukan kesalahan lagi" Pinta Aliya
"Kakak ingat perusahaan yang ayah kelola, Reihan hanya mengambilnya kembali dari kita karena itu adalah milik keluarganya..Apa kakak pernah berpikir kenapa Reihan hanya mengusir kita, dan tidak membunuh waktu itu? Padahal dia bisa saja membunuh kita waktu itu, itu Karena dia hanya memberikan pelajaran kepada kita" Jelas Aliya.
"Kak Heru,. Kamu tau, perusahaan yang kakak miliki itu dulu sudah berada diambang kehancuran, dan hanya Reihan yang bisa membantu. Masalah perjodohan itu, sebenarnya kedua orang tua mu yang tidak menginginkan kak Alira. Tapi Reihan sengaja memanfaatkan itu agar kalian sakit hati, sebenarnya yang membuat perjodohan itu adalah orang tuamu dan membuat rencana itu adalah orang tua mu" Jelas Aliya sedikit memandang wajah Heru.
Flashback 🌹
Sebelum kedatangan Reihan dan juga Aliya kekantor Heru, Reihan sudah lebih dulu bertemu kedua orang tua Heru.
__ADS_1
Tepatnya, kedua orang tua Heru datang kepada Reihan untuk meminta bantuan untuk menyelamatkan perusahaan, mereka begitu menyesali perbuatan Heru kepada Reihan yang sudah merebut Alira dari Reihan.
Sehingga mereka sedikit merasa malu dan mereka menjanjikan bahwa mereka akan menjauhkan Alira dari Heru. Karena sejatinya mereka tidak menginginkan Alira menjadi menantu mereka, karena mereka sudah mengetahui sifat busuk Ayahnya Alira kepada keluarga Reihan, mereka juga sudah menyiapkan calon pengantin yang menurut mereka cocok untuk Heru.
Dan akhirnya Reihan menyetujui keinginan kedua orang tua Heru, dan sedikit memberi pelajaran kepada Heru dan juga Alira yang sudah berhianat kepada dirinya.
Flashback off 🌹
Aliya memang sudah mengetahui semuanya, itu sebabnya Aliya tidak pernah membenci Reihan.
Alira dan juga Heru terdiam. "Tidak, itu tidak benar. Aku tidak mempercayai itu" Timpal Heru menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Itu benar adanya kak Heru" Balas Aliya
"Aku akan tetap membunuhnya" Ucap Heru, dan seketika pistol yang iya pegang itu segera iya arahkan kepada Reihan.
Dorrrrrrrrrrrrrrrrrr
"Akkhhhhh"
Heru tergeletak dilantai, semua mata menuju kearah Heru dengan mata melotot sempurna, dengan tatapan tidak menyangka.
"Mami" Ucap Aliya lirih
"Heru" Ucap Alira lirih tidak menyangka.
__ADS_1
Ditengah Heru dan Alira lengah, mami membuka ikatan talinya dengan menggunakan gunting yang sudah berkarat.
Disaat Heru mengarahkan sebuah pistol kepada Reihan, mami dengan langkah cepat berlari menuju Heru dengan niat menghalangi tembakan Heru.
Namun disaat dia mendekati Heru dengan sedikit berlari, mami malah tersandung dengan kakinya mengait kesebuah tali. Heru yang akan menembaki Reihan itu, seketika terkejut akan seseorang yang akan jatuh disampingnya.
Refleks, Heru melihat kearah Mami dengan sedikit menghadap kearah mami. Dan akhirnya, gunting yang mami pegang sejak iya berlari tadi karena tidak sadar lagi dengan situasi genting, gunting itu menancap begitu saja didada sisi kiri Heru tepat mengenai jantungnya.
Heru yang merasakan sakit disisi kiri dadanya, tanpa sadar tangan kanannya yang memegang pistol itu yang akan menembak Reihan kini beralih tembakan itu menuju arah mami tanpa dia kehendaki.
Peluru itu mendarat tepat disisi kanan dada mami.
Heru dan mami kini tergeletak dilantai dengan sudah tidak sadarkan diri.
"Heru" Alira berteriak dengan berlari menghampiri Heru yang sudah tergeletak dilantai.
Sementara Reihan juga menghampiri mami, dengan sedikit mengangkat kepala mami dengan tangannya.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga