Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Kepergian Kairo


__ADS_3

Semenjak kepergian Sarah dirumah itu, Aliya dan Reihan semakin bahagia dan suasana rumah nampak begitu tenang dan tentram.


Dimeja makan,


"Aku rasa mereka sudah benar-benar saling mencintai" Batin mami, berpikir dalam diamnya melihat kemesraan Reihan dan Aliya yang semakin hari semakin bertambah mesra.


Walaupun begitu, mami masih belum bisa menerima Aliya sebagai menantunya. Kesalahan Keluarga Aliya yang membuat suaminya meninggal, masih membekas didalam hatinya.


Kairo nampak membawa sebuah koper miliknya menuju meja makan.


"Kairo, kamu mau kemana" Tanya Aliya spontan ketika melihat Kairo membawa kopernya.


"Aku akan pulang ke Amerika" Jawab Kairo dengan senyuman manisnya.


"Kenapa tidak memberitahu Tante Kairo" Tanya mami


"Ini udah waktunya Kairo pulang Tante, Kairo sengaja tidak memberitahu kalian. Agar kalian selalu merindukan Kairo" Ucap Kairo, dengan senyuman mengejeknya.


"Kamu ini ya, datang tidak di undang pulang tidak di antar" Ejek Reihan


"Haha, emangnya aku Jailangkung?" Protes Kairo, sambil tertawa kecil


Mami meneteskan kristal bening miliknya, menatap sendu anak-anaknya.


"Mam, kenapa" Tanya Aliya


Mami tidak bergeming, mami malah pergi begitu saja menuju kamarnya.

__ADS_1


Reihan begitu mengerti perasaan ibunya itu, Reihan mengedipkan matanya kepada Kairo menunjuk kearah mami.


Kairo yang memang mengerti langsung menyusul mami menuju kamarnya.


"Tante" Panggil Kairo kepada mami yang sudah duduk membelakangi dirinya.


Kairo mendekati mami, Kairo sedikit berjongkok dengan bertumpukan kedua lututnya menghadap mami.


"Tan, maaf jika Kairo sering datang dan pergi sesuka hati Kairo. Kairo akan sering-sering kesini, Tante tenang aja. Kairo mau menyelesaikan pendidikan Kairo dulu" Jelas Kairo dengan sudah memegang kedua tangan mami.


Mami memegang bahu Kairo dengan kedua tangannya, "Berdirilah nak" Ucap mami


Kairo berdiri, "Tante tidak menghalangi mu Kairo, tante hanya sedih saja jika kalian menjauh dari tante. Tante hanya memiliki kamu dan juga Reihan, selain itu Tante tidak mengharapkan apapun lagi" Jelas mami.


"Tante, Kairo janji. Kairo akan segera kesini setelah Kairo menyelesaikan pendidikan Kairo" Ucap Kairo


"Kairo juga Tante" Kairo tersenyum manis, dan mencium pucuk kening mami lembut.


Setelah itu, Kairo berpamitan kepada mami, Reihan dan juga Aliya.


Kairo pergi dari sana, tentunya dengan membawa sebuah koper menuju mobilnya.


Terlihat Aliya dan juga mami melambaikan tangannya, kepada Kairo yang sudah melajukan mobilnya menuju Bandaran.


"Mam, Al, aku berangkat kerja ya" Ucap Reihan, langsung membuyarkan kesedihan yang mereka rasakan.


"Iya suamiku, hati-hati" Aliya mencium pucuk tangan Reihan. Sementara Reihan kembali mencium pucuk tangan ibunya

__ADS_1


Setelah kepergian Reihan dan juga Kairo, mami masuk tanpa berbicara sedikitpun kepada Aliya. Aliya merasa sedikit hawatir, sehingga dia memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Mam, apa mami sehat. Ayo aku antar kekamar" Tawar Aliya


"Tidak perlu" Balas mami dingin.


Aliya menghentikan langkahnya, tidak berani lagi mengikuti mami. Akhirnya iya memutuskan hanya untuk melihat mami dari kejauhan hingga mami benar-benar masuk kedalam kamar.


"Mami pasti sedih banget, semenjak ada Kairo, rumah ini menjadi ramai akan tawa dan canda. Sekarang Kairo sudah pergi, rumah ini pasti akan kembali sepi seperti tanpa penghuninya" Batin Aliya masih memandang pucuk belakang mami.


Aliya kembali berjalan menaiki tangga, setelah merasa mami sudah benar-benar memasuki kamarnya.


Didalam kamar,,,,,,,,,,


Aliya duduk disebuah sofa, dengan menyandarkan kepalanya dibangku itu sambil memejamkan matanya.


"Aku merasa sangat pusing akhir-akhir ini" Ucap Aliya lirih.


"Tidak seperti biasanya seperti ini" Ucap Aliya lagi.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili

__ADS_1


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2