
"Alira" Panggil Kairo, namun Alira tidak menggubrisnya. Dan tetap berlari menjauh dari sana.
Kairo mengacak rambutnya sendiri dengan penuh kekesalan.
"Hah, kenapa juga aku menciumnya tadi. dia pasti marah padaku" Ucap Kairo dengan kesal.
"Siapa yang kau cium" Seseorang dengan sukses mengagetkan Kairo.
"Hahhhh"
"Astagfirullah, Mengagetkan saja" Ucap Kairo ketus.
"Apa kau mencium seseorang, katakan padaku siapa dia" Tanya Reihan lagi dengan penuh rasa penasaran.
"Aku tidak mencium siapapun, asal bicara saja" Balas Kairo dengan gugupnya.
"Lihatlah dirimu, kamu begitu gugup. Bukankah kamu tidak seperti ini sebelumnya" Tanya Reihan sedikit melirik penuh selidik.
"Aku tidak mencium siapapun" Balas Kairo sedikit meninggikan suaranya.
Kairo pergi meninggalkan Reihan tanpa mengatakan apapun, Nampak Reihan masih tersenyum manis melihat tingkah Kairo.
"Tidak mau mengaku lagi, aku yakin sekali, dia pasti mencium Alira" Ucap Reihan dengan lirih, masih dengan wajah menebak-nebak.
Ditempat lain, tepatnya disebuah mobil sport mewah milik Alira.
Alira masih duduk termenung didalam mobil, ciuman itu masih memenuhi otaknya akan perasaan aneh yang dia rasakan disaat Kairo menciumnya.
__ADS_1
Awalnya Alira merasa biasa-biasa saja kepada Kairo, namun setelah Kairo menciumnya malam ini, Alira menjadi merasakan kembali degup jantungnya disaat dia memikirkan ciuman Kairo kepadanya.
"Apa yang terjadi, kenapa aku merasakan ini semua" Ucapnya lirih masih memegang dadanya.
Setelah lama didalam mobil, Alira melajukan mobilnya menuju tempat kediamannya.
Sesampainya disana, Alira langsung masuk kedalam kamar miliknya.
Pikiran Alira masih diganggu oleh ciuman Kairo kepadanya, "Ahhhhh,.kenapa aku seperti ini" Ucapnya dengan sedikit berteriak kesal.
Sebenarnya Alira sudah tidak ingin memikirkan masalah perasaan lagi, ditambah dengan kejadian yang pernah ia lalui bersama Heru sungguh membuat Alira trauma akan sebuah cinta.
Namun perasaan juga tidak bisa dihentikan, sama seperti saat ini perasaan nya kepada Kairo yang tiba-tiba muncul setelah ciuman itu Kairo berikan kepadanya.
Semalaman ini Alira masih terjaga, pikiran nya akan sebuah cinta sungguh membuatnya takut.
"Cih, Kenapa aku begitu bodoh" Ucap Kairo kesal, dengan mengacak-acak rambutnya asal.
"Sebaiknya aku harus menemui Alira besok dan meminta maaf padanya" Sambung Kairo lagi.
Keesokan harinya, Kairo sudah bersiap-siap untuk pergi ke Kantor tempat Alira bekerja.
Alira dan Kairo sama tidak tidur semalaman ini.
Setelah bersiap-siap, Kairo sedikit melihat jam tangannya yang menunjukan jam 07.30 itu tandanya Alira pasti sudah berangkat dari rumahnya.
Kairo berlalu pergi dari rumah menuju bagasi mobilnya, Reihan dan Aliya yang sedang sarapan dimeja makan menatap Kairo dengan heran.
__ADS_1
"Kenapa Kairo sangat buru-buru, hingga tidak sempat untuk sarapan bersama" Tanya Aliya yang merasa penasaran.
"Gak tau" Balas Reihan singkat.
"Kenapa tidak tau? Bukankah Kairo sekarang sudah bekerja dikantormu, dan tidak menjadi Detektif lagi" Tanya Aliya lagi.
"Mungkin dia akan menemui seseorang" Balas Reihan
"Seseorang? siapa?" Tanya Aliya lagi.
"Suamimu itu Kairo atau aku sih, kok kamu nanyain Kairo terus" Balas Reihan yang mulai jengkel.
"Tentu saja kamu dong, aku hanya penasaran saja, tidak seperti biasanya dia seperti itu" Balas Aliya
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Cinta Segi Tiga
- Queen of death
__ADS_1