Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Mabuk


__ADS_3

🌹Mabuk


Roi memapah Reihan untuk berjalan menuju kamarnya dengan jalan yang sempoyongan. Ya, karena tubuh Reihan itu lebih besar dan tinggi dari Roi. Roi sedikit kesusahan membawa Reihan dengan keadaan yang sudah mabuk berat.


"Pergilah aku bisa sendiri" Perintah Reihan yang sudah sampai didepan pintu kamarnya.


"Tapi tuan..." Roi sedikit ragu jika hanya mengantar Reihan didepan pintu kamar nya.


"Pergilah, jangan sampai aku mengulangi kata-kata ku" Ucap Reihan kembali sedikit menaikan suaranya


"Baik tuan" Roi sedikit menundukan kepalanya memberi hormat dan berlalu pergi dengan ragu-ragu.


Reihan yang masih bersandar didinding itu, segera membuka pintu kamarnya. Reihan masuk dengan berjalan sempoyongan menyeimbangi tubuhnya yang sulit iya kendalikan itu.


Reihan yang masih berjalan, memegang kepalanya yang terasa berat. akhirnya dia kehilangan keseimbangan sehingga tubuhnya terjatuh kelantai.


Aliya yang tadinya tertidur, kini sudah terbangun ketika mendengar suara sesuatu yang terjatuh.


"Tuan , tuan" Panggil Aliya kepada Reihan dan menepuk pelan pipi Reihan, yang hampir tidak sadarkan diri dan sudah berbaring di lantai.


"Hmmmm" Hanya deheman yang keluar dari mulut Reihan namun dengan mata yang masih tertutup. Aliya menghela nafas lega, "Syukurlah dia tidak pingsan" Batin Aliya

__ADS_1


"Ayo tuan aku bantu untuk bangun" Ucap Aliya dan Reihan mengikuti saja. Aliya tau jika Reihan sedang mabuk tapi tidak berani bertanya.


Reihan sudah berada ditempat tidurnya, Sementara Aliya, merapikan selimut untuk Reihan. Namun tiba-tiba, Reihan menarik tangan Aliya dan memeluk tubuh Aliya erat, sehingga Aliya sudah berada diatas dada bidang Reihan.


"Tu-tuan apa yang tuan lakukan" Aliya memberanikan diri untuk bertanya namun Reihan tidak menghiraukannya.


"Tuan aku ingin per.." Reihan sudah mencium bibir tipis Aliya sehingga ucapan Aliya terpotong.


Reihan masih bermain dengan lembut dengan bibirnya, Aliya terdiam sesaat ketika mendapat ciuman secara tiba-tiba. Aliya merasakan getaran hebat dihatinya.


Aliya meronta-ronta, berusaha agar Reihan melepaskan dirinya. Namun tidak berhasil, karena tenaga Reihan terlalu kuat mustahil bagi Aliya untuk melepaskan pelukan Reihan.


Reihan berbalik membaringkan tubuh Aliya keatas ranjang dan tubuh Reihan sudah menindih tubuh Aliya. Tanpa menunggu lama kini Reihan dan Aliya sudah melewati malam yang panjang. Hingga keduanya tidak kuasa lagi untuk bangun dari tempatnya, dan memilih untuk tidur dengan posisi yang masih berpelukan.


Mengejutkan bukan? ini pertama kalinya bagi Aliya merasakan sensasi yang memanaskan diatas ranjang.


Begitupun dengan Reihan.


Walaupun dulu Reihan pernah berpacaran, tapi Reihan tidak pernah menyentuh wanita yang bukan berstatus istrinya. Berbeda sekali bersama Aliya, Aliya sama sekali tidak pernah berpacaran, apalagi merasakan hal seperti ini. Tentu ini akan membuat iya merasa terpukul, tentang kehormatannya yang direnggut secara paksa oleh Reihan.


Pagi harinya, Reihan menggosok pelipis matanya pelan ketika merasakan pancaran sinar matahari menembus kaca jendela nya.

__ADS_1


Reihan terkejut ketika melihat banyak bercak darah dikasur dan selimutnya. Lebih terkejut lagi ketika iya melihat tubuhnya yang tanpa sehelai benang.


"Hhaaaaa, apa yang terjadi" Tanya Reihan bingung kepada dirinya sendiri


"Apa aku sedang bermimpi" Ucap Reihan pelan, Reihan mencoba menyadarkan dirinya dengan memukul kepalanya keras.


"Awwwwwww" Reihan merasakan sakit dikepalanya


"Ternyata bukan mimpi" Sambungnya lagi.


"Lalu apa yang aku lakukan semalam" Tanyanya heran kepada dirinya sendiri.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga

__ADS_1


__ADS_2