Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Aliya Siuman


__ADS_3

🌹Aliya Siuman


Keesokan harinya,


Reihan masih terlelap dalam tidurnya, dengan posisi yang masih duduk dengan berbantalkan tangannya di ranjang yang Aliya tempati.


Reihan yang masih tertidur, merasakan sebuah tangan yang sedang menepuk pundaknya beberapa kali. Dengan mata yang masih berat untuk terbuka, Reihan mengangkat kepalanya dengan mata yang kian perlahan terbuka dengan sedikit menguap, dia melihat kearah yang sudah menyenggol bahunya.


Reihan terbelalak sempurna, dengan sigap dia memegang tangan itu dengan deraian air mata.


"Aliya, Aliya sayang. Kamu sudah sadar" Ucap Reihan mencium tangan Aliya beberapa kali, terharu dan dengan perasaan bahagia, dia memencet tombol khusus untuk memanggil Dokter dan perawat.


Tidak berapa lama, Dokter dan juga beberapa perawat datang kedalam ruangan itu.


"Tuan, saya periksa dulu" Mendengar perkataan Dokter itu, Reihan sedikit menjauhi Aliya dan membiarkan Dokter itu untuk memeriksa Aliya terlebih dahulu.


Aliya nampak masih bingung, dan menatap wajah orang-orang itu satu persatu, namun masih tetap bungkam karena selang oksigen masih menempel di mulut dan hidung nya.


Setelah selesai memeriksa Aliya, Dokter itu kembali menghadap kepada Reihan dengan segurat senyuman terlukis diwajahnya.

__ADS_1


"Tuan, keadaan nona Aliya sekarang 97% sudah semakin membaik. Namun, kami juga harus memeriksa, apakah ingatan nona Aliya menghilang atau tidak. Tuan adalah orang terdekat nona Aliya, untuk itu saya mempersilahkan tuan untuk mengobrol dengan nona Aliya, dan saya akan memperhatikan dari sini perkembangannya" Jelas Dokter itu.


Tanpa menjawab, Reihan mulai mendekati Aliya. Salah satu perawat disana melepaskan selang oksigen itu dari Aliya.


"Aliya" Ucap Reihan, namun Aliya tidak menjawab, malah menunjukan wajah bingungnya.


"Aliya, kamu masih mengingat aku kan" Tanya Reihan lagi.


Aliya hanya menggeleng, menatap Reihan dengan datar.


"Aku tidak mengenalimu, apa namaku adalah Aliya" Tanya Aliya dengan polos.


"Suamiku?" Tanya Aliya dengan wajah bingungnya, dan Reihan hanya mengangguk. Aliya mencoba untuk mengingat apakah dirinya memang sudah memiliki seorang suami. Namun, uapayanya untuk mengingat masalalunya malah membuat kepalanya kian sakit dan terasa sangat menyakitkan.


"Awwwwww, kepalaku" Ucap Aliya meringis, seraya memegang kepalanya yang semakin menyakitkan.


"Dokter, Dokter" Teriak Reihan hawatir, ketika melihat Aliya kesakitan.


Dokter itu dengan sigap, menyuntikan sebuah obat pereda rasa sakit dan memberikan Aliya sedikit obat penenang.

__ADS_1


Aliya kini kembali terlelap, dengan tidak meringis kesakitan lagi.


"Dok, ada apa dengan istri saya" Tanya Reihan semakin hawatir.


"Nona Aliya tidak apa-apa tuan, hanya saja sekarang saya memberikannya obat penenang agar nona Aliya dapat beristirahat terlebih dahulu. Untuk masalah sakit yang nona Aliya rasakan tadi, itu karena dia mencoba mengingat masalalunya. Dan sebaiknya, tuan jangan memaksanya dulu untuk mengingat kembali ingatannya yang hilang. Saya akan memberikan resep obat untuk penyembuhan nona Aliya, dan untuk beberapa waktu ini nona Aliya harus beristirahat dengan baik. Hilang ingatan yang diderita mungkin membaik, memburuk, atau mungkin menetap seumur hidup. Kondisi ini merupakan hal yang serius dan mungkin menimbulkan keterbatasan. Karena itu, dukungan dari keluarga dan kerabat terdekat memegang peranan penting untuk pemulihannya" Jelas Dokter itu panjang lebar.


Nampak Reihan masih terpaku dalam diamnya mendengar penjelasan dari Dokter, ada rasa hawatir yang terasa menyesakan dada. "Bagaimana jika Aliya melupakan aku untuk selama-lamanya" Begitulah kira-kira yang ada dalam pikiran Reihan.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.


Terimakasih ❤️


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga

__ADS_1


__ADS_2