
🌹Sakit Perut
Hingga akhirnya Aliya memilih untuk mengurung dirinya didalam kamar, hingga dia benar-benar merasa tenang.
Walaupun demikian, Aliya berusaha untuk menguatkan dirinya. Tentunya dengan dukungan Reihan disampingnya.
Empat bulan kemudian,
Walaupun dalam keadaan hamil besar, Aliya masih setia menemani Alira yang masih terbaring tidak sadarkan diri dirumah sakit. Tentunya dengan pengawasan Reihan.
Aliya duduk dibangku samping Brangkar tempat tidur Alira, Aliya memandang wajah Alira dengan sendu, sudah sekian lama Aliya tidak bertemu dengan kakaknya itu dan kini dia dapat bersama Alira walaupun kakaknya kini masih dalam keadaan koma, Aliya masih merasa bersyukur, setidaknya iya dapat melihat wajah Alira.
Walaupun Alira dan juga Reihan sudah membuat kesalahan, hingga menyeret dirinya. Namun Aliya berusaha untuk memaafkan mereka, dan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Kak, kamu kapan bangunnya? Kak apa kamu tidak bosan tidur terus? Huhhss" Aliya mendengus, sesekali mengelus pucuk tangan Alira lembut.
Aliya benar-benar merasa bosan kali ini, Bik Ina yang selalu menemani nona mudanya itu, iya berjalan mendekati Aliya.
"Nona, apa nona tidak capek" Tanya Bik Ina hawatir, Aliya tersenyum ramah.
"Nggak bik, aku masih kuat kok" Balas Aliya dengan senyuman hangatnya.
Bik Ina membalas senyuman Aliya, "Nona, hatimu memang selalu baik. Walaupun nona hampir celaka karena kakak nona" Batin Bik Ina, memandang bangga kepada Aliya.
"Bik, sebentar ya. Aku mau sholat dulu" Ucap Aliya. Bik Ina mengangguk dan juga ikut sholat bersama Aliya.
Setelah selesai sholat, Bik Ina pergi keluar untuk mencari minuman serta buah-buahan untuk Aliya.
__ADS_1
Disaat Bik Ina sudah pergi, seseorang berdiri di ambang pintu ruangan Alira. Memandang teduh pucuk punggung Aliya dengan penuh rasa bangga. Ya, dia adalah Reihan.
Reihan berdiri lama di ambang pintu tanpa Aliya sadari, karena Aliya hanya fokus mengaji dengan membaca ayat suci Al-Qur'an disamping Alira. Dengan alunan suara yang sangat merdu, sangat menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya.
"Kamu tidak hanya memiliki hati yang baik, namun kamu juga memiliki suara yang indah dan yang terpentingnya kamu sangat mahir dalam masalah agama. Aku sebagai seorang suami bahkan merasa malu tidak bisa sehebat kamu" Batin Reihan, masih memandang teduh istrinya itu dari belakang.
"Tuan" Seketika Reihan terperanjat, Reihan menoleh kebelakang dan ternyata Bik Ina sudah kembali.
Aliya yang mendengar suara Bik Ina menyeru nama Tuan, Aliya menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah suara.
"Sayang, kamu kesini" Tanya Aliya dan menghampiri Reihan.
"Iya" Balas Reihan dengan senyuman ramahnya.
"Apa kamu sudah selesai mengajinya" Tanya Reihan kembali. Dengan membawa Aliya duduk disebuah bangku panjang yang ada didalam ruangan itu.
"Apa kamu tidak lelah?" Tanya Reihan dengan penuh perhatian.
"Tidak"
"Ohh ya bagaimana keadaan anak kita, apa dia nakal hari ini" Ucap Reihan dengan sedikit mengelus lembut tangannya keperut Aliya.
"Sepertinya tidak, awwwwww" Seketika perut Aliya terasa mulas, Reihan nampak hawatir.
"Sayang kenapa" Tanya Reihan
"Perutku sakit, awww" Aliya meringis kesakitan.
__ADS_1
"Bik panggil Dokter kesini cepat" Teriak Reihan, Bik Ina berlalu pergi dengan berlari keluar.
Setelah memanggil Dokter, Bik Ina kembali dengan ditemani Dokter yang iya panggil.
Dokter itu memeriksa Aliya yang masih bersandar dengan Reihan disebuah bangku, dengan nafas yang naik turun karena menahan sakit.
"Sepertinya nona Aliya akan melahirkan" Ucap Dokter itu,
"Sebaiknya kita bawa nona Aliya keruangan bersalin" Sambung Dokter itu lagi.
Setelah berada diruangan bersalin, dengan sudah ditemani Reihan disampingnya.
Aliya dipandu oleh seorang Dokter kandungan untuk mengatur nafas, serta melihat keadaan Aliya.
Reihan memandang istrinya hawatir, dengan masih memegang erat tangan Aliya.
Aliya terus meringis kesakitan, hingga mengeluarkan suara. Hal itu tentu membuat Reihan semakin hawatir.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga