
"Lebih baik tidak memiliki, dari pada setelah memiliki kamu hanya akan merasakan kehilangan" Ucap Alira lirih.
Setelah Kairo benar-benar pergi, Alira pun masuk menutupi pintunya.
Keesokan harinya, Kairo seperti biasa selalu datang kekantor Alira hanya untuk bertemu atau mengajak Alira makan.
Namun hasilnya tetap saja sama, Alira tidak ingin bertemu dengannya, seperti tidak memberikan harapan kepada Kairo.
Berulang kali Kairo datang dan selalu di tolak, namun tidak mematahkan semangatnya dalam mengejar cinta pertamanya, namun hasilnya tetap sama.
Sampai akhirnya, Kairo benar-benar berada dititik jenuhnya. Sampai suatu hari Kairo tidak lagi datang kekantor Alira seperti biasanya.
Satu minggu, dua minggu, hingga satu bulan. Kairo benar-benar tidak datang lagi menemui Alira.
Alira merasakan hal yang berbeda, disaat Kairo sudah tidak lagi mencari dirinya lagi. Semacam ada sesuatu yang hilang.
Disebuah taman, tepatnya disebuah bangku.
Alira duduk disana, dengan ditemani oleh Anton sahabatnya.
Anton nampak merasakan kesedihan Alira, karena itu sangat jelas terlihat dari raut wajahnya yang begitu sedih.
__ADS_1
"Kamu kenapa" Tanya Anton
Alira hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan kosong.
"Kamu ada masalah?" Tanya Anton Lagi, namun Alira kembali menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa? Kamu ingin bertemu denganku, apa ada hal penting ingin kamu sampaikan?" Tanya Anton lagi, yang mulai kebingungan akan sikap Alira.
"Aku bingung, sebenarnya aku tidak ingin membuat harapan kepada siapapun. Namun disaat dia sudah tidak mencari ku lagi rasanya begitu sakit" Jelas Alira, namun masih dengan wajah tidak semangatnya.
"Maksud kamu apa? Aku tidak mengerti" Balas Anton, yang memang tidak tau menahu perihal Kairo dan Alira.
"Apa aku mencintai dia?" Alira berbicara dengan sedikit mengacak rambutnya asal.
"Siapa? Kamu mencintai seseorang" Tanya Anton lagi.
Alira kembali merapikan rambutnya yang berantakan. "Aku tidak tau, selama ini ada seseorang yang selalu mengejar ku. Namun aku tidak memperdulikannya, tapi setelah aku patahkan hatinya dan dia tidak mencari aku lagi, aku merasa sangat sedih. Terasa telah kehilangan sesuatu" Jelas Alira, dengan menghadap Anton.
"Itu artinya kamu juga sudah menyukai dia" Anton menyentil kening Alira dengan keras, sehingga Alira meringis kesakitan.
"Awwwwww,.Sakit tau" Ucap Alira dengan nada kesalnya.
__ADS_1
"Aku takut setelah aku menerima dia, aku kembali kehilangan seseorang yang aku sayangi. Dan aku tidak sanggup untuk merasakan itu untuk kedua kalinya" Jelas Alira yang sudah menetralkan kembali dirinya.
"Dengarkan aku Alira. Hidup, mati, rejeki, dan jodoh itu adalah takdir. Kita harus belajar untuk ikhlas. Dengar hatimu, terus bersyukur dan ikhlas dalam segala hal. Dulu, kamu mencintai Heru, namun jodoh mu bukan dia. Itu sebabnya setelah bertunangan denganmu dia malah menikah dengan orang lain, setelah bersama dengan kamu pun dia sudah lebih dulu dipanggil oleh Allah. Bukankah dengan keikhlasan kita bisa melepaskan dia dengan tenang. Carilah kehidupan mu sendiri, karena kamu juga berhak bahagia" Ucap Anton, dengan sudah memegang bahu Alira lembut.
Ya, Anton adalah orang yang selalu membantu Alira dalam segala hal. Sebab itulah dia sangat dekat dengan Alira.
Alira nampak terdiam mendengar perkataan Anton, "Mungkin kamu benar Anton, aku harus mengikhlaskan kepergian Heru dan tidak menyiksa perasaan ku sendiri" Ucap Alira.
Bersambung......
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Cinta Segi Tiga
__ADS_1
- Queen of death