
Asisten Friska yang mendengar kelahiran ponaannya barunya pun segera melakukan penerbangan menuju rumah sakit dimana Mona dan keluarga kecilnya berada. Mona tidak memberitahu Friska jika anaknya kembar, hanya memberitahu jika anaknya sudah lahir.
Gavin juga mengutus Dirgo mempersiapkan segalanya dan meminta Dirgo saja yang menjemput mama Vany yang baru saja pulang dari luar negeri.
*****
Dikamar rawat inap Mona.
"Sayang" panggil Gavin yang sedang berada disamping Mona.
Mona masih saja terlihat kelelahan habis bertarung nyawa melahirkan anak mereka.
"Kamu mau makan?" Tanya Gavin.
"Enggak, aku mau lihat anak ku dulu!" Ucap Mona.
Dia yang sudah memang sangat tidak sabar ingin melihat anaknya yang sekarang masih diruang khusus bayi karena tadi langsung dibawa pergi untuk dibersihkan, setelah diletakkan sesaat didada Mona, saat itu lah tangis bahagia Mona pecah.
"Kata suster sebentar lagi sih akan bawa anak kita kesini" ucap Gavin menenangkan Mona.
"Saat ini kamu istirahat dulu ya!" Bujuk Gavin.
"Ya sudah!"
Mona coba memejamkan matanya, tidak terasa dia pun tertidur memang karena dia juga kelelahan karena baru saja melahirkan.
"Terima kasih sayang sudah memberikan aku, dua orang anak sekaligus!" Batin Gavin, lalu menciumi kening Mona.
Gavin sangat bersyukur atas kelancaran kelahiran anaknya, serta keselamatan yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.
*****
Tidak terasa waktu menjelang sore, Mona pun terbangun dan langsung mencari keberadaan kedua anaknya, dia merasa sangat lalai mengapa bisa sampai ketiduran begitu lama.
Padahal setelah dia ketiduran suster membawa kedua bayinya untuk disusui.
__ADS_1
Karena Mona ketiduran anaknya pun dibawa kembali oleh suster.
Tok! Tok! Tok! Pintu ruangan rawat inap Mona diketuk.
"Hai" sapa seseorang dan langsung menuju tempat Mona.
"Friska" ucap Mona yang senang melihat Friska datang menjenguknya.
"Dimana anak nona?" Tanya Friska.
"Tu, Gavin belum memanggil suster untuk membawa anak ku!" Wajah Mona menuju ke Gavin.
Gavin pun segera memanggil suster untuk membawa anak mereka.
Tidak begitu lama suster pun datang.
"Kog dua tempat tidur bayi?" Tanya Friska binggung.
"Iya karena anak kami kembar" ucap Mona dengan sangat bahagia.
Tanpa malu-malu Mona segera membuka sedikit bagian baju karena dia tau kondrat sebagai seorang ibu yaitu menyusui anaknya apalagi baru lahir.
Mona pertama kali mengendong anaknya merasa sangat bahagia, sedangkan anak satunya bersama Friska ditoel-toelnya pipi anak tersebut.
"Sayangnya mama, kalian sangat ganteng" ucap Mona kemudian menciumi anaknya, menyodorkan payudaranya untuk menyusui anaknya.
"Tapi tunggu mengapa kalian harus mirip sekali dengan papa kalian, tidak ada sedikit pun mirip mama, kecuali mata kalian itu" ucap Mona mendelik ke Gavin.
"Benih ku" bangga Gavin.
"Gantengnya kamu" ucap Friska dengan geramnya.
"Minum ya" anak dalam gendongan Mona bergerak-gerak seakan menolak asi dari mamanya.
Suster yang masih berada disitu menunggu memberikan ASI-nya.
__ADS_1
"Nona, posisikan yang tepat terlebih dahulu, agar anaknya merasa lebih nyaman!"ucap sang suster.
Mona pun mencoba apa yang dikatakan suster.
"Sudah bisa sus, dia nyedot ASI-nya" Mona sangat bahagia karena anaknya sangat cepat menyedot asi itu.
"Baik nona, tuan! Saya permisi" Susternya pun segera meninggalkan ruangan Mona.
"Kamu lapar ya nak"
Sedangkan anak yang satunya lagi sudah menangis-nangis meminta jatah ASI-nya juga. Membuat Mona kebinggungan untuk memberi ASI-nya.
"Ini mana yang kakak dan mana adik?" Tanya Friska binggung melihat keduanya sangat mirip.
"Aku juga sendiri binggung" ucap Friska.
"Yang dalam gendongan Mona adalah adiknya, sedangkan yang dalam gendongan Friska adalah kakaknya!" Ucap Gavin bangga karena tau mana yang lahir dulu.
"Kog kamu tau?" Tanya Mona melotot ke Gavin.
"Sayang lihat saja, apakah ada tanda lahir dipergelangan tangan anak kita yang dalam gendongan kamu!" Tanya Gavin.
"Enggak ada!" Ucap Mona.
"Ini ada" ucap Friska, dia pun ikut memeriksa bayi dalam gendongannya.
"Itulah perbedaan anak kita sayang" ucap Gavin.
"Ohhhh" ucap Mona.
Setelah anaknya selesai menyusui, Mona pun membawa anaknya yang satu lagi untuk menyusu.
"Kasian kamu lapar juga ya, menunggu adik mu menyusu, maafkan mama ya!" Ucap Mona kepada anaknya, sedangkan anak satunya bersama Gavin.
Gavin mencium-ciumi terus anaknya. Hingga membuat anak itu menangis, padahal anaknya sudah mau ketiduran habis kenyang menyusu.
__ADS_1