Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
60. Mona Hamil Atau Tidak???


__ADS_3

Gavin masih binggung dengan apa yang diberikan Mona, sedangkan raut wajah Mona sudah kembali sangat bahagia.


"Kamu kenapa sih, sebentar marah, sebentar bahagia!" Tanya Gavin binggung.


"Kamu lihat ini kan, ini yang membuat ku bahagia sekali"


"Apa itu"


"Yak ampun, kamu tidak tau ini apa" Mona mulai geram dengan Gavin.


"Ini lihat 2 garis"


"Lalu apa" masih dengan pertanyaan bodoh Gavin.


"Ini tandanya aku hamil" ucap Mona dengan bahagia.


"Sungguh kamu hamil?"


"Iya" jawab Mona dan langsung mendapatkan pelukkan, kecupan dari Gavin.


Kemudian Gavin mengambil hpnya, menelepon Dirgo meminta Dirgo untuk memanggilkan dokter keluarga.


Saat ini Gavin sangat bahagia dengan apa yang dia terima, dia benar-benar tidak sabar menunggu Dirgo membawa dokter keluarganya datang.


30 menit menunggu akhirnya dokter keluarga pun datang juga ditemanin oleh Dirgo, Dirgo penasaran siapa yang sakit.

__ADS_1


"Tuan, siapa yang sakit?" Tanya Dirgo ketika melihat Gavin ataupun Mona baik-baik saja.


"Tidak ada yang sakit, hanya aku yang akan menjadiiiiiii" ucap Gavin mengantung membuat Dirgo semakin penasaran.


"Dokter Boni, periksa istri saya sekarang" perintah Gavin.


Kemudian dokter Boni tersenyum tampan, membuat Mona juga ikut tersenyum dan meminta Mona untuk berbaring.


"Stop, kenapa menyuruh istri saya untuk membuka bajunya?" Tanya Gavin kesal, karena bagi dia hanya dia yang boleh melihat tubuh mulus istrinya.


"Maaf tuan, ini prosedur pemeriksaan, atas keluhan istri anda dan atas alat ini (testpack)" Gavin pun pasrah dengan kondisi ini.


"Tuan posesif sekali" gumam Dirgo


"Apa kau katakan" Kesal Gavin.


"Tuan akan menjadi seorang papa" ucap Dirgo.


"Ssstttt lihat itu dokter Boni sedang memeriksa" ucap Gavin yang geram sama Dirgo banyak tanya.


Gavin dan Dirgo memperhatikan dokter Boni yang memeriksa Mona, dikeluarga Vilar juga menyediakan alat kedokteran lengkap hanya tinggal memanggil dokternya datang, saat ini dokter Boni menggunakan alat Usg, dia menuangkan gel ke perut rata Mona dan mengarahkan alat tersebut, dilayar Monitor terlihat jelas sebuah bulatan tidak sempurna.


"Apa itu dok?" Tanya Gavin.


"Ini janin tuan, anak anda!" Ucap dokter Boni.

__ADS_1


"Sungguh" tanya Gavin sekali lagi, dia sekarang sangat bahagia bakhan bertambah bahagia karena Mona benar-benar mengandung anaknya.


"Nona selamat" ucap Dirgo.


"Harusnya yang kau ucapkan selamat itu aku" celoteh Gavin.


"Iya tuan selamat" ucap Dirgo malas-malas


Mona hanya terkekeh melihat mereka, saat ini Mona sudah tidak sanggup berkata apa-apa dia sangat bahagia, hingga tidak ada hal lain yang dia pikirkan.


"Ada apa kalian ramai-ramai disini" tanya mama Vany dengan sinis tiba-tiba masuk karena melihat dari celah pintu kamar yang terbuka dan juga ada pelayan yang memberitahu jika dikamar Gavin sedang ada dokter Boni.


"Anda akan segera menjadi seorang nenek" ucap Dokter Boni ketika melihat mama Vany masuk.


"Oh, ku kira dia sakit" ucap mama Vany yang biasa saja tanpa ada rasa senang atau pun ungkapan lainnya, padahal dia sendiri yang meminta cucu terhadap Mona dan Gavin.


Mona merasa sedih karena mama mertuanya tidak ada sedikit pun expresi mengenai kehamilannya.


Setelah selesai dokter Boni memeriksa, Mona diminta untuk beristirahat dan Gavin pun menemaninnya.


Gavin melihat raut tidak bahagia diwajah Mona semenjak mamanya masuk kekamar mereka.


"Anak papa tumbuh yang sehat ya"


"Muach" Gavin merunduk kedekat perut Mona, mengajak janin kecil yang bakhan belum berbentuk itu bicara dan mengecup perut rata Mona.

__ADS_1


Mona tersenyum melihat tingkah Gavin.


__ADS_2