Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
50. Malam Pertama Bagi Mona & Gavin


__ADS_3

Gavin membawa Mona keluar dari ruangan khusus tersebut meninggalkan mama Vany yang masih terlihat kesal karena Gavin menikah tanpa sepengetahuannya.


"Anak kurang ajar" gumam mama Vany kepada Gavin.


Mona masih dengan perasaan jantung yang berdebar kuat, karena perasaan takut, apa yang dia rasa ternyata menjadi kenyataan buat dia, baginya untung saja Gavin masih terus disampingnya jika tidak mungkin dia sudah akan melangkah pergi.


Gavin ternyata tidak langsung membawa Mona kekamar mereka. Gavin membawa Mona berkeliling terlebih dahulu, untuk mengetahui tata letak rumah ini.


"Wahh" Mona berdecak kagum, karena rumah Gavin benar-benar super mewah, segala hiasan disini dilapisin oleh emas.


"Biasa saja mulut mu" kata Gavin ketika melihat mulut Mona tergangga.


"Nanti masuk lalat!" Bercanda Gavin


"Mana mungkin dirumah mu ini ada lalat, seekor semut pun aku rasa tidak ada" jawab Mona.


Gavin pun hanya terkekeh saja.


Para pelayan pun memberi hormat kepada Mona. Mereka semua dapat melihat Mona yang begitu serasi disamping Gavin, Gavin kini memeluk pinggang Mona dengan posesif, agar Mona tidak menjauh darinya.


Selesai berkeliling rumah yang super mewah ini, membuat Mona sedikit lelah dan mereka pun mengarahkan langkah kaki mereka ke Kamar, disana Mona merasa sangat tenang.


Mona duduk diatas ranjang mereka.


Disampingnya pun Gavin ikut duduk.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menerima ku menjadi suami mu" ucap Gavin.


"Tidak, aku yang berterima kasih, karena kau juga sudah menyayangi, mencintai ku!" Ucap Mona.


"Kamu sungguh mencintai ku?" Tanya Gavin.


"Iya, kenapa tidak!" Ucap Mona.


"Sungguh?" Mendekatkan wajahnya ke wajah Mona lebih dekat.


Mona mundur sedikit, Gavin tetap saja semakin dekat hingga Mona tersudut diujung ranjang.


"Aku mau ini" Gavin menunjuk ke bibir Mona.


Mona pasrah karena jika dia menolaknya tidak mungkin karena Gavin sudah merasakannya dan itu membuat Gavin ketagihan ingin mengulangnya.


Mona memejamkan matanya, Gavin oun segera mendaratkan bibirnya, ciumannya pun semakin dalam, membuat Gavin ingin melampaui batasnya sedikit lagi.


Tok! Tok! Tok!


"Argggghhhh siapa lagi" kesal Gavin karena apa yang dia mulai dengan Mona selalu diganggu oleh orang diluar.


Mona hanya tersenyum, dan Mona saja hampir larut dalam suasana tersebut.


"Syukurlah" kata Mona dalam hati, dia masih antara siapa dan enggak siap.

__ADS_1


"Siapa" tanya Gavin lagi dari dalam kamar.


"Saya tuan" suara kepala pelayan yang sudah Gavin kenal.


"Ada apa lagi?" Tanya Gavin sangat kesal.


"Saya ingin memperkenalkan pelayan yang akan mendamping nona"


"Biar aku keluar" ucap Mona dan merapikan pakaiannya.


"Tidak, kita sama-sama" ucap Gavin.


Selesai mereka mengenal pelayan yang akan melayanin Mona, Gavin menarik tangan Mona lagi langsung ke ranjang.


Tetapi dengan posisi Gavin dibawah, Mona yang menimpanya.


"Boleh aku lanjutkan" ucap Gavin yang penuh gairah, dari nafasnya yang menderu.


Mona menganggukkan kepalanya, mengikhlaskan apa yang selama ini dia jaga untuk diberikan kepada Gavin suaminya.


Gavin pun dengan tidak sabar langsung menciumin Mona. Dan melanjutkan aksi-aksi selanjutnya.


"Tenang, aku akan pelan-pelan" ucap Gavin yang sudah sangat bernafsu.


Mona hanya diam saja menerima perlakuan Gavin.

__ADS_1


__ADS_2