Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
72. Bulan Madu 2


__ADS_3

Mona terbangun diwaktu pagi hari tentunya, seperti biasa tangan Gavin lagi-lagi memeluk erat perutnya, dengan cara yang sudah biasa Mona praktekkan untuk melepaskan diri dari Gavin, akhirnya Mona terlepas dan Gavin masih tertidur.


"Aduh, gila ini suami, aku hampir tidak bisa jalan di buatnya" Mona mendumel kesal.


Tetapi sesungguhnya hati Mona sangat senang, ternyata Gavin bisa berpikiran sampai sejauh ini, hanya untuk bulan madu.


"Aku mau mandi dulu" Mona merasakan gerah.


Didalam kamar mandi, Mona terbayang akan Gavin semalam yang sangat buas dan bersemangat, membuat muka Mona memerah, membayangkannya sendiri.


"Iihh" Mona merasa geli sendiri.


Dia pun segera menyabunin badannya dan segera menyelesaikan mandinya, Mona membutuhkan 15 menit untuk mandi, waktu yang cukup lama bagi Gavin.


Ketika Mona keluar dari kamar mandi, maaih menggunakan handuk.


"Aghh" Mona kaget melihat Gavin yang sudah terbangun dan duduk diatas ranjang.


"Mengapa kau kaget begitu, aku suami mu bukan hantu" ucap Gavin bercanda.


"Sayang, kamu cantik sini deh" ucap Gavin dengan menarik tangan Mona.


"Aku mau pakai baju" seru Mona.


"Enggak perlu ditutupi, aku sudah lihat!" Ucap Gavin dengan nakalnya.


"Iiihhh"

__ADS_1


"Plak" tamparan kecil di muka Gavin. Karena dia merasa malu, Gavin mengingatkan dia.


"Auw" ucap Gavin, dia hanya berpura-pura kesakitan, karena tamparan yang dilayangkan Mona sama sekali tidak menyakitinnya, Mona tidak akan berani berbuat hal itu.


"Kamu mau aku makan ya sayang" ucap Gavin menjahili Mona.


"Iiih, aku kesal" teriak Mona.


"Aduh suara mu naik berapa oktaf sih?" Gavin sambil menutup kupingnya.


"Sudah cepat mandi, kalau tidak jangan harap nanti malam akan ada hak mu!" Ucap Mona dengan ketus.


"Aku ingin jalan-jalan, tidak hanya berdiam diri dikamar ini bersama mu terus!"


"Aissshhhh baik, baik lah" ucap Gavin frustasi jika dia tidak mendapatkan haknya nantu malam.


10 menit kemudian, Setelah Gavin selesai mandi, dia dan Mona segera mencari sarapan, mereka memilih untuk sarapan diluar, tidak dihotel ini.


*****


Setelah mereka selesai makan, mereka pun mengelilingi kota paris, Gavin tentunya menyewa mobil yang sangat mewah disana untuk dikendarainya beberapa hari diparis ini.


Sampailah mereka ditaman menara eifel.


Disana terlihat banyak turis, termasuk Gavin dan Mona juga turisnya.


Saat Mona berjalan keluar dari mobil, ada seorang pria yang tidak sengaja menabrak Mona.

__ADS_1


"Hei, lepaskan istri ku" ucap Gavin dengan suara dingin, seperti ingin menerkam mangsanya, Gavin langsung menarik Mona kepelukkannya. Ketika Gavin melihat orang itu menahan tubuh Mona agar tidak terjatuh ke lantai.


"Sorry, aku tidak sengaja menabraknya" ucap Pria tersebut dan sepertinya pria itu dari negara yang sama dengan Gavin.


Kemudian pria itu segera pergi karena tidak ingin ada masalah dinegera orang.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Gavin cemas.


"Tidak, untung dia orang yang menolong ku!" Ucap Mona.


"Apa untungnya, Dia yang menabrak mu, sampai kamu lecet sedikit saja, orang itu juga akan lencet" ucap Gavin galak.


Gavin tidak suka jika Mona disentuh oleh orang lain, dia tidak suka Mona ramah terhadap orang yang tidak dikenalnya.


Begitu posesifnya Gavin jika dia dan Mona berada diluar.


"Iiihhhh, aku bahagia sekali bisa berada disini" ucap Mona dengan senangnya.


"Aku sangat bersyukur jika kamu bisa sebahagia ini" Gavin sangat senang melihat Mona bahagia.


"I Love You" ucap Gavin kemudian dia mencium Mona dibawa menara Eifel.


"I Love you too" ketika Gavin melepaskan ciuman mereka.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, sesulit apa pun kita tetap bersama " ucap Gavin dengan sungguh-sungguh.


Mereka saling menatap dengan penuh kasih sayang, tersenyum bersama dengan senyum tulus mereka.

__ADS_1


__ADS_2