
Gavin dan Mona berada di kedai es krim permintaan Mona.
Dengan senang hati Mona berjalan masuk dengan mengandeng tangan Gavin.
Mona memilih duduk disudut-sudut jauh dari pandangan orang-orang, karena dia tau jika dia dan Gavin berada ditengah orang, maka banyak mata yang akan memandang ke mereka, apalagi dengan mereka tau jika Gavin itu siapa.
Bukan pandangan buruk yang mereka terima, hanya Mona risih dengan hal itu, dia ingin dianggap oleh orang-orang sekitar dia atau diluar sebagai orang biasa saja, kalau bisa jangan sampai ada yang mengenal mereka.
Waiters wanita datang menghampiri mereka menawarkan menu yang ada.
"Aku mau"
"Hm" Mona mengulum senyumnya, sambil berpikir ingin pesan apa, karena binggung melihat betapa banyaknya daftar menu es krim.
"Aku mau yang coklat saja deh" ucap Mona dengan cengiran karena kelamaan mikir.
"Aku sama" ucap Gavin dengan nada dingin dan sangat cuek kemudian meletakkan buku menu dengan tegasnya.
Waiters wanita yang melihat Gavin, sangat tau siapa Gavin, dari yang dia dengar desas desus bahwa Gavin ceo dari King's Group adalah orang yang arogan, angkuh dan dingin.
Menurut waiters ini, berita tentang Gavin sangat lah benar, hanya saja ketika melihat Gavin yang berkomunikasi dengan istrinya, membuat semua wanita yang melihat iri, karena Gavin begitu lembut, sangat perhatian dan sangat terlihat kasih sayang yang terpancar dimata Gavin.
Ketika waiters wanita itu telah pergi Gavin pun mengeluarkan suaranya dengan lembut.
"Sayang, kamu ini ya cuma milih es krim coklat saja lama berpikirnya" ucap Gavin dengan sangat lembut.
"Hehe, maaf ya" ucap Mona
"Habisnya aku binggung banyak menu tapi maunya coklat" ucap Mona sambil tersenyum geli dengan dirinya sendiri.
Ketika es krim mereka telah datang, Mona pun dengan cepat memakan es krimnya.
Hingga mulutnya tampak sedikit berlepotan.
Gavin yang melihat mulut Mona yang masih tertinggal sedikit es krim pun mendekat ke Mona.
__ADS_1
"Sayang" panggil Gavin dan Mona pun langsung menoleh.
Cup!
Bibir Gavin tepat berada dibibir Mona yang tertinggal sedikit es krim. Ketika Mona menoleh kearah Gavin.
Seketika itu Mona merasa malu karena ini tempat umum dan Gavin berbuat seenaknya saja.
"Manis" gumam Gavin.
"Makan es krim dengan cara ini baru enak" ucap Gavin dengan santai.
"Sayang, kamu nih"
"Ihhh, nyebelin"
"Malu tau" keluh Mona.
"Lihat ada yang melihat kita" ucap Mona yang mengedarkan pandangannya ke para pengunjung lain.
"Biarin, lagian aku kamu itu sah" ucap Gavin santai tidak perduli sekelilingnya.
Mona yang melihat pengunjung dikedai es krim itu pun tersenyum kaku.
Dia pun segera menghabiskan es krimnya dan mengajak Gavin untuk mencari makanan steak.
"Mau makan steak lagi, perut mu muat??" Tanya Gavin tidak percaya nafsu makan istrinya hari ini tinggi.
"Iya, aku pengen makan steak" ucap Mona dengan nada memaksa.
"Ya sudah ayo" akhirnya Gavin pun membawa Mona kesebuah restoran yang sangat mewah hanya untuk makan steak.
"Ini saja belum ngidam, sudah minta yang aneh, entar kalau ngidam bagaimana ya?" Batin Gavin yang memikirkan permintaan Mona.
Tetapi yang namanya Gavin, dia tetap saja menurut apa yang istrinya mau, hingga waktu pun menunjukan sudah malam, saatnya untuk mereka beristirahat.
__ADS_1
******
Mona dan Gavin pun pulang kerumah mereka, saat ini sudah berganti pakaian tidur.
Diatas ranjang sebelum tidur pun terjadi perbincangan kecil diantara mereka.
"Sayang, aku pengen sesuatu ni" ucap Gavin dengan mata nakalnya.
"Apa?" Tanya Mona malas-malas.
"Eittt tunggu" Mona segera berlari ke kamar mandi dan setelah selesai dari kamar mandi Mona kemudian menuju lemarinya untuk mengambil sesuatu kemudian masuk lagi kedalam kamar mandi.
Gavin yang melihat Mona pun merasa binggung, apa yang istrinya lakukan macam begitu.
"Apa dia menunda ya" batin Gavin.
Selesai dari kamar mandi Mona pun balik ke ranjangnya bersama Gavin.
"Ayo lanjut ajak Gavin" yang kemudian mencoba memciumi Mona.
"Tadikan kamu sudah makan banyak, sekarang giliran aku yang makan kamu" ucap Gavin dengan wajah yang penuh nafsu.
"Tung-gu" ucap Mona.
"Kenapa?" Tanya Gavin.
"Aku dapat tamu tidak diundang!" Ucap Mona dengan nada lemah.
"Yachhh, puasa aku" ucap Gavin kemudian menghempaskan badannya keranjang dengan pelan.
"Sudah ya, aku mau tidur" ucap Mona dengan nada malasnya.
"Iya" kemudian Gavin pun mencium pucuk kepala Mona dan Mona pun menyampingkan badannya.
Gavin tau jika saat ini pasti Mona kepikiran lagi soal anak.
__ADS_1
Sedangkan Mona dalam pikirannya.
"Aku gagal lagi" batin Mona, kemudian dia mencoba tidur dan berdamai dengan hatinya ini, padahal tadinya dia mengira memang sebuah ngidam karena ingin makan es krim itu.