Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
16. Foto Keluarga Gavin


__ADS_3

Seperti biasa Gavin sedang menunggu Mona dan Friska dibawah. Menunggu sebenarnya hal yang paling tidak disukai oleh Gavin, tetapi tidak untuk Mona, karena Mona bosnya.


Mona masih berada dikamar membereskan apa yang akan dibawanya, dia melihat kearah meja.


"Apa ini" batin Mona.


"Oh, dompet Gavin, biar ku bawa saja lah!" Ucap Mona dalam hati.


Tetapi tiba-tiba rasa penasarannya muncul dia ingin sekali membuka isi dompet Gavin.


"Astaga apa ini?" Batin Mona lagi, dia langsung mengambil sesuatu yang dia rasa Gavin tidak mungkin memilikinya.


"Black card" batin Mona.


Black card adalah kartu yang hanya digunakan oleh oleh tertentu, dan hanya orang kaya saja yang memakainya, dengan limit yang sangat tidak terbatas.


Mona saja tidak mempunyai kartu itu.


"Ini foto keluarga Gavin" hal ini lebih membuat Mona tidak percaya lagi.


Seseorang yang sangat terkenal didunia bisnis berfoto dengan Gavin, semasa Gavin kecil.


"Siapa sebenarnya Gavin, atau aku biarkan saja dia mengungkap siapa dia sebenarnya!" Batin Mona.


Mona pun segera memasukkan semua temuan dia kembali kedompet Gavin, dia tidak ingin Gavin mencurigainnya.

__ADS_1


"Ini" Mona menyerahkan dompet Gavin dengan wajah yang biasa saja.


Gavin yang menerimanya pun tidak berpikir jauh, jika Mona sudah melihat isi dalam dompetnya.


"Terima kasih Nona!" Ucap Gavin.


Gavin pun segera membawa istri yang juga sekaligus bosnya ini ke kantor.


"Friska hari ini ada kegiatan apa? Dan apa sudah dicek kenapa pembangunan dikota X dihentikan kontraktor?" Tanya Mona.


"Nona hari ini tidak ada kegiatan apa-apa, soal itu masih dalam penyelidikan, saat ini bos kontraktornya pergi keluar negeri"


"Hm" Mona menghelakan nafasnya kasar.


Gavin yang sedari tadi didalam mobil hanya mendengarkan sambil fokus kejalanan.


"Ini bos ada kiriman bunga dari seseorang" ucap sang resepcionis ketika melihat Mona yang sudah sampai dikantor.


Mona memiringkan kepalanya membaca siapa pengirimnya.


"Alexander Philip"


"Hai cantik, bunga ini secantik dirimu"


"Nanti siang aku jemput untuk makan siang ya"

__ADS_1


Yang tertulis dalam kartu ucapan dibunga itu.


"Sialan si Alex, dia mulai mendekati istri ku" batin Gavin, tetapi Gavin tidak bisa marah langsung ke Mona karena itu akan membuatnya dalam masalah.


"Nona mau menemuinya?" Tanya Gavin pura-pura bodoh.


Mona hanya diam dengan wajah datar membuat Gavin tidak bisa mengartikan jawaban yang Mona berikan.


Mona kemudian mencium bau bunga tersebut dengan anggunnya, membuat Gavin melihat terpancarnya aura kecantikkan Mona.


"Arrrggghhhhh" batin Gavin, ada rasa cemburu terselit disana.


Friska yang melihat wajah Gavin berubah pun merasa kasihan terhadap Gavin.


"Jangan memandang ku begitu" seru Gavin ketika Friska ketahuan memandangnya terus.


Friska membalasnya dengan senyum mengejek.


"Aku akan menyelidiki Alexander apa motif dia mendekati Mona" batin Gavin membara.


Mona dan Friska sudah memasuki ruangan masing-masing, ketika itu Gavin pun kembali kedalam mobilnya. Untuk memarkirkannya ditempat yang khusus.


Mona berbalik lagi dari jalannya, kemudian meletakkan bunga itu kembali kemeja resepscionis, bukan membawanya kedalam ruangan.


Gavin berlari kearah pintu utama, kemudian dia berhenti karena melihat bunga yang tadi Alex berikan diletakkan begitu saja oleh Mona.

__ADS_1


Gavin tersenyum merasa menang, padahal itu tidak ada apa-apanya.


Mona memang tidak terlalu menerima kehadiran Alex, dia hanya menghormati Alex sebagai temannya saja.


__ADS_2