
Berita kehamilan Mona sudah sampai ke telingga seluruh pelayan yang ada di istana mewah ini. Termasuk juga sudah sampai ke telingga Rebeca, tentunya Rebeca sangat kesal karena impian dia untuk mendapatkan Gavin akan semakin sulit.
Ditempat Rebeca, dia sedang stres memikirkan Gavin yang tidak akan dia dapatkan.
"Aku harus bisa dapatkan Gavin apa pun caranya" batin Rebeca dengan kesalnya.
1 jam kemudian Rebeca sudah berada dirumah Gavin.
"Tante, kog bisa Mona sudah hamil, kata tante dia mandul karena 1 tahun lebih nikah belum hamil?" Tanya Rebeca kepada mama Vany.
"Tante juga tidak tau sayang" ucap Mama Vany membujuk Rebeca yang merajuk.
"Aku enggak ingin anak itu lahir kedunia" ucap Rebeca dengan tatapan dingin.
Mama Vany entah harus bagaimana dia menanggapi Rebeca, dia juga sebenar sangat tidak ingin Gavin bersama Mona, tetapi dia juga ingin cucu dari Gavin yang saat ini sudah hadir dirahim Mona.
Rebeca sangat betah jika berada dirumah Gavin dari pagi hingga sore pun dia betah.
"Cek apa bisa?!" Tanya Rebeca kepada seseorang yang sedang diteleponnya.
Entah siapa yang dia telepon oleh Rebeca, dia terlibat pembicaraan serius.
Rebeca saat ini menunggu Gavin pulang dari kantor, Mona pun saat ini bersama Gavin.
__ADS_1
Rebeca berkeliling istana mewah Gavin, sudah biasa dia lakukan itu, juga suka ikut mengatur para pelayan kerja, seperti dirumahnya saja.
Pelayan disini kerjanya pagi dan sore, seperti pekerja kebun, pembersih rumah, pembersih ruangan. Ketika mereka lagi bekerja lah Rebeca dengan sengaja mengelilingin, melihat mereka bekerja.
*****
Tidak berapa lama pun, Gavin dan Mona telah pulang dari kantor, mereka berjalan berdua bak pasangan model.
Rebeca kesal melihat pasangan serasi tersebut, dia merasa sangat iri dan baginya seharusnya dia yang berada disamping Gavin saat ini.
"Cih"
"Enggak banget! Sok manis" batin Rebeca melihat Mona yang memang tersenyum sangat manis dan cantik tentunya.
"Aghh" teriak Mona karena saat ini dia terpeleset dan Gavin tidak sempat menangkapnya, membuat Mona langsung terduduk ke lantai.
"Aghhh!!! Perut ku sakit sekali!"
Tanpa bertanya lagi Gavin pun langsung mengendong Mona keluar dari pintu utama, dan membawanya kerumah sakit. Para pelayan yang ingin datang membantu pun tidak dihiraukan oleh Gavin dan disana yang memandang bahagia hanya Rebeca saja, saat itu mama Vany sedang berada diluar bertemu teman-temannya
Mukanya Mona sudah sangat pucat menahan sakit, darah mengalir dari pahanya pada saat ini Mona memakai rok sepan dibawah lutut.
Gavin sangat panik, hingga dia membawa laju mobil dengan kecepatan tinggi, hingga lampu merah pun dilanggarnya tentu dengan hati-hati.
__ADS_1
Keringat Mona sudah bercucuran membasahi wajahnya.
"Sabar sayang sebentar lagi!" Ucap Gavin dengan gemetar karena dia juga tidak sanggup melihat Mona begitu.
"Sakit sekali perut ku" rintih Mona.
"Tolong Gavin, cepat!"
"Bentar lagi sampai" kembali Gavin memfokuskan menyetir mobilnya.
10 menit kemudian sampai lah mereka dirumah sakit, tanpa menunggu bantuan datang Gavin langsung saja mengendong Mona hingga kemejanya terkena darah segar yang mengalir dari paha Mona.
"Tolong istri ku, cepat" bentak Gavin pada dokter yang di Ugd.
Gavin takut terjadi sesuatu terhadap Mona.
Dia sangat takut, apa lagi terhadap janin yang baru saja mereka ketahui berada dirahim Mona.
Dengan tergesa-gesa dokter dan perawat yang ada diruang Ugd pun segera melakukan tindakkan pertolongan pertamanya.
Gavin menunggu dengan cemas disana. Hingga dia tidak sempat memberi kabar kesiapa pun lagi, biasanya dia akan meminta bantuan Dirgo.
"Kalian harus selamat istri dan anak ku" marah Gavin kepada Dokter dan perawat, padahal disana para penolong tidak bersalah, hanya saja emosi Gavin memuncak.
__ADS_1
Gavin tidak akan segan-segan melenyapkan orang yang menganggu hidup dia berserta keluarga kecilnya ini.