Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
45. Gavin Sadar


__ADS_3

Mona masih saja menguncang-guncang tubuh Gavin.


"Nona cukup, badan ku sakit kamu guncang begitu" Mona terdiam dan kaget karena Gavin sadar dengan biasa saja, tidak seperti orang sadar dari komanya.


"Kamu tidak kenapa-napa?" Tanya Mona. Setidaknya Mona merasa tenang dan bahagia melihat Gavin sadar.


"Ada yang sakit?" Mona memeriksa bagian tubuh Gavin merabanya kemana-mana.


"Tidak, aku baik-baik saja" ucap Gavin.


"Apa benar yang barusan tadi kamu katakan" ucap Gavin dengan senyum mengoda Mona.


"Apa yang mana?" Tanya Mona pura-pura tidak tau lagi apa yang tadi dia ucapkan.


"Yang kamu bilang menyayangi aku, enggak mau kehilangan aku dan mencintai ku" mata nakal Gavin beraksi.


"Apa kamu mendengar semua yang ku katakan?" Tanya Mona.


"Jelas, aku mendengar semua yang kau katakan, semua sangat jelas, dan satu lagi suara ing*s mu sangat jelek"


"Hahahahaha" ejek Gavin


"Iiiihhhhh kamu" kesal Mona kemudian memukul-mukulkan tangannya kedada Gavin.


"Hahaha, sudah jangan pukulin aku, aku kesakitan loh" ucap Gavin senang.


"Aku enggak mungkin mati hanya karena kecelakaan itu, aku tidak mau meninggalkan mu, sedangkan aku belum mendapat cinta mu" ucap Gavin lembut


"Aku sangat menyayangin mu dan mencintaimu, sini peluk aku" ucap Gavin merentangkan kedua tangannya.


Dengan malu-malu Mona pun menghamburkan pelukannya ke badan Gavin, untungnya yang terluka hanya kepala, badannya tidak, jika iya maka saat ini Gavin akan kesakitan, karena Mona memeluk Gavin dengan sangat erat.


Prok-prok suara tepuk tangan yang begitu riuh.


Ternyata disana masih ada Dirgo, Friska dan Dokter Leon yang mendengar percakapan mereka.


Dirgo dan Friska sangat senang sekali hingga mereka juga berpelukkan, tetapi hanya sebentar dan langsung melepasnya, mereka hanya reflek, hal tersebut membuat keduanya sangat malu, apa lagi di depan bos mereka dan dokter Leon.

__ADS_1


"Jadi hanya aku yang masih jomblo!" Ucap Dokter Leon lemas.


"Hei, orang sehebat, sekeren kamu masih jomblo" ejek Gavin.


"Aku juga jomblo" ucap Dirgo mengacukan jari telunjuknya.


"Aku juga" ucap Friska.


"Tidak, tidak! Kalian itu pasangan" ucap dokter Leon kearah Friska dan Dirgo.


Membuat Dirgo dan Friska merasa canggung.


"Sudah puas kalian?" Gavin menatap tajam satu persatu orang-orang dihadapannya.


"Kalian bisa jelaskan" ucap Mona menekan suaranya.


"Dirgo" ucap dokter Leon langsung.


"Aku hanya korban, disini" ucap dokter Leon.


"Yang korban itu kami" ucap Gavin.


"Tetapi tuan senangkan?" Ucap Dirgo.


"Kau" ucap Gavin ingin menjitak kepala Dirgo.


"Friska kamu juga" ucap Mona.


"Maaf nona, ini ide Dirgo!" Ucap Friska pelan.


"Dirgo, jelaskan" perintah Gavin.


"Baik tuan" sigap Dirgo.


***Beberapa jam sebelum Gavin dibawa keruang rawat inap, disana Dirgo dan Friska berdiskusi bagaimana selama ini sikap, tingkah laku Mona ke Gavin.


Friska memberitahu Dirgo jika Mona sempat cemburu melihat Gavin bercanda dengan seorang wanita, disana lah Dirgo menanngkap jika Mona sudah cemburu, dan Friska membenarkannya.

__ADS_1


Kemudian Dirgo juga tau bila, tuannya sudah mencintai istri tiba-tibanya itu.


Kemudian Dirgo menemui dokter Leon, meminta bantuan dokter Leon, demi melancarkan aksinya, Dirgo meminta dokter Leon untuk memberikan Gavin obat tidur, agar lebih lama sadarnya, dan pas pula dengan kedatangan Mona.


Awalnya dokter Leon tidak menyetujuinya, hanya saja Dirgo terus memohon atas nama pertemanan mereka, akhirnya dokter Leon pun luluh.


******


"Begitu lah tuan" terang Dirgo.


"Jadi Gavin tidak kenapa-napa?" Tanya Mona kepada dokter Leon.


"Tidak, dia tadi hanya sedikit terluka dibelakang kepalanya dan kami memberinya obat tidur itu" jelas dokter Leon.


Tetapi Mona tetap bersyukur jika Gavin tidak kenapa-napa, lebih baik begini bagi Mona.


Dirgo menjelaskan kepada Mona siapa dokter Leon sebenarnya.


"Lalu bagaimana kamu bisa kecelakaan" tanya dokter Leon kepada Gavin.


"Hm"


"Tadi karena hampir menabrak kucing, aku membelokkan arah stir, mala aku yang terjatuh" ucap Gavin.


"Orang baik" kata Mona mengejek Gavin.


"Kamu ini" Kemudian Gavin mencubit hidung Mona.


Membuat yang lain melihatnya sangat senang, mereka senang mendapat kabar bahagia ini.


Hai teman-teman untuk sementara


sisanya di up 3 eps perhari ya !


selamat membaca🀭🀭


terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


mohon like, vote, favorite dan saran / kritiknya yach πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2