Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
81. Sampai Tempat Pesta


__ADS_3

Ketika Mona mencoba lagi gaun yang dibawakan oleh Dirgo, yang kali ini juga sangat disukai Gavin, berwarna navi, disini gaunnya lebih menampakkan bahu Mona yang indah, ya bagi Gavin ini lebih baik dari pada yang tadi seluruh punggung istrinya terlihat.


Gavin sendiri juga sudah berpakaian rapi, memperlihatkan ketampanan yang bertambah.


"Kamu sangat cantik" ucap Gavin ketika melihat Mona yang sudah selesai merias dirinya secara natural, hanya bibirnya terlihat lebih berwarna, dan kelopak matanya.


Dengan bibir yang terlihat lebih berwarna membuat Gavin ingin mengapainya, tentu Mona tau maksud Gavin mendekatinya, dengan cepat Mona mendorong Gavin agar menjauh karena Mona tidak ingin memolesnya ulang.


"Cukup Gavin, aku enggak mau menambahkan ulang lipstik ini" ucap Mona yang mulai kesal dengan tingkah Gavin.


"Sebentar saja, coba ya" mohon Gavin.


"Enggak, kalau kau mau mencobanya, maka aku enggak akan ikut pergi" ancam Mona.


"Agh baik lah" ucap Gavin dengan nada frustasi yang dibuat-buatnya. Membuat Mona yang melihat Gavin begitu pun tersenyum sendiri.


Saat ini Mona dan Gavin berjalan turun dari tangga.


"Tuan, asisten Dirgo sudah berada didepan menunggu anda dan nona" ucap kepala pelayan Gou yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Ok" ucap Gavin dengan nada tegas.


"Dirgo ikut" tanya Mona yang penasaran.


"Tentu, biar dia dapat cewek" ucap Gavin jahil.


Mona pun mencubit perut Gavin atas ucapan jahil Gavin.


"Aaaa-duh-duhhh!"


"Sakitttt" renggek Gavin.


"Jangan merenggek malu dilihat pelayan disana" Mona berbisik sambil menunjuk para pelayan yang berdiri diambang pintu.


Seketika Gavin merubah mukanya menjadi dingin, cuek, tegas, rahang dirapatkan, muka tanpa expresi. Pelayan yang melihat Gavin begitu pun langsung saja menundukkan kepala dengan pikiran masing-masing.


Dirgo yang melihat Mona dan Gavin datang menghampirinya, membuat Dirgo sedikit terpesona dengan kecantikkan Mona, untung saja bagi Dirgo itu adalah istri tuannya.


"Siap tuan"


"Jalan saja jangan banyak tanya" ucap Gavin dengan santai.


"Siap Dirgo" celah Mona.

__ADS_1


Kemudian Dirgo segera menyalakan mesin mobilnya, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang saja.


Didalam mobil terjadi keheningan, tetapi ketika Dirgo melihat ke kaca untuk melihat kebelakang, saat itu Gavin sedang menciumi tangan Mona yang dalam genggamannya sambil tersenyum.


"Agh, jomblo menyedihkan aku" rintih batin Dirgo.


Kemudian Dirgo mulai memfokuskan menyetirnya.


30 menit kemudian mereka pun sampai disebuah gedung mewah yang memang biasa dipakai untuk acara-acara.


Gavin, Mona dan Dirgo pun berjalan masuk.


Beberapa orang penjaga menyambutnya didepan.


"Tuan, ini acara ulang tahun kantor Jab Group"


"Tuan, berarti sebentar lagi kantor kita juga boleh merayakan acara ulang tahunnya!"


"Apa kata mu, merayakan??"


"Ulang tahun ku saja enggak dirayakan, apa lagi ulang tahun kantor" ucap Gavin.


Dirgo yang mendengar jawaban Gavin pun cengegesan.


"Selamat datang para tamu sekalian" ucap salah satu mc yang berada didepan.


"Dirgo, kamu awasi Mona jika dia berjauhan dari ku" ucap Gavin memerintahkan Dirgo.


"Baik tuan" ucap Dirgo yang kemudian mengedarkan pandangan kesana sini, karena ini acara besar, tentu terkadang terselit orang yang tidak menyukai Gavin akan berdatang mencoba mencelakai Gavin, atau pun anggota keluarganya.


*****


"Selamat datang ceo King's Group?!" Sapa pemilik pesta.


Gavin hanya menyunggingkan sedikit bibirnya kesamping sambil mengenggam tangan Mona erat.


Mona tanpa menoleh kanan kiri, mungkin mencari rekan yang dia kenal.


"Selamat atas ulang tahun kantor mu" ucap Gavin santai.


"Iya terima kasih juga sudah menyempatkan hadir, ini sangat tidak terduga!"


"Dan istri anda sungguh sangat cantik" puji sang pemilik pesta di telingga Gavin, sambil melirik Mona dari atas kebawah. Mona sempat dibuat risih hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


"Berani kau menyentuh istri ku, akan ku habisi kau Jacob" ucap Gavin dengan dingin, tatapan mata tajam menusuk Jacob nama pemilik pesta. Yang terkenal sangat mengilai wanita-wanita cantik.


"Hehehe, santai aku hanya mengangguminya saja" ucap Jacob dengan santainya.


Gavin tidak perduli lagi dengan pemilik pesta, kemudian dia membawa Mona duduk disalah satu tempat yang memang tersedia khusus tamu undangan.


Kemudian Gavin melihat beberapa para petinggi yang datang, dia pun menghampiri mereka, karena saat ini Mona meminta izin Gavin untuk ke toilet.


Ketika Mona sudah kembali dari toilet, dia pun kembali ke posisi dia duduk semula.


Dan melihat Gavin dari kejauhan.


Gavin yang sudah mengetahui Mona telah kembali pun memerintahkan Dirgo menjaga Mona.


"Dirgo" panggil Gavin.


"Siap tuan!" Jawab Dirgo dengan cepat.


Ada banyak orang berlalu lalang, tidak ada satu pun yang Mona kenal, mungkin karena pembisnis beda negara.


"Mo-na!"


"Ini Mona Kavitha Luis kan?" Tanya seorang laki-laki yang barusan lewat depan Mona. Memandang Mona dari atas hingga ke bawah dengan pandangan antara kagum dan nakal.


"Ceo Champion Group" ucap laki-laki itu.


"Kamu"


"Kamu Bernard Julius, lama tidak bertemu" sapa Mona dengan bersalaman dan memberikan senyum tercantiknya.


Mona teringat diwaktu mereka mengadakan rapat bersama, pria ini terlihat matanya nakal.


Dirgo yang melihat hal itu baginya masih dalam keadaan wajar.


"Kamu disini sama suami mu kah?!"


"Dimana Ceo King's Groupnya" tanya Bernard. Kemudian Mona menunjukkan keberadaan Gavin, kebetulan Gavin sedang melihat kearah Mona dengan raut wajah dia yang sudah berubah, hanya Mona tidak terlihat jelas.


"Saya terkejut dengan pemberitaan waktu itu jika, kamu ternyata menikah dengan Gavin Alvaro Vilar!"


"Iya, takdir kami" ucap Mona santai.


"Nona, tuan memanggil anda" ucap Dirgo yang mendekat ke Mona ketika Mona sedang berbicara dengan Bernad.

__ADS_1


??? Apakah Gavin akan cemburu atau malah mengajak Mona bergabung dengannya, atau malah nanti ikut menyapa Bernard.


__ADS_2