Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
Hal Baru


__ADS_3

Hai teman-teman kembali lagi akunya 🤭


Apa kabar semuanya?


Semoga sehat-sehat selalu semuanya agar bisa baca karya ku terus juga ya 🤭🙏🙏


Teman-teman mampir ya ke karya baru ku lagi berjudul


Pria Bayaran Mika. (Klik saja profil ku ya🙏)


Sinopsisnya


Mika Paradina memilih Yogi Pratama untuk menjadi pria yang dia bayar agar dapat menikah dengannya, pada saat sang pria melamar kerja sebagai office boy dikantornya.


Sepenggal cerita Eps 03


Mama Metta dan kakek Surya hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Mika seperti anak-anak yang sedang menunggu papanya pulang, padahal dia sudah mau menjadi istri orang.


"Ayo cepat masuk, ingatkan apa yang tadi kita bicarakan" ucap Mika dengan suara kecil sambil menatap serius kepada pria yang tadi dia panggil mas Yogi.


"Ba-ik bu" ucap pria yang bernama Yogi dengan sedikit gugup karena dia merasakan sesuatu yang salah.


"Jangan panggil aku ibu, biasakan panggil aku Mika, agar semua berjalan natural saja" ucap Mika memberikan saran agar semuanya lancar. Setengah berbisik Mika berbicara.


"I-ya bu, eh Mika" jawab Yogi.


"Cepat mas, masuk aku sudah hampir mati kena serang" celoteh Mika.


Yogi yang berjalan masuk masih tidak habis pikir, dia bisa sampai disini, berada dirumah yang sangat besar ini. Dan menjadi orang yang berbeda disini.


"Kakek, mama, om, tante, Dira dan Gito kenalkan ini mas Yogi, dia kekasih Mika selama ini" ucap Mika dengan wajah santainya.


Yogi pun memperkenalkan siapa dirinya. Sesuai dengan yang sudah Mika atur.

__ADS_1


Flashback On


Mika yang saat ini sedang pusing memikirkan cara mempertahankan miliknya. Saat itu sedang membolak balikkan data karyawannya, pas kebetulan juga ada wawancara dengan seorang pemuda yang akan melamar menjadi office boy, hanya saja Mika sedikit terkejut dengan cv pemuda ini.


"Dia lulusan terbaik, mengapa ingin melamar menjadi office boy ya" batin Mika sambil membolak balikkan kertas didepannya ini.


Sebuah senyum terpancar dari wajah Mika melihat foto pemuda ini. Seperti ada sebuah lampu yang menyala diatas kepalanya, memberi sebuah ide kepadanya.


Mika pun meminta sekertarisnya untuk memanggil pemuda ini.


Pemuda ini tentu sangat senang karena dia akan langsung bertemu dengan bos pemilik perusahaan ini.


"Yogi Pratama ya!" Mika memperjelas nama pemuda yang sekarang berada didepan Mika.


Yogi menatap Mika dengan wajah yang gugup karena dia takut jika dia tidak di terima kerja sedangkan dia sangat membutuhkan uang.


Setelah bertanya panjang lebar mengenai pengalaman kerja, sampai hampir mengenai kehidupan pribadi pada umumnya seperti keluarga orang tua dari Yogi, Mika pun merasa puas.


"Mengapa kamu mau melamar jadi office boy, sedangkan kamu lulusan terbaik dari jurusan mu?" tanya Mika dengan seriusnya.


"Kamu pernah tersandung kasus ya di tempat lain" selidik Mika.


"Tidak bu, hanya saya melihat disini ada posisi office boy, kalau ada posisi lain saya pun akan melamar kesana"


"Mengapa tidak diperusahaan lain mencari kerjanya?"


"Ini perusahaan yang pertama saya simpan lamaran dan langsung dipanggil, ditempat lain saya belum dipanggil-panggil untuk wawancara" terang Yogi.


"Anda yakin ingin menjadi office boy, jika saya menerima anda bekerja disini?" tanya Mika dengan serius.


"Yakin bu, yang penting pekerjaan ini halal. Terpenting bagi saya, saya punya gaji bulanan untuk membiayai ibu saya yang harus rutin minum obat untuk sakitnya" ucap Yogi kepada Mika.


"Eh!" Mika ingin berkata tetapi diurungkannya lagi.

__ADS_1


Mika menarik nafasnya dan membuangnya pelan, mengatur perlahan rasa takutnya untuk ucapan dia yang selanjutnya kepada Yogi.


"Baik, saya menerima anda untuk bekerja dengan saya, tapi saya punya 1 syarat" ucap Mika dengan rasa gugup juga.


Karena Yogi merupakan orang yang pertama kali dia kenal, bahkan dia tidak tahu jika Yogi orang yang baik atau tidak. Mika hanya mengikuti kata hatinya, jika Yogi bisa membantunya.


"Saya ingin memberikan anda gaji besar setiap bulannya, asal anda mau berpura-pura menjadi kekasih saya dan kita menikah kurang lebih 2 minggu lagi" ucap Mika dengan penuh keyakinannya.


"Apa bu?" tanya Yogi terkejut.


"Iya, apa perlu saya ulang kata-kata saya?"


Akhirnya Mika pun menjelaskan semuanya kepada Yogi, bagaimana peran Yogi didepan keluarga Mika, bagaimana hubungan mereka selama ini.


"Anda setuju?" tanya Mika sekali lagi.


Yogi sudah sangat berpikir panjang akan hal ini, dia memang benar membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya, tetapi ini juga menjadi harga dirinya. Dia juga merasa seperti pria yang dibeli oleh seorang wanita.


Dia sendiri takut, jika dia akan kehilangan harga diri didepan wanita seperti Mika.


"Baik saya setuju" jawab Yogi, akhirnya kata-kata itu meluncur indah dari mulut Yogi.


Yogi memikirkan kesehatan sang mama lebih penting saat ini dari pada harga dirinya, dia juga bukan menjual dirinya. Dia menanggap dia sedang bekerja. Lagian Yogi tau semuanya akan ada hitam diatas putih.


"Baik, uang muka didepan" ucap Mika yang baru saja menunduk kelaci bawahnya dan memasukan setumpuk uang ke sebuah amplop kemudian di berikan kepada Yogi.


"Tidak usah, nanti saja dulu tunggu saya gajian" ucap Yogi menolak dengan halus setumpuk uang itu.


"Tidak apa-apa anggap ini dp nya saja" ucap Mika tersenyum kecil.


"Kamu sudah gila Mika, dia orang yang baru kamu kenal" batin Mika yang berteriak.


Kemudian Yogi pun mengambil uang tersebut dengan perasaan yang sungguh tidak enak.

__ADS_1


Sedangkan Mika merasa dirinya sangat gila melakukan hal ini, bahkan dia tidak memikirkan apa yang akan terjadi jika sampai dia ketahuan.


Flashback Off


__ADS_2