Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
71. Bulan Madu


__ADS_3

Gavin mengajak Mona ke Paris, dia berkata kepada istrinya jika ini adalah perjalanan bisnis dan dia meminta untuk Mona menemaninnya. Mona senang saja menerimanya, karena dia memang sangat ingin berlibur.


Kini sampai lah mereka di negara itu, Gavin menyewa sebuah hotel yang sangat mewah, Mona tidak tau jika Gavin mengajaknya ke negera ini hanya untuk berbulan madu.


Jika Gavin mengatakannya, kemungkinan Mona akan langsung menolaknya, ini lah alasan dia membohongin Mona.


Saat ini Mona baru selesai mandi, Gavin sudah menunggu diatas ranjang yang sangat mewah.


"Sayannggg sini deh" panggil Gavin dengan suara manjanya.


"Iiiihhh apaan sih genit" ucap Mona bergidik ngeri melihat Gavin yang begitu.


Mona duduk disamping Gavin, kemudian sambil memijit-mijit ringan kaki Gavin, walau Gavin tidak memintanya, Mona suka melakukan ini. Dia tau jika suaminya bekerja dan tentunya lelah.


"Ini akan membuat ku kuat" batin Gavin sambil tersenyum nakal.


"Sayang, kamu tau enggak dari kemarin aku mau bercerita" ucap Mona sambil terus memijit kaki Gavin.


Sebelum Mona mulai bercerita, Gavin mengatur posisi tubuhnya dengan meminta paha Mona sebagai bantalan kepalanya, disini Mona juga senang memainkan rambut Gavin, terkadang dia mencari rambut keriting Gavin. Jika Mona menentukan satu helai uban (rambut putih) maka Mona akan bersorak senang senang, karena mengetahui jika suaminya sudah tua, tetapi belum mempunyai anak.


"Aku kemarin-marin, bermimpi berjumpa dengan anak kita" ucap Mona dengan senang.


"Terus" jawab Gavin sambil membalik tubuhnya memeluk perut Mona.


"Lalu dia terlihat sangat bahagia disana, ternyata papa dan mama ku bersama dengannya, dia seorang anak perempuan yang cantik" ucap Mona sambil tersenyum.


*****


Flashback on


Mimpi Mona.

__ADS_1


"Mama" ucap seorang anak perempuan yang sudah terlihat besar.


"Kamu siapa??" Tanya Mona heran.


"Aku, anak mama yang belum sempat tumbuh besar diperut mama, bahkan terlahir" ucap anak itu sendu dan meneteskan air mata.


"Maksud kamu??" Tanya Mona yang kebinggungan.


"Iya nak, itu anak mu" ucap mama Mona yang baru saja mendatangin mereka.


"Mama, papa, Mona sangat rindu sama kalian, Mona senang bisa berjumpa lagi dengan kalian" ucap Mona sambil meneteskan airmatanya.


"Ini anak mu, nak!" Seru papanya Mona.


"Bagaimana bisa pa, ma? Mona sebelumnya keguguran, bahkan Mona saja tidak dapat melihat jasad anak Mona, dia masih segumpulan emberio yang belum terbentuk" ucap Mona menjelaskan kepada papa dan mamanya.


Sedangkan anak itu malah duduk dipangkuan mamanya Mona.


"Iya, papa dan mama tau" jawab papa Mona.


"Apa benar pa, ma"


"Mona sangat senang jika itu terjadi"


"Disini lah keajaiban terjadi nak" ucap papa Mona. (Hanya dunia Mimpi ya teman-teman).


Mona kemudian memperhatikan anak kecil itu dan dia berkata


"Sini nak" Mona langsung memeluk anak kecil itu.


"Mama" panggil anak itu, membuat hati Mona sangat bahagia mendengarnya, membuatnya merasa tenang, membuatnya merasakan menjadi seorang mama yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Iya sayang" langsung memeluk anak itu dengan eratnya.


"Maafin mama tidak bisa menjaga mu" tangis Mona pun pecah karena dia sangatlah menyayangin anaknya.


"Ma-ma sangat menyayangin mu, sangat sayang pada mu, mama sangat menyesal tidak dapat menjagamu di rahim mama, membesarkan mu dirahim mama, melahirkan mu, merawat mu hingga besar!" Ucap Mona menangis tersedu-sedu


"Tidak apa-apa ma, aku bahagia kog disini, ada kakek dan nenek" ucap anak itu tersenyum mengusap airmata Mona.


"Mama jangan terikat lagi dengan kepergian ku, mama harus bahagia sama papa, nanti akan ada adik-adik ku yang menemanin mama dan papa" ucap Anak kecil itu tersenyum.


"Mama janji ya, jangan menangis lagi karena aku" ucap anak itu.


"Iya, mama janji" jawab Mona dengan suara parau habis menangis.


Flashback off


*****


Gavin pun sangat bahagia mendengar cerita Mona soal mimpinya.


"Kalau begitu ayo kita buat adik untuk anak kita" ucap Gavin mengoda Mona.


"Tidak, besok kamu pasti mau bekerja, ketemu klien nanti kamu lelah" ucap Mona.


"Tidak sayang, kita kesini khusus bulan madu" ucap Gavin sambil tersenyum senang.


"Apa? Kamu membohongin ku" ucap Mona dengan nada kesalnya.


"Aku enggak mau, aku mau pulang sekarang juga" renggek Mona.


"Jangan sayang, maaf" bujuk Gavin.

__ADS_1


"Aku tidak bermaksud membohongin mu, hanya saja aku tidak ingin kau menolaknya, dan kau tau aku tidak suka ditolak" ucap Gavin kemudian mendorong berbalik mendorong tubuh Mona hingga berbaring diranjang.


Mona hanya diam saja menerima perlakukaan Gavin, kemudian Gavin mencium Mona dengan penuh kasih sayang ditambah dengan hasratnya.


__ADS_2