
Gavin sedang bersenda gurau dengan teman-temannya didapur ada yang berprofesi Ob, cleaning service dan pengantar surat.
"Kamu kemana" tanya Gavin yang melihat temannya yang biasa mengirim surat sedang bersiap-siap.
"Mau kirim ini" temannya menunjukkan sebuah amplop terhadap Gavin. Gavin pun melihat ke alamat manna amplop ini mau dikirim.
"Sini biar aku saja, aku bosan pengen jalan-jalan!" Ucap Gavin dengan santai mengambil amplop itu dimasukkan kesebuah tas hitam selempang.
"Enggak apa-apa kah, nanti nona marah!" Ucap temannya sedikit takut.
"Enggak, tenang saja!" Ucap Gavin, dia pun mengambil kunci motor dan segera ke parkiran.
Motor yang dia pakai adalah motor matic merk honda tipe vario menggunakan helm yang menutupi seluruh wajahnya.
Tentu dengan menaik motor tidak merubah pesona Gavin.
Gavin pun menyampaikan amplop tersebut sesuai tujuannya.
Gavin membawa motornya dengan kecepatan 60/km kecepatan sedang tentunya. Dia menikmati pemandangan kota dengan angin yang terus menerus melewati badannya.
"Ciiiiiittttttttttt" bunyi rem motor cakram yang Gavin tekan dan membuat Gavin berserta motornya kehilangan keseimbangan.
"Aghh"
__ADS_1
"Aduh kepala ku" Gavin sekilas melihat helmnya bergelinding kejalan raya, sedangkan dia berada ditepinya.
Gavin segera mengambil hpnya dan menelepon bantuan.
"Dirgo, tolong aku, aku kecelakaan, aku kirim lokasinya" segera Gavin mengirim lokasinya, karena dia menyadari jika dia akan mengalami kehilangan kesadaran.
Tidak berapa nunggu ternyata benar, Gavin kehilangan kesadaran dan orang sudah berkerumun melihat dan menolongnya.
Dirgo pun sudah datang dengan ambulan dibelakangnya.
Beberapa orang membantu mengangkat badan lemas Gavin keatas kasur dorong tersebut.
Dirgo pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang berada disana, dia juga menelepon anak buahnya untuk membawa motor yang dipakai Gavin ke bengkel.
Sesampainya disebuah rumah sakit Gavin segera dibawa keruang Ugd disana Gavin ditanganin dengan cepat.
Dirgo membawa Gavin kerumah sakit milik teman kuliah mereka dan kebetulan dokter ini juga dokter yang sangat hebat, dia memiliki banyak kemampuan.
Dirgo memberitahu temannya untuk siapa siaga menanganin Gavin.
"Bagaimana Leon" tanya Dirgo kepada temannya yang bernama Dokter Leon.
"Dia belum sadar!" Ucap Dokter Leon.
__ADS_1
"Dia pingsan, lagian lukanya tidak parah walau sedikit terluka dibagian belakang kepalanya akibat helmnya terlepas" ucap dokter Leon.
Akhirnya Dirgo pun menghubungin Mona, memberitahu Mona jika Gavin kecelakaan, Mona sangat kaget, dia panik, dia takut Gavin dalam kondisi berbahaya.
Mona mengira jika Gavin dikantor, Mona pun ingin menunggu penjelasan Gavin nanti, hanya saja saat ini Mona sedang ada tamu penting jadi dia meminta Friska terlebih dahulu mengecek kondisi Gavin.
Karena sebelumnya Dirgo tidak memberitahu bagaimana kondisi Gavin yang sebenarnya.
Friska pun sama kagetnya dengan Mona, tetapi tidak sepanik Mona.
Setengah jam kemudian Friska sudah berada dirumah sakit dimana Gavin dirawat. Segera menuju Ugd.
"Dirgo!" Panggil Friska.
"Bagaimana kondisi tuan?"
Dirgo binggung ingin menjelaskan bagaimana kondisi Gavin.
Sebelumnya diotak Dirgo sudah merencanakan sesuatu, dia ingin meminta bantuan Friska dan dokter Leon.
Akhirnya Dirgo mendiskusikannya dengan Friska, ketika Friska menyetujuinya, maka Dirgo menghubungin dokter Leon, memohon bantuannya.
Tetapi belum diketahui apakah dokter Leon mau membantu Dirgo, walaupun Dirgo adalah temannya, karena setiap rumah sakit mempunyai prosedur yang berbeda-beda.
__ADS_1
Dirgo sangat berharap bantuan dokter Leon