Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
44. Kepanikan, Kecemasan Dan Pengakuan Mona


__ADS_3

Lumayan lama juga Mona untuk pergi kerumah sakit, karena tamunya sangat banyak yang dibicarakan. Mona gelisah menunggu kabar dari Friska mengenai kondisi Gavin. Entah mengapa dia sangat takut jika nanti dia tidak dapat bertemu Gavin jika sampai Gavin benar-benar kenapa-napa.


Teman kantor Gavin yang mendengar Gavin kecelakaan, sangat menyesal membiarkan Gavin mengantar berkas tersebut. Dia meminta maaf terus menerus terhadap Mona, Mona memakluminya, juga tidak memarahi karyawannya itu.


Diparkiran mobil, Mona memasuki mobilnya dengan tergesa-gesa, dari mendapat kabar Gavin kecelakaan sudah beberapa jam tidak ada kabar lagi.


"Bertahan lah Gavin, jangan tinggalkan aku!" Batin Mona, sebenarnya Mona sangat trauma mengenai kecelakaan, dia membawa mobilnya dengan tubuh bergemetar, dia ingat kejadian dimana orang tuanya kecelakaan, dengan kepala, muka yang berdarah-darah lalu meninggalkan dia.


Mona berusaha melawan ketakutannya, akan kecelakaan itu.


"Aku harus bisa" batin Mona menguatkan dirinya sendiri.


Mona berusaha membawa mobilnya hingga sampai dirumah sakit, beruntungnya bagi Mona, rumah sakit itu lain dengan ru.ah sakit dimana orang tuanya dirawat dulu, dia pun merapikan terlebih dahulu pakaiannya.


Kemudian Mona mencari kamar rawat inap yang diberitahu oleh Friska, Friska juga tidak memberitahu kondisi Gavin, hanya Friska mau bosnya melihat langsung kondisi suaminya itu.


"Dimana kamarnya" Mona berjalan dengan sedikit gemetaran kakinya. Dengan melihat kanan kiri.


"Nona" panggil Friska dengan melambaikan tangannya.


Mona pun segera menunjuk arah Friska.


"Bagaimana Gavin?" Tanya Mona dengan suara gemetaran.


"Nona lihat sendiri ya didalam, sebelumnya nona harus bersabar, kita pasrah" ucap Friska pelan.


"Apa maksudmu?" Mona berjalan memasuki kamar tersebut.


"Dirgo" panggil Mona.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi Gavin" tanya Mona sekali lagi.


"Nona bicara saja dengan dokternya ya, ini dokter Leon!!" Dokter itu pun tersenyum kearah Mona.


Mona merasa sangat sedih melihat kondisi Gavin, kepalanya diperban ada bekas darah dibagian bantalnya, kemudian menggunakan selang oksigen.


"Gavin" lirih Mona.


"Dokter bagaimana kondisi Gavin" ucap Mona dengan suara gemetar yang lebih kuat.


Friska yang melihat itu tau bahwa Mona masih trauma atas kecelakaan yang pernah dialami oleh orang tuanya.


"Anda istri Gavin?" Tanya dokter tersebut.


"Iya, saya istrinya, bagaimana kondisi Gavin! Dok?" Tanyanya lagi.


"Nona yang sabar ya, sekarang kondisi tuan Gavin" ucap dokter Leon terputus.


"Dia kritis!"


"Hanya saja, dia masih cukup bertahan mungkin menunggu anda, seharusnya dalam kondisi tuan Gavin begini sudah dari tadi dia pergi, hanya saja tuan Gavin kuat!" Jelas dokter Leon.


"Gavin" suara lirih Mona. Dia merasa akan ada hujan airmata, karena dia sudah menahan airmatanya untuk jatuh, dia menggenggam tangan Gavin, sekarang yang kondisinya dingin karena ac.


"Kita berharap yang terbaik saja!" Ucap dokter Leon. Kemudian dia berpamitan dengan Mona, Dirgo dan Friska.


Mona pun menumpahkan airmatanya, Dirgo mengajak Friska untuk keluar, memberikan waktu untuk Mona bersama Gavin.


Hanya saja Friska keluar dengan kondisi sedih melihat Mona begitu.

__ADS_1


"Gavin sadarlah" ucap Mona lirih disamping Gavin, dengan suara gemetarnya.


"Jangan pergiiiiiiiiiiiii"


"Ayo bangun"


"Hiks, hiks, hiks" Mona sambil mengelap airmatanya yang jatuh terus menerus. Mona masih saja menangis hingga dia kesulitan untuk bernafas, dia mengambil udara melalui mulutnya.


Mona menggenggam tangan Gavin.


"Jangan tinggalkan aku sendiri, selama ini kamu yang sudah menemanin tidur ku"


"Aku takut kehilangan mu, aku enggak mau kamu pergi" Mona masih saja terus berkata.


"Ku mohon bangun lah" lirih Mona.


"Gavinnnnnnnnn bangunnnnnnn"


"Aku"


"Aku" kata-kata Mona seolah sulit diucapkan.


"Aku menyayangin mu, aku mencintai mu" teriak Mona dengan suara paraunya, kemudian menguncang-guncang tubuh Gavin, kemudian Mona memeluk tubuh Gavin.


"Gavinnnn, aku enggak mau kehilang dirimu, ku mohon bangun lah" teriak Mona lagi.


Untung saja kamar yang mereka ambil adalah kamar Vvip jadi hanya mereka saja yang disana.


Mau sekuat apa Mona berteriak tidak akan ada yang mendengar.

__ADS_1


__ADS_2