Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
78. Kedatangan Tamu


__ADS_3

Hari ini Mama Vany terlihat sibuk, dia meminta para pelayan teliti membersihkan rumah.


Para pelayan pun sibuk dengan kerjaan masing-masing. Dengan kepala pelayan Gou yang mengawasi mereka.


"Ini masih kotor" bentak mama Vany kepada salah satu pelayan.


Kepala pelayan Gou pun segera berlari kearah mama Vany, dia takut jika keributan makin menjadi.


"Maaf nyonya besar, ini biarkan saya saja, tadi saya sedang berada dibagian dapur" ucap kepala pelayan Gou.


Kemudian mama Vany pun berjalan kearah lain.


Dari arah tangga Mona berjalan menurunin satu persatu anak tangganya.


"Ma" sapa Mona yang melihat mama mertuanya pas didepan dia.


"Mama sedang sibuk, apa ada yang bisa Mona bantu?" Tanya Mona menawarkan bantuan.


"Tidak" ucap mama Vany dingin.


"Baik ma" ucap Mona sopan.


"Oh, iya nanti akan ada kakak saya yang mau datang, kamu jangan berbuat ulah" ucap mama Vany memperingatkan Mona.


Padahal selama ini Mona sama sekali tidak pernah berbuat ulang yang macam-macam, semua keributan itu dari mama Vany.


"Baik ma" jawab Mona sambil menunduk.

__ADS_1


*****


Waktu yang ditentukan, tiba-tiba ada seorang pelayan yang sudah membawa koper berwarna merah masuk kedalam rumah.


Salah satu pelayan lain pergi kekamar mama Vany untuk memberi laporan jika kakaknya sudah datang.


Kebetulan Mona la yang sedang berada diruang tengah, langsung menyambut kakaknya mama Vany dengan wajah yang ceria dengan penuh sopan santun.


"Silakan masuk tante" ucap Mona dengan sopan.


"Saya Mona istri Gavin" ucap Mona memperkenalkan diri.


"Saya Stella"


"Panggil saja tante Stella" ucap tante Stella.


"Mama sedang berada dikamar, sudah diberitahu pelayan!" Ucap Mona yang tau jika tanye Stella mencari adiknya, karena kepala tante Stella melihat kanan dan kiri.


"Oh, baik lah" ucap tante Stella.


"Sini tante" Mona mengandeng tangan tante Stella dengan lembut kemudian meminta tante Stella untuk duduk sebentar.


"Tante pasti lelah ya karena perjalanan jauh" ucap Mona mengajak tante Stella bicara, agar tidak merasa bosan karena menunggu mama Vany.


"Iya, tapi ini sudah biasa" ucap tante Stella sambil tersenyum.


"Dimana Gavin?" Tanya tante Stella yang sadar tidak melihat keberadaan Gavin.

__ADS_1


"Gavin sedang berada dikantor tante, tapi Mona sudah memberitahu kepada Gavin jika tante sudah sampai dan Gavin sangat senang mendengarnya tante" ucap Mona dengan lemah lembut.


Tidak berapa lama pun mama Vany keluar dari kamarnya menuju tempat Mona dan kakaknya berada.


"Kakak" panggil mama Vany dengan lembut. Dan langsung berhambur memeluk kakaknya.


Mona yang melihat mama Vany dan tante Stella merasa terharu.


"Apa begitu ya punya saudara, senang sekali rasanya bertemu jika sudah lama tidak bertemu" batin Mona yang termenung melihat mama Vany dan tante Stella.


"Kenapa kamu melamun disana, masuk kamar sana" usir mama Vany dengan nada sedikit tinggi. Mona pun segera berpamitan dan masuk kamarnya.


Tante Stella heran melihat Vany adiknya yang begitu kasar terhadap orang lain.


"Vany, mengapa kamu begitu kasar terhadap Mona" ucap Tante Stella.


"Aku enggak suka dia, kak! Kakak lihat gaya dia kan" ucapnya dengan lembut berbeda dengan berhadapan dengan Mona.


"Kakak lihat dia anak baik!" Ucap Tante Stella membela Mona.


"Kakak baru melihatnya, aku yang sudah berbulan-bulan tinggal bersamanya, malah merubah Gavin memihak dia" keluh Mama Vany.


"Lha bukannya Gavin memang tidak selalu cocok dengan kamu ya" ucap Tante Stella.


"Aghh sudah lah kak, kakak pasti lelah! Ayo istirahat, aku sudah sediakan kamar terbaik buat kakak ku ini" ucap mama Vany yang sangat bahagia kakaknya datang.


"Iya" Tante Stella pun langsung merangkul adiknya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Mama Vany mengajak kakaknya untuk beristirahat dikamar khusus tamu, tetapi didalam dengan perlengkapan mewah.


__ADS_2