
"Kamu tidak diapa-apakan mereka?" Tanya Gavin ketika sudah berada dikamarnya.
"Tidak kog, aku berada didapur!" Ucap Mona santai.
"Jadi, dia yang membuat mu kabur dan jadi supir ya?" Goda Mona sambil membukakan dasi yang menempel dikerah baju Gavin.
"Iya" ucap Gavin cuek.
"Dan aku juga sekaligus bersyukur karena bertemu kamu!" Jawab Gavin yang kembali mengoda Mona.
"Sayang ayo" ucap Gavin yang matanya sudah dipenuhi hasrat.
"Iih, enggak kamu bau belum mandi!" Jawab Mona.
"Enggak apa-apa!" Ucap Gavin sambil membuka kemejanya.
"Aku ingin anak kita cepat tumbuh disini" menunjukan perut Mona.
"Enggak, kamu mesum! Mandi sana baru boleh" jawab Mona mengusir halus Gavin untuk mandi.
"Kalau sudah mandi bolehkan!" Mata Gavin berkedip-kedip didepan Mona.
"Iya" jawab Mona menutup wajahnya karena malu, padahal mereka juga sudah sering melakukannya.
15 menit lamanya Gavin mandi dan ketika Gavin keluar dari kamar mandi, lagi-lagi pemandangan yang selalu dia dapatkan ketika masih menjadi supir yang sekaligus suami Mona.
Istrinya sudah tertidur nyenyak diatas ranjang king size super itu.
"Yaaaaa, puasa deh" keluh Gavin pada dirinya sendiri.
Akhirnya Gavin pun memilih untuk ikut tidur bersama Mona, sebelum tidur Gavin mengecup kening, pipi dan sedikit meleset kebibir Mona.
*****
Hari ini Gavin mengajak Mona untuk ikut bersama kekantor.
__ADS_1
"Pagi nona" sapa Dirgo.
"Hei, kenapa aku tidak kau sapa!" Tanya Gavin kesal.
"Oh, maaf tuan" ucap Dirgo.
"Tuan kan sudah biasa ku sapa" ucap Dirgo sambil bercanda, Dirgo berani begitu karena Drigo dan Gavin dasarnya pertemanan mereka dari bangku kuliah.
"Sekali lagi kamu begitu, lihat saja, saldo gajimu sisa berapa" senyum jahat Gavin.
"Tuan, jangan potong gaji ku, anda saja belum memberikan ku bonus"
"Hufftttt"
"Gaji pula mau dipotong" keluh Dirgo lemah.
"Sudah, jangan gitukan Dirgo kasihan" Mona membela Dirgo.
"Sayang, kamu membela Dirgo, aku suami mu lho!" Gavin menunjuk dirinya sendiri.
Saat ini Mona dan Gavin sudah berada diruang kerja Gavin yang sangat besar, berbeda jauh dengan ruang kerja dikantor Mona.
Didalam ruangan ini terisi sofa king size, kamar mandi khusus dan ruangan khusus untuk beristirahat.
"Sayang, beristirahat lah terlebih dahulu dikamar itu"
Mona pun menuruti perintah Gavin.
30 menit kemudian Gavin menerima tamu tidak diundang.
"Gaviinnn, aku rindu kamu" ucap Rebeca yang langsung memasuki ruangan Gavin yanh memang tidak terkunci, Gavin sendiri yang lupa menguncinya.
"Siapa yang mengizinkan mu untuk kesini" usir Gavin dengan nada dingin.
"Tentunya mama Vany donk" ucap Rebeca dengan santai, dia bebas mengakses masuk kantor ini atas nama mama Vany.
__ADS_1
"Ini kantor ku, tidak ada orang asing boleh masuk kecuali aku yang mengizinkan" ucap Gavin menatap tajam Rebeca.
Mona yang mendengar ribut-ribut pun memilih keluar dari kamar.
"Eh, ada pengganggu alias perebut calon tunangan ku" ucap Rebeca sinis.
"Dasar wanita murahan" ucap Rebeca mencibir Mona.
"Jangan bicara mu terhadap istri ku" ucap Gavin dengan emosi.
Mona menatap tajam kearag Rebeca, lalu mendekati Rebeca.
"Kamu yang pengganggu suami orang, Gavin suami ku, jadi saya harap kamu pergi" usir Mona dengan kasar.
"Kamu tau pintu dimana kan" tanya Mona memandang kedua mata Rebeca dengan tajam.
"Atau saya panggilkan security?" Tanya Mona dengan sinis.
"Beraninya kau" ucap Rebeca dengan kesal.
"Dengar apa kata istri ku, silakan pergi" usir Gavin, dengan pasrah Rebeca pun pergi dari ruangan Gavin.
Gavin tidak percaya bahwa Mona akan membela dirinya secara begitu.
"Kamu hebat sayang" ucap Gavin bangga.
"Kamu yang mengajarkan ku, jika aku mau berada terus disampingmu, aku harus lebih hebat lagi dari sekarang dan lebih berani kan!" Ucap Mona dengan senyum mengodanya.
"Gadis pintar" ucap Gavin bangga.
"Aku mau, ayo!" Ajak Gavin.
"Hei, mesum ini dikantor!"
"Tidak apa-apa ini kantor ku, kita kekamar"
__ADS_1
Mona tidak dapat menjawab dan hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dan Gavin pun tidak lupa mengunci pintu ruangannya serta meminta Dirgo untuk tidak menganggunya, dia ingin istirahat.