Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
52. Pemberitaan Pers.


__ADS_3

Mona dan Gavin sudah selesai mandi, mereka pun turun bersama untuk menuju meja makan untuk sarapan pagi.


"Masih sakit?" Tanya Gavin.


"Masih sedikit"


"Sini aku obatin" dengan wajah mesum Gavin.


"Jangan mesum" ucap Mona kesal, karena dari tadi pagi Gavin selalu menganggunya.


Saat ini Mona berusaha berjalan normal, agar orang-orang yang melihatnya tidak tau, apa yang mereka lakukan semalam.


Mona dan Gavin sudah duduk dimeja makan, menunggu mama vany untuk segera datang ke meja makan.


"Pagi ma" sapa Mona dengan sangat sopan ketika melihat ibu mertuanya berjalan datang kearah meja makan.


"Ya" ucap mama vany cuek.


"Mari makan" ucap Gavin dengan santai.


Mereka pun makan dalam diam.


"Kasih tau aku dari mana kamu berasal, dari keluarga apakah?" Tanya mama Vany.


"A" baru saja Mona ingin menjawab tapi ditahan oleh Gavin.


"Mama pastinya sudah tau dari mana Mona berasal, dari awal Mona datang mama pasti sudah menyelidikinya, kenapa harus bertanya lagi?" Sarkas Gavin yang tau kelakuaan mamanya bagaimana.


"Mama pasti ingin membanding kekayaan kita dengan Mona dan berkata Mona hanya semut kecil yang sekali dijepit dengan jari saja akan mati kan" ucap Gavin dengan tegas, membuat mamanya terdiam.


Mona yang mendengarnya pun merasa mengecil hatinya, merasa takut, ternyata diluar ini masih ada yang lebih menakutkan dari tante Dewi bagi dia.

__ADS_1


"Dan Ma, aku akan membuat penberitaan dalam dan luar negeri jika kami sudah menikah" ucap Gavin menjelaskan niat dia hari ini.


"Terserah" ucap mama vany.


"Aku sebenarnya juga tidak ingin meminta persetujuan mama, ini hanya formalitas melalui mama" ucap Gavin dingin lalu menletakkan sendok garpunya.


"Ini karena kamu" ucap mama vany memandang benci kearah Mona.


Mona hanya dapat terdiam mendengar apa yang ibu mertuanya ucapkan, hatinya terasa sakit.


"Mungkin begini menjadi seorang menantu, bisa diterima ya syukur, kalau tidak ya seperti aku" batin Mona, dia pun segera menyelesaikan makannya dengan cepat.


"Ma, aku susul Gavin dulu" ucap Mona berpamitan dengan ibu mertuanya.


Memandang kesal kepada kedua orang itu.


*****


"Sayang, kamu tidak apa-apa, apa yang mama katakan pada mu setelah aku pergi" tanya Gavin dengan serius.


"Tidak, tidak ada! Tenang saja!" Berusaha memberikan senyum tercantiknya.


Gavin tau Mona menyembunyikan sesuatu, didasar hatinya ada rasa tidak enak begitu lah yang Gavin pikirkan.


"Sayang, kita sebarkan pernikahan kita"


"Siap?" Tanya Gavin.


"Siap" kemudian Gavin menciumi pucuk kepala Mona, membuat Mona merasa sedikit lebih tenang.


Gavin sudah meminta Dirgo menyebarkan berita pernikahannya dan ini pasti akan membuat sejagat pemberitaan televisi akan heboh atau bisa dikata "Viral".

__ADS_1


Gavin dan Mona hanya memantau saja, semua sudah dipersiapkan Dirgo.


"Siap tuan" ucap Dirgo yang tiba-tiba saja sudah datang dengan membawa sebuah laptop khusus untum berita tersebut.


"Laksanakan" ucap Gavin.


*****


Setengah jam berlalu mereka bertiga menunggu apa komentaran para wartawan dan wartaberita lainnya mengenai pernikahan mereka.


"Bagaimana Dirgo?" Tanya Gavin yang kini tengah berada disamping Mona dengan tangan yang merangkul Mona dengan posesif, Dirgo yang disana hanya berpura-pura tidak melihatnya saja.


"Waahhh heboh tua, hampir semua stasiun televisi membicarakan anda dan nona" ucap Dirgo yang sangat antusias melihat berita ini, padahal berita yang dibuatnya sendiri, melalui perusahaan Gavin sendiri.


Berbagai tanggapan yang mereka terima di masyarakat luas.


Ada yang sangat memuji kecantikan Mona, tetapi ada juga yang tidak setuju, mengnamakan Mona hanya mengincar harta Gavin, padahal mereka saja tidak tau bagaimana Gavin dan Mona bersama.


"Gavin" ucap Mona pelan.


"Jangan takut, ada aku" ucap Gavin menenangkan Mona yang mulai membaca berita yang tidak mengenakan.


*****


Sedangkan dikantor Mona, para karyawan sedang berkumpul membicarakan Mona yang menikah tanpa pemberitahuan dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah status Gavin.


Di kantor mereka dimonitorin oleh Friska, dia memberitahu bagaimana Mona sampai bisa menikah dengan Gavin.


Semua sangat senang, karena Mona menikah tanpa melihat status dan tidak mempermasalahkan Gavin pada waktu itu.


Pemberitaan ini benar-benar menghebohkan karena Gavin sangat terkenal kekayaannya dan usaha bisnis dia yang ada dimana-mana dan tidak takut akan melawan siapa pun yang baginya merugikan, bakhan membunuh mereka yang berbuat fatal.

__ADS_1


__ADS_2