Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
67. Melawan Rebeca


__ADS_3

Hari ini pun berlalu, waktu sudah menunjukan sore hari.


Mona sedang berada dipangkuan Gavin, dia sedang bermanja-manja dengan Gavin di King's Group.


"Tuan" panggil salah satu karyawan Gavin yang bertugas melapor jika ada yang mencarinya.


"Katakan" ucap Gavin dingin.


"Tuan, ada orang yang mencari tuan, dia sangat memaksa, katanya ada pesan yang dia bawa dari nyonya besar!"


"Suruh dia masuk" tanpa basa basi atau bertanya lainnya Gavin meminta karyawannya memberikan orang itu masuk.


"Siapa" tanya Mona.


"Sepertinya, seperti biasa" senyum Gavin.


Mona yang mendengar jawaban dari Gavin pun hanya melayangkan senyum sebelah diwajahnya.


Klek-klok-tok! Suara sepatu hak tinggi berlenggok diatas lantai.


Seorang wanita berjalan masuk dengan arogannya.


"Sayannnnggg, aku rindu" teriak wanita itu dengan manja dan berlari mendekati Gavin, tidak memperdulikan istri Gavin yang disampingnya.


Mona memandang wanita itu dengan sinis.


"Wanita murah" batin Mona.


"Siapa yang kau panggil sayang?" Ucap Gavin dengan tegas dan bernada tinggi.


"Kamu"

__ADS_1


"Mimpi kau Rebeca" bentak Gavin, dengan mengeleng-geleng kepalanya.


"Tidak, kau hanya milikku" ucap Rebeca dengan manjanya.


"Dan dia" menunjuk kearah Mona yang masih berdiam diri dengan wajah datar.


"Dia yang merebut kau dari ku" ucap Rebeca dengan nada sinisnya.


"Hei, bisa kau ulangi" Mona langsung beraksi saat Rebeca sudah menyinggungnya.


"Kau wanita murahan yang tidak sadar diri"


"Beraninya datang kesini hanya untuk melihat suami orang saja"


"Tidak tau malu"


"Gavin tidak pernah menanggapi mu, masih saja kau kesini??"


"Aku saja jijik melihat mu"


"Seharusnya kau tau perasaan sebagai sesama wanita yang suaminya diganggu oleh PELAKOR seperti mu" Mona berucap tanpa berhenti.


"Jangan ucapan mu, kau yang memang sudah merebut Gavin dari ku" teriak Rebeca.


"Kau yang pelakor" ucap Rebeca dengan keras.


Gavin hanya memandang tajam ke Rebeca.


"Ini sama halnya, maling teriak maling" ucap Mona sambil tersenyum jahat kepada Rebeca.


"Kau itu tidak tau bersyukur, kau itu cantik, sangat kaya, apa pun yang kau mau pasti kau bisa dapatkan, lelaki macam apa pun bisa didekat kau?!" Ucap Mona.

__ADS_1


"Disini kau mengantar diri mu untuk menjadi makanan singa" ucap Mona dengan kasarnya. Tidak ada sedikit pun rasa takut dihati Mona, yang dia pikir, dia harus menjaga martabat dia sebagai istri dan menjaga hak dia.


"Dasar tidak tau malu" bentak Mona.


"Aku tidak perduli selagi apa yang aku mau, harus aku dapatkan" ucap Rebeca dengan sombongnya.


"Kau coba saja, aku tak akan pernah melepas suami ku untuk siapa pun, bahkan untuk kau" ucap Mona dengan tegas.


"Kau hanya wanita yang tidak bisa memberikan anak kepada Gavin, masih berani berbicara begitu" tantang Rebeca dengan sinis.


"Aku hanya mengalami kecelakaan, bukan aku mandul" jawab Mona sambil menekan perkataannya.


"Hahaha, dasar wanita enggak tau diri, hanya mau terhadap harta Gavin" ucap Rebeca.


"Kau" ucap Gavin terhenti ketika Mona menahan Gavin dengan tangan Mona melintang didada Gavin.


"Kalau saja Gavin masih supir pribadi ku sampai sekarang, aku akan lebih bahagia, karena tidak harus berurusan dengan kau, tentunya jika Gavin supir ku, kau yang tidak akan mau dengan Gavin kan"


"Tentu tidak" jawab Rebeca langsung dan terkaget sendiri ucapan dia yang terlepas.


"Nah, kita dengar sendiri siapa yang mengincar harta?"


Rebeca terdiam, dia benar-benar merasa dibuat malu Mona. Mukanya memerah menahan malu yang dipermalukan didepan Gavin.


Mona tersenyum jahat ke Rebeca.


"Sekarang, kau tau aku mau apa?!" Bentak Mona.


"Aku mau kau keluar" usir Mona dengan kasar. Sambil menunjuk pintu keluarnya.


"Kau" ucap Rebeca sambil merapatkan semua giginya karena merasa sangat geram, kesal.

__ADS_1


Rebeca pun dengan cepat berjalan keluar pintu, dengan wajah yang menghitam karena rasa kesalnya.


Mona dengan sengaja memeluk dan mencium Gavin untuk menandakan Gavin miliknya dan tidak ada orang lain yang boleh menganggunya. Gavin tersenyum kepada Mona menatap bangga terhadap istrinya.


__ADS_2