
Setiap hari Rebeca selalu saja datang menemui mama Vany dan selalu saja ingin mencari kesempatan untuk bisa dekat dengan Gavin. Hanya saja Gavin selalu dapat menghindar.
Mona dan Gavin sedang berada dikamar mereka, Mona baru saja selesai berpakaian.
"Kamu memang benar-benar cantik deh" Gavin mengkagumi kecantikan istrinya.
"Iya kah" tanya Mona.
"Iya , apa lagi habis mandi makin cantik" ucap Gavin jahil.
"Hei, jadi kalau tidak mandi tidak cantik ya"
"Dasar lelaki"
"Kalau tidak mandi bau tau" Gavin masih saja menjahili Mona.
"Arrrgggghhh awas kamu" ucap Mona dengan memikirkan sesuatu.
"Jangan mengancam ku" ucap Gavin yang berubah tegas.
"Huuu, serem" Mona pun sudah malas berdebat dengan Gavin.
"Hahaha" Gavin tertawa melihat Mona yang kehilangan semangatnya berdebat.
Mona melepaskan lilitan handuk yang berada diatas kepalanya, mengerai rambut panjangnya.
Kemudian dia duduk didepan cermin ingin menyisir rambutnya.
"Sini aku bantu sisir ya" ucap Gavin yang bergerak mendekati Mona.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri" jawab Mona yang kemudian mengambil sisir diatas meja riasnya.
"Sesekali aku membantumu menyisir rambutkan tidak apa-apa" ucap Gavin yang kemudian merebut sisir itu dari Mona.
Kemudian Gavin memposisikan dirinya tepat dibelakang rambut Mona, dia pun menyisir rambut Mona yang panjang, lurus dengan perlahan, dia bakhan takut jika sisirnya tersangkut dan menyakiti kulit kepala Mona.
"Sudah, rapi" ucap Gavin semangat, melihat hasil karyanya (padahal cuma menyisir rambut).
Mona berbalik arah ke Gavin kemudian dia tersenyum kearah Gavin lalu mendekati muka Gavin dan....
__ADS_1
"Muach" Mona mencium pipi Gavin sebelah kanan.
Kemudian dia berlari kearah ranjangnya.
"Kau mengoda ku kah" ucap Gavin nakal.
"Tidak, hanya ungkapan terima kasih" jawab Mona dengan menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Hanya itu?" Tanya Gavin .
"Iya, hanya itu, memang mau apa lagi?" Tanya Mona balik.
"Mauuuuuu" Gavin berpikir dia mau apa.
"Jangan macam-macam!" Mona mengancam.
Tok! Tok! Tok!
Tiba-tiba terdengar ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
"Siapa, katakan saja ada pesan apa?" Tanya Mona dari dalam kamarnya.
"Oh iya, terima kasih ya" ucap Mona dari dalam.
Pelayan itu pun segera pergi.
"Ayo" ucap Mona mengajak Gavin segera menemui mama mertuanya, karena dia tau jika dia dan Gavin lama menemuinya, maka keluarlah tanduk ibu mertuanya itu.
"Nanti saja, aku masih mau dikamar ini saja" ucap Gavin yang malas-malasan.
"Ayo lah cepat" Mona menarik tangan Gavin untuk segera bergerak.
"Sudah kalau tidak mau keluar, aku saja" Mona merajuk.
"Aduh merajuk dia!" Ucap Gavin dalam hati kemudian dia mengejar Mona yang sudah membuka pintu kamar dan berjalan keluar.
*****
Diruangan khusus keluarga Vilar.
__ADS_1
Mama Vany sudah menunggu dengan rasa kesalnya, karena yang dipanggil datangnya bagaikan siput berjalan, menurut mama Vany.
"Ma, kami datang" sapa Mona.
"Lamanya kalian datang, apa kalian dari benua eropa sana?" Sindir mama Vany dengan sinis.
"Ide bagus buat bulan madu" ucap Gavin.
"Benua eropa!" Gumam Gavin.
Mona melotot kearah Gavin.
"Langsung saja, kalian sudah menikah setahun lebih, kenapa Mona belum hamil?" Tanya mama Vany tanpa basa basi lagi.
"Apa kau mandul?" Sarkas mama Vany langsung.
"Gimana mau hamil orang baru dapat dibuahi" batin Gavin.
Tetapi keduanya hanya diam saja, tidak berani mengatakan yang sebenarnya.
"Saya butuh penerus keluarga Vilar, saya kasih kau waktu 2 bulan, jika bulan depan kau belum hamil lagi, berarti ada sisa 1 bulan dan jika diketahui kau belum hamil lagi, maka kau harus bercerai dengan Gavin, apabila kau tidak ingin bercerai maka Gavin berhak menikah lagi dengan Rebeca" ucap mama Vany dengan kejamnya.
Jantung Mona seketika berhenti berdetak mendengar hal tersebut.
"Tidak" ucap Gavin dengan tegas.
"Siapa pun tidak dapat memisahkan kami, kecuali maut"
"Dan satu lagi mama pun tidak dapat memaksa ku untuk menikah lagi, jangan pernah berharap itu" ucap Gavin dengan dingin.
Mona tidak dapat berbicara apa pun, dia hanya dapat berdiam diri saja, karena kekuatan dia untuk membela dirinya serasa runtuh ditimpak oleh kata-kata mama Vany.
Gavin kemudian menarik tangan Mona untuk segera keluar dari sana, dia tau Mona pasti sangat sedih akan hal ini.
Brrraaakkkk! Gavin membanting pintu tersebut.
"Kalian ingat itu" teriak mama Vany marah.
Mama Vany marah melihat Gavin dan Mona yang meninggalkannya begitu saja disana.
__ADS_1
"Dasar anak kurang ajar" batin mama Vany.