Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
56. Mama Vany membela Rebeca


__ADS_3

Setelah di usir dari kantor Gavin, Rebeca langsung menuju istana mewah Gavin, dimana mama Vany berada.


"Mana nyonya besar" ucap Rebeca kepada pelayan yang menyambutnya.


"Ada dikamar nona!" Ucap pelayan itu.


Dengan cepat Rebeca berjalan menuju kamar mama Vany, sampai pelayan tersebut tidak sempat mencegahnya, karena sekarang adalah waktu istirahat untuk mama Vany.


"Nona, nyo-ya" ucap Pelayan itu terpotong ketika Rebeca sudah mengetuk kamar mama Vany dan memanggilnya, dengan cepat mama Vany membukakan pintu, karena dia mendengar suara yang sangat dia kenal.


"Maaf nyonya, nona Rebeca langsung menuju kamar anda" ucap sang pelayan ketakutan, karena ini ada sebuah kesalahan bagi mama Vany.


"Sudah tidak apa, kalau hanya untuk Rebeca" ucap Mama Vany santai.


Dengan cepat setelah mendengar penuturan mama Vany, pelayan itu pergi kebelakang.


"Tanteeeee" ucap Rebeca manja.


"Kenapa sayang, kog kamu disini?" Tanya mama Vany kepada Rebeca yang lagi merenggek layaknya anak kecil yang permennya direbut oleh orang lain.


"Tante tanya aja tu sama menantu kesayangan tante" ucap Rebeca dengan wajah juteknya.

__ADS_1


"Maksud kamu, Mona"


"Iya tante siapa lagi"


"Dia dan Gavin mengusirku" ucap Rebeca dengan suara manja.


"Beraninya mereka mengusir mu!"


"Tunggu saja jika mereka pulang nanti" ucap Mama Vany geram lalu dia memeluk Rebeca dengan sayangnya.


Rebeca pun berada dikamar mama vany hingga sore hari, hingga Mona dan Gavin pulang.


Mama Vany dan Rebeca keluar dari kamar berpapasan dengan Gavin dan Mona yang baru saja pulang, melihat pasangan suami itri itu sedang berjalan sambil bercanda dengan bahagianya, membuat Rebeca semakin emosi.


"Tenang" ucap mama Vany pelan juga.


"Gavin, Mona" panggil mama Vany dengan suara tinggi.


"Iya ma" jawab Mona dengan suara lembut.


"Kamu berani sekali mengusir Rebeca dari kantor" ucap mama Vany tanpa basa basi.

__ADS_1


"Bukan Mona yang mengusirnya, tetapi aku" ucap Gavin lantang.


"Gavin, kenapa kamu usir Rebeca?!" Tanya mama Vany yang tidak suka Gavin melakukan itu.


"Karena dia menganggu kami" ucap Gavin lalu merangkul pinggang Mona dengan posesif hingga tidak memberikan jarang antara dia dan Mona, Mona pun hanya dapat tersenyum.


"Iih, sok romantis didepan ku, lihat saja nanti kalian" ucap Rebeca dalam hati, yang memandang tidak suka kepada Gavin dan Mona.


"Mama yang mengirim Rebeca kesana, setidaknya kalian tidak boleh mengusir dia seenaknya!"


"Itu kantor aku, jadi aku bebas menerima siapa saja yang mau aku terima dan yang tidak diterima seperti dia" memandang tanjam ke Rebeca.


Rebeca merasa sakit hati dengan apa yang dikatakan oleh Gavin, sudahlah tadi pagi dia dipermalukan dikantor Gavin.


"Ayo sayang kita kekamar saja!" Ajak Gavin.


"Ma, Mona permisi dulu" pamit Mona dengan sopan, dia tetap menghargai mama mertuanya.


Mama Vany melihat Mona semakin sinis, apa lagi dia tau kalau Mona berani melawan Rebeca, tetapi Mona tetap bersikap sopan didepan mama Vany.


Mona ingin dapat selalu menghargai mama mertuanya, walau mama mertuanya tidak suka terhadap dia, dan dia sangat berharap suatu hari nanti mama mertuanya akan menerima dia, walau sedikit saja.

__ADS_1


Ditangga menuju kamarnya, Gavin memeluk erat pinggang Mona, hingga Mona sendiri kesulitan untuk berjalan dan bergerak bebas, Gavin ingin menunjukkan dia memiliki Mona sepenuhnya.


__ADS_2