Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
49. Bertemu Mertua


__ADS_3

Didalam perjalanan Mona tertidur, hingga sampai dirumah mamanya Gavin pun, Mona masih tertidur. Spertinya perasaan takut dan lelahnya bercampur jadi satu.


Mereka telah sampai dirumah super mewah milik keluarga Gavin, ya sebenarnya rumah tersebut sudah sah menjadi milik Gavin Alvaro Vilar.


Pesawat jet itu dilandaskan dihalaman khusus dirumah Gavin.


Kepala pelayan yang mendengar kepulangan Gavin, pun segera memanggil anggota lainnya untuk berkumpul menyambut Gavin, kepulangan Gavin ini tanpa memberitahu mamanya terlebih dahulu.


Beberapa orang pria dan wanita berjejer disisi kanan dan kiri pintu utama menyambut Gavin, Mona dan Dirgo, hanya saja dengan kondisi Mona tertidur.


"Sssttttt" Dirgo meminta semua pelayan yang ada untuk tidak bersuara, mereka pun mengerti. Mereka semua hanya menundukan kepalanya.


Gavin berjalan melewati mereka dengan posisi mengendong Mona ala bride style, dengan Dirgo yang berjalan dibelakangnya, Gavin berjalan tanpa senyum, hanya wajah datar yang dia tunjukkan, memang seperti itu lah Gavin ketika sudah berada dikediamannya.


Para pelayan terpesona melihat kecantikkan Mona, walau hanya sekilas lewat, Mona yang dalam gendongan Gavin, terlihat sangat cantik.


Gavin membawa Mona kekamar Gvin yang sudah lama dia tinggalkan. Ranjang yang super besar, didalam kamar yang sangat mewah perlengkapannya.


Kemudian Gavin meminta Dirgo untuk memanggil kepala pelayan, karena sejak dia masuk, dia tidak melihat mamanya berada.


"Tuan memanggil saya!" Ucap kepala pelayan Gou.


"Dimana mama?" Tanya Gavin dengan nada dingin.


"Nyo-nya" suara gugup, karena dia yang memberitahu Gavin jika Nyonya besar sakit.


"Nyonya tidak ada dirumah tuan, maaf! Saya mohon maafkan saya, saya telah membohongin anda, nyonya meminta saya untuk berkata begitu pada anda, saya mohon tuan jangan katakan ini pada nyonya karena kalau tidak saya akan dipecat!" Ucap Kepala pelayan Gou ketakutan.


Karena didalam rumah tersebut kedua orang ini lah yang paling mereka takutkan.


"Baik lah, tidak apa-apa, saya mengerti!" Ucap Gavin santai.

__ADS_1


Kepala pelayan Gou merasa tidak percaya Gavin tidak langsung memarahinnya, biasanya Gavin akan langsung marah jika dibohongin, dia merasa tuannya sedikit berubah.


"Nyonya pergi bersama temannya tuan" ucap kepala pelayan Gou.


"Baik, silakan lanjutkan pekerjaan mu!"


"Oh, iya siapkan 1 pelayan wanita yang terbaik untuk melayani istri ku" ucap Gavin melihat kearah Mona yang masih tertidur.


"Istri?" Tanya kepala pelayan tidak percaya.


"Iya, ini istri ku, kami sudah menikah 1 tahun lalu" ucap Gavin dengan bangga.


"Baik lah tuan" kepala pelayan pun segera pergi dari kamar Gavin, dia tidak ingin bertanya banyak lagi, dan dia harus memilih pelayan yang terbaik, jika sampai salah maka habis lah dia.


*****


1 jam pun berlalu, Mona pun baru saja bangun dari tidurnya, dia begitu kaget karena berada ditempat yang berbeda.


"Ini dimana" melihat Gavin yang sedang duduk membaca buku.


"Kita sudah sampai dan kamu tertidur"


"Lalu dimana mama?" Mona sangat takut melewatkan sopan santunnya terhadap mertuanya.


"Mama masih keluar" ucap Gavin santai.


"Agh, syukur lah, aku takut menjadi menantu kurang ajar yang melewatkan menyapa mertua"


Gavin pun terkekeh mendengar penuturan Mona soal mamanya.


Tok! Tok! Tok!

__ADS_1


"Permisi tuan" ucap kepala pelayan Gou.


"Katakan" ucap Gavin.


"Nyonya besar sudah pulang tuan"


"Baik, aku turun" ucap Gavin.


Mona yang mendengar nyonya besar, dadanya sudah tidak karuan, perasaan takut, gugup, dan segala perasaan lainnya bercampur jadi satu.


"Siap?" Tanya Gavin pada istrinya.


Kemudian Gavin mengandeng tangan Mona dengan erat, membawa untuk turun menemui mamanya.


Badan Mona bergemetar, berjalan turun dengan pelannya dia dan Gavin.


Mereka menuju sebuah ruangan khusus, disana mamanya Gavin sudah menuju.


"Ma" panggil Gavin ketika dia sudah memasuki ruangan tersebut dengan masih mengandeng erat tangan Mona.


"Dia siapa?" Pertanyaan itu yang langsung dikeluarkan mamanya Gavin, membuat Mona semakin takut.


"Dia Mona, istri ku" ucap Gavin dengan expresi datar.


"Wanita seperti apa yang kau nikahin, sudah ku bilang kau akan ku nikahkan dengan Rebeca" ucap Mamanya Gavin dengan nada sedikit tinggi.


"Maaf ma, saat ini Mona istri ku dan tidak ada yang bisa merubah itu, termasuk mama" ucap Gavin dengan nada dingin. Membuat Mona mempererat genggaman ditangan Gavin.


"Mona, kenalkan ini mama ku"


"Mona, ma" ucap Mona dengan takut-takut lalu menyalamin mamanya Gavin, hanya saja, mertuanya itu tidak menyambutnya.

__ADS_1


"Aku sudah kembali, ini semua karena Mona dan ingat ma, jangan sampai Mona ada masalah disini, mama harus terima Mona!" Ucap Gavin dengan Dingin.


Mamanya hanya terdiam memandangin kedua orang itu, tidak dipungkiri jika bagi mamanya Gavin, Mona juga terlihat berkelas dan cantik.


__ADS_2