
"Tuan Dirgo, maaf kami lalai menjaga nona!"
"Apa maksud anda?" Tanya penasaran Dirgo.
"Nona muda belum kembali dari tadi sore hingga sekarang!"
"Apaaaa" bentak Dirgo, dia sangat terkejut dengan berita ini.
Flashback On
Sore hari setelah Gavin memarahi Mona dengan hal yang sangat tidak etis bagi Mona, tidak mau mendengarkan penjelasan Mona. Tidak bertanya lebih lanjut langsung saja menuduh Mona.
Mona menangis didalam kamarnya hingga sesegukan, dia merasa sangat sakit hati dengan perlakuaan Gavin, jika mama mertuanya yang berlaku begitu, dia masih akan bisa menahannya, tetapi ini Gavin suaminya sendiri yang berlaku kasar terhadap Mona. Rasa sakit yang hati Mona rasakan terasa membuatnya merasa sesak didada, entah mengapa dia tidak bisa sekuat biasanya.
Setelah merasa sedikit tenang, Mona memutuskan untuk keluar dari kamarnya.
Dia memoles sedikit wajahnya agar terlihat natural, tidak ada raut sedih diwajahnya.
Dia berjalan menuju pintu utama, disana dia bertemu dengan pelayan Gou.
"Nona mau kemana?" Tanya pelayan Gou yang penasaran Mona berjalan keluar, padahal tadinya dia mendengar suami istri itu sedang tidak dalam kondisi baik.
"Oh, tidak! Saya hanya ingin berjalan keluar sekitar sini untuk mencari angin segar saja" jawab Mona sambil menampilkan senyum terpaksanya.
"Nona, ajak pelayan Dina"
"Tidak usah! Saya mau sendiri! Tenang saja saya hanya jalan disekitar sini" Kepala pelayan Gou yang mengerti kondisi Mona pun membiarkan Mona keluar sendirian.
Flashback Off
"Nona hanya bilang dia ingin keluar saja!" Ucap kepala pelayan Gou.
"Ini sudah menuju waktu pukul 1.30 malam, kenapa nona belum kembali, ini pasti terjadi sesuatu" ucap Dirgo dengan cemas.
Kemudian Dirgo mengeluarkan ponselnya menelepon beberapa anak buah kepercayaannya untuk mencari Mona, dia mengerahkan semua anak buahnya agar Mona segera ketemu sebelum Gavin sadar.
Dirgo juga coba menghubungi nomor Mona yang memang tidak bisa terhubung sama sekali, dia juga mencari Mona dengan melacak keberadaan ponsel Mona, juga tidak ditemui jejak.
Tapi saat ini Dirgo juga tidak berbuat hanya bisa menunggu hasil dari para anak buahnya.
Dirgo memutuskan untuk menginap dirumah Gavin.
Sedangkan Gavin yang berada dikamarnya, benar-benar belum sadar.
__ADS_1
*****
Paginya dirumah Gavin.
"Aghh" teriak Gavin, dia memegang kepala yang sakit karena minuman yang memabukkan tersebut, untung saja Gavin masih bisa bangun.
Dia juga meraba-raba samping kanannya, tempat dimana biasa Mona tidur.
"Mona" gumam Gavin yang teringat dengan peristiwa sore tersebut, dimana dia meninggalkan Mona sehabis dia memarahin Mona.
"Kemana Mona, apa dia sudah bangun" batin Gavin yang masih belum mengetahui jika Mona sudah tidak berada dirumahnya.
Gavin merasa sedikit bersalah karena telah membentak Mona dengan kasarnya.
Gavin pun segera mandi dan turun ke bawah untuk mencari Mona.
Terlihat para pelayan tengah cemas, melihat kehadiran Gavin, Dirgo yang sedari tadi menunggu Gavin bangun tengah berbincang dengan kepala pelayan Gou.
Saat ini Dirgo yang mengambil ahli. Dirgo sudah mengetahui sebuah titik terang masalah tuannya ini, setelah bertanya kepada supir yang mengantar Mona dan pelayan lainnya.
Dirgo mengajak Gavin untuk keruangan khusus mereka untuk berdiskusi.
"Kenapa kau disini?" Tanya Gavin dengan gaya yang masih tidak bersahabat.
Gavin yang mendengar hal tersebut merasa sangat terkejut.
"Apaaaa? Mona hilang, bagaimana bisa?" Tanya Gavin dengan membentak disertai keterkejutannya.
Dirgo yang mendengar Gavin membentak, dia pun biasa saja, karena dia sudah tau bagaimana watak Gavin.
"Seharusnya aku yang bertanya, tuan apakan Mona sampai dia begitu, menghilang dari rumah ini!" Sarkas balik Dirgo.
Gavin terdiam sejenak, dia berpikir kembali masalah kemarin, kemudian Gavin menceritakan semuanya kepada Dirgo.
Gavin masih saja menganggap jika Mona memang sengaja keluar bertemu laki-laki lain diluar sana.
Dirgo meminta pelayan membawakan kue yang Mona beli untuk Gavin.
"Tuan lihat ini!" Dirgo membukakan kue ulang tahun tersebut terdapat tulisan "Selamat Ulang Tahun Untuk Suami Ku Tersayang'
Serta kartu ucapan yang menyampaikan keinginan Mona yang terbaik untuk Gavin.
Gavin tidak menyangka jika Mona mengingat Monent ulang tahun dia semalam, Gavin mengira Mona tidak mengingatnya, bahkan bagi Gavin dihari ulang tahunnya Mona memberi kejutan dengan Mona bersama pria lain.
__ADS_1
Dirgo juga menjelaskan hal yang diceritakan oleh supir mereka.
Membuat Gavin semakin merasa bersalah karena dia sudah benar-benar seperti seorang ******** yang tidak perduli akan perasaan istrinya.
Gavin terlihat menitikan airmatanya, didalam hati Gavin saat ini dia benar-benar menyesal, hal ini sampai membuat Mona menghilang dari rumahnya.
"Jangan kau tangisi wanita macam itu, masih ada wanita lain" ucap Mama Vany yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Bagus dia pergi, biarkan saja." Ucap Mama Vany, dia merasa sangat bahagia karena Mona telah pergi dari rumahnya.
Gavin dan Dirgo tidak menanggapin apa yang mama Vany ucapkan.
Gavin meminta Dirgo menyimpan kue tersebut.
Untung saja saat ini Dirgo lebih dulu mencegah kemarahan Gavin, biasanya Gavin akan marag besar jika hal seperti ini terjadi.
"Mona maafkan aku" lirih Gavin. Dengan suara menahan nangis.
"Dirgo tolong aku temukan Mona!"
"Tolong Dirgo" Gavin tidak pernah memohon seperti ini terhadap Dirgo, membuat hati Dirgo bergetar karena melihat penyesalan Gavin.
"Aku bersalah Dirgo, aku cemburu pada waktu itu, aku benar-benar cemburu" lirih Gavin.
"Ku mohon Dirgo tolong" ucap Gavin lagi.
"Tuan tenang saja, aku akan menolong nona" ucap Dirgo.
Mama Vany yang berada disana bersama sang kakak (tante Sella) merasa terkesima, karena anaknya tidak pernah memohon kepada orang lain untuk menolongnya dalam hal apa pun.
Tante Sella yang kebetulan pas datang kerumah mama Vany.
"Vany, kau lihat anak mu! Dia sangat terpukul hanya karena kesalahannya sendiri, apa kau masih mau memisahkan mereka?"
Mama Vany hanya terdiam mendapat perkataan sang kakak. Kemudian mereka berjalan keluar.
*****
"Tuan mana nomor yang mengirim anda soal foto itu biar saya selidiki" segera Gavin memberikan nomor tersebut.
Kemudian Dirgo mengambil laptop yang berada diruangan itu, dia mencari tau keberadaan nomor itu, namun tidak terlacak padahal Dirgo ahli IT.
"Kemungkinan nomor ini sudah tidak dipakai, kartunya langsung dirusak" Dirgo kesal sambil menghempas tangannya ke udara.
__ADS_1
Gavin yang mendengar hal itu pun hanya bisa mengeram kesal.