
Gavin yang melihat Mona sudah tertidur pun, bukannya segera ikut tidur, tetapi dia keluar dari kamar dan tidak lupa membawa hpnya.
Dia berjalan menuju belakang dimana ruangan sepi atau tidak ada orang. Gavin menelepon asisten Dirgo.
"Dirgo bagaimana penyelidikkan mu apa sudah berhasil?" Tanya Gavin dengan nada suara dingin.
"Hah" Dirgo yang baru saja mau ketiduran tiba-tiba harus terbangun mendengar suara hpnya berbunyi.
"Sekali lagi kau hah, maka habis lah kau" nada dingin
"Maaf bos" jawab Dirgo ketakutan mendengar Gavin berbicara sangat dingin.
"Nampaknya Gavin tidak dikasih jatah ya sama istrinya" Dirgo sedang berpikir.
"Dirgo, ku potong gaji mu 50% bulan ini" Dirgo tau kenapa bosnya berkata begitu karena dia terlalu lama menjawab pertanyaan Gavin.
"Jangan bos, aku belum nikah, aku mesti nabung untuk masa depan!" Seru Dirgo langsung
"Apanya nabung buat nikah, pacar saja kau tidak ada!" Kata Gavin menyindir Dirgo.
Gavin tidak bisa begitu saja memarahin Dirgo karena Dirgo sudah sangat setia terhadapnya.
"Baik lah bos, laporan"
"Ehmm" suara berdehem Gavin.
__ADS_1
"Kecelakaan yang terjadi memang suatu kesengajaan, tetapi belum bisa dipastikan siapa dalangnya, kami masih dalam penyelidikkan" ucap Dirgo.
"Selesaikan penyelidikkan tersebut sampai tuntas" kata tajam Gavin.
"Kalau soal penculikkan yang terjadi juga dikarenakan seseorang yang memerintah mereka, kami hanya menangkap anak buahnya, sedangkan bosnya masih dalam pengejaran kami!"
"Baik lah, selesaikan itu semua" perintah Gavin.
"Siap bos"
"Bosssss" teriak Dirgo.
"Ada apa lagi" dengus Gavin.
"Gaji mu bulan ini hangus" langsung Gavin mematikan teleponnya.
"Arggghh salah bicara sudah aku" ringgis Dirgo lemah, karena bulan ini dia mendapat pekerjaan berat dari Gavin, bahkan kemarin saja mendapatkan beberapa lebam karena melawan penculik Mona.
"Seharusnya aku dikasih bonus bos, bukannya hilang gaji ku" gumam Dirgo.
Dirgo adalah asisten setia Gavin, mereka bertemu dibangku SMA hingga sekarang bersama, Dirgo mau menjadi asisten Gavin karena Gavin selama berteman dengannya tidak pernah membedakan kasta diantara mereka, Gavin selalu berlaku adil.
Dirgo belum mempunyai pasangan, dia juga merupakan anak yatim piatu.
Dirgo kini mempunyai rumah pribadi semua berkat Gavin mempekerjakannya dengan gaji yang sangat besar.
__ADS_1
(Siapa sih sebenarnya Gavin ini, belum saatnya tau siapa Gavin, yang perlu kita tau sekarang Gavin adalah bos Dirgo).
*****
Gavin segera berbalik ingin menuju kamar, tetapi tiba-tiba dia membelokkan jalannya menuju arah lain, bukan ke kamar.
"Bayangan apa itu??" Batin Gavin, ternyata pas dia mau berbalik arah dia melihat ada bayangan di yang sedang bersembunyi.
"Tante Dewi pasti sudah tidur, asisten rumah tangan juga sudah pada tidur!" Batin Gavin bermonolog sendiri.
"Apa Friska? Tapi untuk apa dia keluar malam-malam begini" batin Gavin lagi.
Ketika Gavin mencari bayangan itu sudah tidak ada.
Gavin pun segera berbalik menuju kamar tidurnya bersama sang istri yang sudah terlelah menuju mimpi indahnya.
Sudah beberapa lama ini Mona tidak lagi terlihat sedih didalam tidurnya, tidak lagi terbangun karena bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Cantiknya istriku" Gavin memperhatikan wajah Mona yang tertidur pulas.
"Walau kita bukan bersama karena dimulai dari cinta, tetapi aku akan mempertahankan mu bagaimana pun caranya nanti"
"Sepertinya aku yang mulai jatuh cinta kepada mu" batin Gavin, dia tersenyum sendiri.
Gavin pun ikut meluruskan tulang punggungnya. Ikut untuk menyusul mimpi indah Mona.
__ADS_1