
Hari-hari berlalu dari Mona yang selalu dihina oleh mama Vany dan Rebeca. Dia sudah mulai belajar cuek untuk itu semua.
Saat ini Mona sedang tidak ingin keluar kamar, dia hanya ingin berbaring saja, ketika Gavin mengajaknya ke kantor pun Mona tidak berminat.
"Perut ku sepertinya sedikit sakit, rasa kram" ucap Mona pada Gavin.
"Aku panggilkan dokter sekarang ya!" Ucap Gavin cemas.
"Enggak agh, mungkin mau datang bulan seperti biasa"
"Yaaacch kalau mau datang bulan enggak jadi donk"
"Kamu sangat berharap ya!" Ucap Mona dengan nada lirih.
"Enggak kog" jawab Gavin yang terkesan cuek.
"Tapi, tunggu dulu ini sepertinya sudah lewat 1 minggu untuk datang tamu bulanan"
Lalu Mona meraba sedikit payudaranya merasa sedikit bengkak dan sakit diperutnya rasa berbeda dari biasa dia mau terima tamu bulanannya.
Gavin binggung melihat Mona yang sedang memegang dadanya, dikira Gavin, Mona sedang mengodanya, Gavin pun segera membuka kembali baju kerjanya.
"Mau apa kamu?" Tanya Mona yang heran, melihat Gavin yang terus membuka kancing kemejanya.
"Bukannya kamu yang meminta ku sayang?"
"Apa ya ku minta?"
"Tu megang-megang!" Ucap Gavin sambil menunjuk tangan Mona.
"Yak ampun Gavin sayang ku" ucap Mona pertama kali memanggil Gavin dengan sebutan sayang.
__ADS_1
"Ini aku mau terima tamu bulanan, biasa wanita ini akan bengkak" menunjukkan bagian yang akan bengkak.
"Ooh, bilang lah" ucap Gavin putus asa.
"Kalau gitu lanjut saja ya" ucap Gavin dengan gairah yang mulai naik.
"Enggak, pakai baju mu! Se-ka-rang" teriak Mona.
"Duhh galak sekali wanita yang mau terima tamu bulanan ini" ucap Gavin dengan suara pelan.
"Apa kamu bilang, aku galak" nada tinggi Mona.
"Tidak sayang, telingga mu salah dengar" sangkal Gavin.
"Apa kata mu lagi telingga ku tidak berfungsi dengan baik, kau ini" Mona mulai kesal dan pergi meninggalkan ranjangnya, meninggalkan Gavin yang berada dikamar sendirian.
Emosi Mona benar-benar tidak stabil, terkadang dia mudah sekali marah, mudah sekali sedih. Mona berjalan menuju kedapur mencari pelayan Dina.
"Oh, dia masih ada dikamarnya nona, mau saya panggilkan?" Tanya kepala pelayan.
"Tidak usah, biar saya saja yang langsung menemuinya" ucap Mona yang lalu berjalan kearah kamar pelayan Dina.
Ketika melihat kamar pelayan Dina terbuka, Mona pun langsung masuk saja, karena saat itu pelayan Dina sudah bersiap untuk keluar dari kamarnya.
"Nona, ada apa kesini, apa saya ada salah" merasa takut.
"Tidak, kamu tidak ada salah, hanya aku mau minta tolong kamu dan rahasiakan ya" ucap Mona dengan berbisik.
"Ada apa nona?" Tanya penasaran Pelayan Dina.
"Kamu bisa menjaga rahasia ini kan"
__ADS_1
"Saya janji nona!"
"Tolong carikan saya....." Ucap Mona sambil berbisik ditelingga pelayan Dina.
Pelayan Dina merasa senang dengan apa yang diinginkan Mona, karena jika sampai ini terjadi Mona akan memberikan hadiah terbaiknya.
"Segera laksanakan nona"
Kemudian Mona pun keluar dari kamarnya Pelayan Dina, dia pun kembali berjalan kearah dapur untuk mencari minum.
30 menit kemudian pelayan Dina datang dengan menenteng sebuah kantong plastik dan melihat Mona yang masih berada didapur bersama pelayan lainnya.
Pelayan Dina memberikan apa yang dia bawa kepada Mona.
"Terima kasih" ucap Mona dan langsung membawa kantong itu pergi.
Mona kembali ke kamarnya untuk segera mandi dan menggunakan alat yang dibawakan oleh pelayan Dina.
Didalam kamar ternyata Gavin masih ada, dia belum pergi ke kantornya.
Mona tanpa menghirukan Gavin langsung saja berjalan ke kamar mandi.
"Dia masih marah?" Batin Gavin merintih. Seserem ini kah wanita yang mau terima tamu bulanan baginya, dia dulu sering mendengar teman kuliahnya berkata, jika seorang wanita mau atau sedang menerima tamu bulanan akan marah-marah, dia pun tidak percaya, tetapi sekarang terjadi padanya.
Padahal menurut Gavin 1 tahun lalu Mona tidak seseram ini kalau lagi marah.
"Agghhhh" Mona berteriak, Gavin berpikir Mona terjatuh dikamar mandi dan segera kearah kamar mandi menemui Mona.
"Kamu kenapa?" Tanya Gavin panik.
"Tidak, kamu lihat ini" Gavin mengambil apa yang Mona berikan.
__ADS_1
Gavin sungguh tidak mengerti apa itu.