Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
68. Selalu Saja Mama Vany Membela Rebeca


__ADS_3

Rebeca yang tidak menerima dipermalukan oleh Mona pulang kerumahnya dengan sangat kesal. Hingga dia menghancurkan semua barang yang berada dimeja riasnya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu" teriak Rebeca untuk Gavin.


"Kau akan menerima pembalasan ku" ucap Rebeca dengan bergetar badannya karena terlalu tinggi emosi dia.


Orang tua Rebeca yang mendengar keributan dikamar anaknya pun segera berlari melihatnya.


Kemudian Rebeca menceritakan semuanya terhadap orang tuanya.


*****


Malamnya dirumah istana mewah milik Gavin. Bintang bersinar terang menyinari rumah tersebut, Mona dan Gavin menikmati malam dengan dibawah sinar bintang yang bertaburan sangat penuh.


"Sayang, aku tidak menyangka kamu segalak itu" ucap Gavin sambil memegang tangan halus Mona.


"Kau yang membuat ku galak"


"Lha kog aku?" Tanya Gavin.


"Iya karena kamu buat kesal, boleh enggak kamu balik jadi Gavin si supir ku dulu, tapi bukan jadi supir, jadi suami ku seutuhnya, hanya tidak mempunyai identitas seperti sekarang" keluh Mona.


Gavin tersenyum kearah Mona dan berkata


"Aku maunya begitu, tetapi sekarang aku adalah Gavin Alvaro Vilar yang sudah kembali" ucap Gavin dengan tegas.


"Hm" Mona menarik nafasnya panjang kemudian membuang nafasnya dengan kasar.


*****

__ADS_1


Didalam rumah para pelayan sedang merasa takut, karena nyonya besar mereka sedang marah, padahal hal itu biasa.


"Dimana anak enggak tau diri itu" bentak mama Vany terhadap salah satu pelayan dirumahnya.


"A-da ditaman belakang nyonya" ucap pelayan itu takut.


Tanpa mengubris pelayan itu, mama Vany langsung berjalan menuju ketaman belakang untuk mencari keberadaan Mona dan Gavin.


"Mona, kau wanita tidak tau diuntung, mempermalukan aku" teriak mama Vany yang semakin emosi melihat Mona.


"Maaf ma, apa yang Mona buat hingga mempermalukan mama?" Tanya Mona dengan nada lembut.


"Sudah, tidak usah sok alim begitu kamu"


"Apa yang kamu katakan hingga membuat Rebeca begitu emosi"


"Oh, jadi wanita tidak waras itu melapor lagi ke mama?" Tanya Gavin yang mulai buka suara karena mamanya sudah kelewatan, memarahi Mona tanpa sebab.


"Ini istri Gavin, dia tidak bersalah Gavin berhak membelanya" ucap Gavin secara tegas kemudian memeluk istrinya erat.


"Tetapi istri mu sudah mempermalukan mama didepan keluarga Rebeca"


"Bukan Mona yang melakukannya, tetapi Rebeca la penyebabnya, mengapa harus Mona yang mama hakimi?" Ucap Gavin dengan dingin.


"Mengapa kamu tidak berani melawan, hanya diam saja Mona" bentak mama Vany kepada Mona, yang saat ini Mona hanya diam memandang sendu, datar kearah mama Vany.


"Jawab" bentak sekali lagi dari mama Vany, mama Vany tidak memperdulikan Gavin lagi.


"Maaf ma, bukannya Mona ingin melawan atau menjawab mama saat ini, aku hanya mendengarkan apa yang mama katakan, aku tidak ingin melawan mertua ku sendiri, aku sudah tidak mempunyai mama, aku sudah menganggap mama sebagai mama ku, walau mama tidak menganggap ku, aku menghargai dan menghormati mama!" Ucap Mona dengan nada yang masih sama lembut.

__ADS_1


"Oh, bagus kau tau diri, jadi sekarang aku ingin kau tinggalkan Gavin" ucap mama Vany dengan sinis.


"Maaf sekali lagi ma, bukan Mona ingin melawan mama, tetapi untuk meninggalkan Gavin, Mona tidak bisa, karena Gavin membutuhkan Mona sebagai istrinya"


"Benar apa yang dikatakan Mona, Gavin sangat membutuhkan Mona" ucap Gavin dengan tegas.


"Mama jangan pernah mau memisahkan kami" ucap Gavin dengan dingin menatap tajam ke mamanya.


"Terserah kalian" ucap mama Vany kemudian meninggalkan mereka.


"Mereka sulit sekali jika dipisahkan" batin mama Vany.


Dia melangkah dengan sangat kesal, hari ini membuat dia malu, karena mamanya Rebeca mencarinya sewaktu dia berkumpul dengan teman lainnya.


Flashback on


"Vany" panggil seorang wanita yang sedang berjalan menuju kearahnya dengan wajahnya yang garang. Wanita itu tau keberadaan mama Vany karena dia meminta lokasi keberadaan mama Vany dengan teman lainnya.


"Waah, ayo gabung sini" ajak mama Vany.


"Tidak, aku mau berbicara dengan mu!" Menarik mama Vany pergi dari kumpulan teman-temannya.


Mama Vany sangat heran dengan temannya ini, yang dia sangat ingin jika wanita ini menjadi besannya. Wanita ini mamanya Rebeca.


"Vany, ingatkan sama menantu mu jangan pernah permalukan anak ku, apalagi didepan Gavin, laki-laki yang ia cintai" ucap mamanya Rebeca dengan galak.


"Apa yang Mona lakukan pada Rebeca, kurang ajar anak itu" langsung saja wajah mama Vany mengalak.


"Kamu urus menantu mu itu, dapat kog menantu macam itu!" Ucap mamanya Rebeca menyindir.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, aku tetap membela Rebeca, bagi ku dia juga anak ku" ucap mama Vany menenangkan mamanya Rebeca.


__ADS_2