
Dirgo dan Friska memisahkan diri dari tuan dan nona mereka. Karena Dirgo ingin memberikan tuannya sebuah peluang untuk berduaan dengan istrinya. Walau mereka ikut bukan berarti mereka harus 24 jam bersama tuan dan nonanya.
Friska yang ditarik tangannya oleh Dirgo merasa kesal, pergelangan tangannya sempat merasakan sakit.
"Iiih berhenti!" Teriak Friska.
"Suara mu bisa dikecilin enggak" Dorgo menjawab sambil mencubit bibir Friska.
"Iiiih apaan si, tangan mu bau"
Dirgo pun langsung menciumin bau tangannya, dia mengendus apa kah tangannya bau.
"Enggak kog, wangi" batin Dirgo, sedangkan Friska mengetawakan kebodohan Dirgo yang langsung mengendus bau tangannya.
"Sialan, kau ngerjain aku ya!" Ucap Dirgo ingin mencubit pipi Friska tetapi Friska berhasil mengelak.
"Enggak kena, bleekk!" Ejek Friska sambil mengjulurkan lidahnya mngejek Dirgo.
Dirgo merasa dibodohi oleh Friska merasa sangat kesal.
"Nanti ku balas" batin Dirgo.
Dirgo dan Friska pun kini berjalan santai lagi, mereka sudah lelah bercandanya.
"Aku haus" ucap Friska lemah.
"Mau es krim" tawar Dirgo tepat didepan kedai es krim.
"Mau" jawab Friska lebih bersemangat.
"Siapa sih cewek yang enggak suka es krim" Batin Dirgo.
Mereka pun masuk ke kedai es krim, memilih duduk yang dapat melihat kearah pantai.
Ketika angin sepoi-sepoi melewati mereka, rambut Friska yang tidak terlalu panjang tertiup kebelakang memperlihatkan kecantikkannya.
"Cantik juga dia"
"Kenapa jantung ku serasa berdetak kencang" batin Dirgo melihat Friska lebih dekat, dalam mode kalem.
"Kamu kenapa?" Melambai-lambaikan tangan ke depan muka Dirgo.
"Eh, enggak" ucap Dirgo salah tingkah.
__ADS_1
"Dasar orang gila" gumam Friska.
"Apa kamu bilang?"
"Enggak ada" senyum mengejek Friska.
"Ada, aku ada dengar kamu bilang aku orang gilaaaaa" suara Dirgo ditekankan dikata "gila".
"Enggak ada, telingga mu rusak kali" ucap Friska memyembunyikan tawanya.
"Awas saja kamu, grrrr" sambil merapatkan gigi Dirgo berkata.
Karena Friska tidak menjawab lagi, keheningan pun datang diantara mereka, hanya suara orang-orang lain yang beribut-ribut.
"Hahahahha" seketika Friska tertawa ketika menatap wajah Dirgo, karena diwajah Dirgo ada es krim yang menempel.
"Macam anak kecil saja" ucap Friska.
"Kenapa?" Tanya Dirgo.
"Tu es krim diwajah mu" ucap Friska menunjuk wajah Dirgo langsung saja Dirgo menglap dengan tangannya kemudian Friska memberikan Dirgo Tisu.
Dirgo saat ini mengwanti-wanti dirinya dikerjain oleh Friska.
"Agghh apa-apaan sih kamu" Friska kembali kesal karena dikerjain lagi oleh Dirgo.
Sewaktu Dirgo menunjuk kewajah Friska, dia menambahkan sedikit es krim ditelunjuknya sehingga membuat hidung Friska belepotan es krim.
"Hahaha, kamu lucu kalau begitu" tawa Dirgo.
"Jangan dihapus biarkan saja, kamu cantik begitu"
Friska memandang Dirgo dengan penuh kekesalan.
Saat itu juga Friska mencoletkan es krim dia ke wajah Dirgo.
"Ini baru tampan sekali" ucap Friska. Sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hei kalian yang disana jangan ribut daritadi kalian saja yang ribut-ribut" (dalam bahasa inggris) tegur pegawai kedai.
Mereka pun terdiam karena orang-orang yang berada dikedai es krim itu melihat mereka sangat kekanak-kanakkan.
Mereka saling pandang memandang dengan tajam.
__ADS_1
"Tu kan salah kamu" batin Dirgo.
"Enak saja salah kamu, kamu duluan" batin Friska pandangan mereka seperti ada aliran listrik yang menyala.
"Kau tidak tau malu" ejek Dirgo.
"Aish aku kesalllllllllll, sama orang gila ini" teriak Friska sambil menunjuk-nunjuk Dirgo.
"Ampun tuan, mengapa engkau membawa wanita gila ini" ucap Dirgo.
Kemudian dengan cepat mereka keluar dari kedai es krim tersebut karena tidak ingin menimbulkan keributan lebih besar lagi.
"Ini salah mu, hingga buat malu saja ditempat orang" ucap Friska.
"Kau yang salah" jawab Dirgo tepat ditelingga Friska.
Sambil berjalan Friska mendorong pundak Dirgo tetapi tidak membuat Dirgo goyah karena badan Dirgo lebih besar dari Friska.
Saat berjalan dengan cepat didepan Dirgo.
"Auwwww!" Seru Friska dihampir terjatuh karena tersandung sesuatu, tetapi badannya terasa berada diatas.
"Puas melihatinnya" ucap Dirgo yang kini menahan berat badan Friska, tadi Dirgo langsung menangkap badan Friska yang hampir jatuh.
"Tampan, tapi gila" batin Friska.
"Lepaskan" sesaat Friska tersadar.
"Aghhhh! mengapa kau langsung melepas begitu saja, sama saja aku jatuh 2 kali" ucap Friska sambil berteriak. Friska merasakan sakit dibokongnya dengan diusap-usapnya.
Dirgo menutup telingganya karena terlalu dekat suara Friska ditelingganya.
"Tadi minta lepas" ucap Dirgo santai tidak merasa bersalah. Tetapi terdiam sesaat, karena merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya
"Mengapa jantung terasa berdebar begini" Dirgo memegang dadanya sebelah kiri.
"Didekat wanita ini aku bisa penyakitan" batin Dirgo.
"Kenapa?" Tanya Friska heran, karena Dirgo melihat Dirgo memegang dadanya begitu, dengan wajah datar.
"Enggak" jawab Dirgo dengan wajah sedikit merona merah.
"Dasar aneh" ucap Friska.
__ADS_1
mereka pun berjalan kembali ke hotel karena sudah menjelang sore hari.