
Beberapa hari pun berlalu dari kecelakaan itu, Mona dan Gavin semakin lengket saja sebagai pasangan suami istri atau bisa dikatakan pasangan kekasih, jika dikatakan pasangan suami istri, hingga sekarang sudah 1 tahun lebih pernikahan mereka, mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri, seperti suami istri lainnya.
Hingga saat ini Mona belum siap dan Gavin terus menanti dengan setia.
Hari ini Gavin dan Mona sedang nonton drama korea bersama, membuat Mona sangat terbawa perasaan. Mona terus memeluk Gavin.
Tringggggg! Suara hp Gavin berbunyi, dia melihatnya nomor tidak dikenal.
"Siapa?" Tanya Mona menanggakkan kepalanya.
"Enggak tau, nomor tidak dikenal" ucap Gavin.
Nomor tersebut sudah 2 kali menelepon.
"Angkat saja lah!" Ucap Mona.
Kemudian Gavin mengangkat telepon tersebut.
"Halo" suara familiar yang sangat dikenal Gavin.
"Tuan Gavin, ini kepala pelayan Gou, saya ingin memberitahu anda jika nyonya besar sedang sakit, terus-menerus mencari anda" ucap kepala pelayan tersebut dengan nada pelan.
"Sakit apa?" Tanya Gavin.
"Kalau kata dokter itu penyakit orang tua saja sih tuan" ucap kepala pelayan Gou.
"Bawa saja kerumah sakit" ucap Gavin cuek.
__ADS_1
"Sudah tuan hanya saja, nyonya meminta pulang, dan mencari anda, meminta anda untuk pulang!"
"Nanti akan ku pikirkan" ucap Gavin kemudian mematikan teleponnya.
Kemudian Gavin melanjutkan menontonnya bersama Mona.
"Siapa?" Tanya Mona penasaran.
"Tadi yang telepon kepala pelayan dirumah kami, pelayan Gou" cerita Gavin.
"Dia menyampaikan jika mama, sedang sakit dan mencari aku" ucap Gavin dengan gaya cueknya.
"Lalu, kenapa kamu tidak mau pulang" ucap Mona.
"Aku rasa belum, aku mau disini saja lebih enak" ucap Gavin santai.
"Kamu sudah 1 tahun lebih meninggalkan rumah, dan menjadi suami sekaligus supir pribadi bos Mona" Mona bercanda dengan Gavin.
"Itu bagian yang sangat menyenangkan!" Ucap Gavin antusias.
Gavin memang lebih memilih dunianya sekarang daripada yang lalu.
"Tapi kamu harus pulang sebagai anak yang baik" bujuk Mona sekali lagi.
"Ada satu syarat jika aku pulang"
"Apa" tanya Mona.
__ADS_1
"Kamu harus ikut" ucap Gavin kemudian memeluk Mona dengan erat lalu mendaratkan ciuman dikening Mona. Hanya sejauh itu yang berani Gavin lakukan sekarang.
"Bagaimana perusahaan ku?" Tanya Mona kepada Gavin.
"Ada Friska, dia pasti bisa dan kamu akan menjadi nyonya Gavin seutuhnya, tentunya juga meninggalkan segala yang sekarang ada, kamu hanya boleh berada disamping ku terus"
"Bagaimana" tanya Gavin.
Mona terlihat sangat ragu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan Gavin.
Mona terlihat mempertimbangkan apa yang dikatakan Gavin, dia tau Gavin orang kuat dalam dunia bisnis, dia tidak akan takut jika meninggalkan perusahaannya pada Friska.
"Kamu siap jadi nyonya Gavin seutuhnya" mata nakal Gavin beraksi.
"Mata mu jangan begitu, akut takut" cicit Mona.
"Hehe" Gavin terkekeh.
Sejujurnya Mona juga takut bertemu dengan ibu mertuanya, dia takut tidak diterima, dia takut dia diusir.
Mona juga takut menjadi menantu yang bukan idaman mamanya Gavin.
"Bagaimana, kamu lama sekali berpikir" ucap Gavin.
"Beri aku waktu lebih lama lagi untuk berpikir" ucap Mona.
"Aku tau kamu masih keberatan" jawab Gavin.
__ADS_1
Karena selama ini Mona sama sekali belum bertemu dengan mamanya Gavin, sifat mamanya Gavin bagaimana pun dia tidak tau.