Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
89. Titik Terang Dimana Mona Berada


__ADS_3

Ini hari kedua hidup Gavin tanpa Mona disisinya, saat ini juga Gavin dan Dirgo telah berada di rumah lama Mona.


Tok! Tok! Tok!


"Tuan" bik Surti terkejut ketika membukakan pintu untuk orang yang barusan mengetuk pintu.


"Dimana Mona bik, aku sangat merindukannya" langsung saja Gavin bertanya begitu terhadap bik Surti berharap mendapat jawaban yang dia inginkan.


"Lho tuan, nona tidak ada kembali ada kesini" binggung bik Surti.


"Jangan bohongin saya, bik! Saya tau saya salah tapi jangan bohongin saja" ucap Gavin yang masih sangat merasa bersalah.


"Apa nona tidak kesini bik?" Tanya Dirgo menyakinkan.


"Tidak ada sama sekali, saya mengira nona bersama tuan Gavin!"


"Benar apa yang dikatakan bik Surti, mau bagaimana pun anda mencarinya disini tidak akan ketemu" ucap Friska yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.


"Friska" ucap Batin Dirgo, dia memandangi Friska dengan penuh penghayatan.


"Friska, jangan sembunyikan Mona dari saya, saya sangat merindukannya dan saya ingin meminta maaf terhadap Mona!" Ucap Gavin lirih.


"Tuan" Dirgo berusaha menguatkan hati Gavin.


Friska sebenarnya sangat tidak menyukai kedatangan Gavin dan Dirgo karena bagi dia siapa yang menyakiti Mona berarti menyakitinya.

__ADS_1


"Saya tidak tau nona dimana!" Tegas Friska.


Dirgo kemudian menarik tangan Friska menjauh dari Gavin, karena dia tau dari gerak gerik Friska, sepertinya Friska menyembunyikan sesuatu.


"Iiih lepasin enggak" bentak Friska sambil menghempas tangannya dari Dirgo, seketika kedua orang itu pun teringat pertama kali tangan mereka saling bersentuhan ya ketika mereka liburan di hawai.


"Kamu ini bisa enggak si bersahabat dikit!" Ucap Dirgo yang melihat Friska kian mengalak.


"Aku enggak suka kalian datang!"


"Aku tau, kau pasti tau dimana nona!" Ucap Dirgo menatap mata Friska. Friska berusaha tidak menatap Dirgo secara langsung.


"Aku harus bilang berapa kali kalau aku tidak tau" ucap Friska dengan kuat.


"Aku mohon, tolonglah kasih dimana nona, aku sangat kasihan pada tuan, padahal cuma baru dua hari saja ditinggal istrinya tapi sudah dapat mengubah dia ke hal jelek" ucap Dirgo penuh prihatin.


"Tuan juga selalu menangis, lihat saja matanya bengkak!"


"Ayo katakan dimana nona!" Bujuk Dirgo.


"Tapi tuan mu sudah sangat jahat terhadap nona ku" ucap Friska dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca membayangkan ketika Mona dibentak segitu kerasnya oleh Gavin.


"Friska, aku mohon tolong beritahu aku dimana istri ku berada!" Ucap Gavin yang berjalan mendekati mereka.


"Aku mohon" ini kedua kalinya Gavin memohon pada orang yang berbeda.

__ADS_1


"Huft" Friska menghela nafas panjang, dia menutup matanya sebentar dan kemudian.


"Baiklah, tapi tuan janji jangan pernah sakiti nona"


Dengan cepat Gavin mengangguk seperti anak kecil yang ditanya mau es krim, langsung mengangguk saja.


"Aku berharap tuan memegang janji tuan!" Ucap Friska.


"Tuan silakan mencari nona dialamat ini!"


Friska menunjukkan sebuah alamat.


"Disini?" Tanya Gavin.


"Iya"


"Terima kasih Friska!" Ucap Gavin dengan riangnya, sampai dia lupa siapa dia.


Dirgo yang melihat tuannya begitu bahagia, pun merasakan kebahagiaan itu.


"Dirgo, kamu disini saja ya!" Ucap Gavin kepada Dirgo membuat Dirgo merasa kesal karena selalu ditinggal, tetapi dia tau, tuannya perlu waktu untuk berdua dengan istrinya nanti jika bertemu.


"Tapi, lagi-lagi harus bersama Friska" batin Dirgo sambil mengelng-gelengkan kepalanya.


"Kamu kenapa?" Tanya Friska binggung.

__ADS_1


"Enggak" jawab Dirgo menekan apa yang dia sembunyikan.


Friska yang melihat Gavin begitu merasa senang karena sudah tau dimana berada pun merasa sedikit lega, karena setidaknya yang seharusnya menjaga Mona telah kembali.


__ADS_2