
Beberapa hari berlalu Gavin mempersiapkan sebuah liburan yang mewah untuk Mona, tetapi Mona tidak ingin pergi berdua saja, akhirnya Mona memilih mengajak asisten pribadinya Friska dan Gavin juga tidak mau kalah membawa asisten pribadinya Dirgo.
Gavin mempersiapkan liburan ini karena ingin sedikit menyembuhkan luka di hati Mona yang beberapa hari mendapat perlakuan buruk dari Alex.
Beberapa hari lalu percakapan antara Mona dan Friska.
"Apaaaaaa" teriak Friska.
"Jadi"
"Jadi Gavin itu Bos King's Group yang sangat terkenal itu"
"Tetapi orang itu tidak pernah menampakkan wajahnya, dia juga terkenal angkuh dan kejam, dingin" kata Friska yang bergidik sambil membicarakan Gavin.
Mona menceritakan semua mengenai Gavin kepada Friska.
Tetapi Mona dan Gavin sepakat untuk tidak memberitahu siapa-siapa lagi selain Friska saja.
Gavin saat ini masih sama sebagi supir, karena bagi Gavin belum saatnya dia pulang kerumahnya.
*****
Dirumah Mona.
"Mona untuk apa kamu menghabiskan uang untuk liburan ini, dengan membawa supir mu ini yang tidak bisa memberimu apa-apa" ucap Tante Dewi yang tidak senang melihat Mona, Friska dan Gavin berlibur, karena disini Mona memberi tau kepada tantenya jika dia ingin liburan.
"Sudahlah tante, anggap saja ini hadiah kerja keras mereka" ucap Mona.
"Tetap saja itu uang hasil kerja keras kakak ku yang kalian pakai" ucap sang tante.
"Tante, cukup Mona tidak mau berdebat lagi"
"Mona pergi dulu"
Friska dan Gavin yang berada disana hanya diam menunduk saja.
__ADS_1
Friska merasa kasihan terhadap Gavin yang sekarang selalu direndahkan tante Dewi.
Sekarang Friska lebih menjaga sikapnya terhadap Gavin, setelah dia mengetahui siapa Gavin.
Gavin membawakan koper milik Mona, padahal sebelumnya Gavin sudah memerintahkan Mona untuk tidak membawa koper, tetapi Mona tidak mau.
*****
Dirgo telah menunggu mereka bertiga dibandara.
"Sudah siap tuan, nyonya" ucap Dirgo kepada Gavin.
Gavin hanya menganggukkan kepalanya dan Dirgo segera mengambil koper yang dibawa oleh Gavin.
"Ini" Friska juga menyerahkan kopernya.
"Eh"
"Ini apa-apaan" ucap Dirgo.
"Beraninya kamu menyuruhku membawanya, bawa sendiri" ucap Dirgo dingin.
"Eh, bukan kah" tanya Friska.
"Aku Dirgo asisten pribadi tuan Gavin" ucap Dirgo.
Friska terkejut dan seketika dia malu telah salah mengira. Dengan cepat Friska menarik kembali koper yang sudah menempel di Dirgo.
"Maaf" ucap Friska pelan dan malu-malu.
Membuat Dirgo yang tadinya dengan sikap dingin, malah melunak.
"Ya sudah enggak apa-apa"
"Ayo kita temankan tuan dan Nona kita" ucap Dirgo.
__ADS_1
"Iya" jawab Friska.
Gavin menyewa jet pribadi, sebenarnya Gavin mempunyai sebuah jet tetapi dia tidak ingin menggunakannya, karena takut mamanya mengetahui keberadaan dia.
"Waahh mewah sekali" gumam Friska.
"Gadis lugu" batin Dirgo.
Gavin dan Mona duduk bersebelahan. Dan Dirgo pun dengan Friska.
"Nona, aku enggak mau duduk sebelah dia" renggek Friska menunjuk ke Dirgo, karena dia merasa Dirgo tidak bersahabat.
"Hei" tegur Dirgo.
"Dirgo kau apakan dia" tanya Gavin yang kini sudah duduk santai.
"Tuan tidak percaya aku, aku tidak apa-apakan dia" Dirgo.
"Tuan percaya aku donk" batin Dirgo.
"Sudahlah Friska, Dirgo baik kog, dia juga sudah pernah nolong aku loh" bela Mona terhadap Dirgo.
"Jangan memuji laki-laki lain didepan suami mu nona" memandang Mona tajam.
"Iih, apaa sih kamu" mendorong bahu Gavin.
"Maaf tuan" ucap Friska.
"Sudah, tenang lah kalian, kita dalam perjalanan" Gavin menenangkan situasi.
"Dirgo, jika kau masih ingin ribut mau ku tendang dari pesawat ini" ucap Gavin Dingin.
Mona melihat hal lucu antara Tuan dan asistennya ini. Dan juga Mona menilai bahwa Gavin memang orang yang punya sikap dingin yang sesungguhnya, hanya terhadap dia saja tidak begitu.
"Tega sekali tuan ini, membela wanita itu" menunjuk Friska.
__ADS_1
"Hehehe" kekeh Friska.
Setelah itu semuanya hening, hanya Dirgo dan Friska saling melempar tatapan tajam.